TRIBUNNEWS.COM - Kasus hilangnya seorang ibu berinisial DH (34) dan anak balitanya, AGF (4) akhirnya menemukan titik terang.
Setelah sebelumnya dilaporkan hilang pada September 2026, kini pihak kepolisian telah mengamankan satu orang pria berinisial DBM.
Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing mengatakan bahwa kasus ini diduga dipicu oleh rasa kecemburuan yang berujung cekcok.
Ia menuturkan, DBM memiliki istri sah, dan DH merupakan istri sirinya.
Dari keterangan awal, komunikasi antara pelaku dan istri sahnya memicu kecemburuan dan pertengkaran antara DBM dan DH.
"Motifnya kemungkinan masalah dendam ya, emosi ya,"
"Emosi karena memang peristiwa yang melatarbelakangi bahwa pada saat itu si suami ini juga kan punya istri sah,"
"Nah, ada komunikasi dengan istri sah. Kemudian yang perempuannya merasa cemburu,"
"Jadi, akibat dari kecemburuan itu terjadi percekcokan mulut antara si korban dengan si pelaku," terang Roy, dikutip dari Surya.co.id.
Meski begitu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dengan keterangan pelaku
Selain itu, pihak kepolisian juga mendalami terkait apakah ada sosok lain dalam kasus ini.
Baca juga: Pembunuhan Ibu dan Anak 4 Tahun di Madiun Dilakukan di 2 Lokasi Berbeda
"Sementara masih satu orang ya, masih kita dalami," ujarnya.
Saat ini, DBM masih menjalani pemeriksaan, namun Roy menjelaskan bahwa pembunuhan ini dilakukan di dua lokasi yang berbeda.
DH jadi korban pertama yang dibunuh di kamar hotel di Kota Madiun.
Lalu, terduga pelaku membawa jasad korban keluar hotel sambil menggandeng AGF.
AGF lantas dibunuh di rumah pelaku.
"Peristiwa pembunuhannya ini cukup sadis karena pertama pelaku melakukan pembunuhan dulu terhadap istri sirinya,"
"Ya, istri di sebuah kamar di hotel di Madiun,"
"Kemudian setelah itu dia melakukan lagi terhadap anaknya," ungkap Roy.
Sementara itu, adik korban, Khanza mengatakan, terduga pelaku adalah suami siri Dini.
Mereka sudah kenal sejak tiga tahun yang lalu.
"Statusnya suami (siri), sudah kenal sejak tahun 2023," kata Khanza, adik dari Dini, kepada TribunJatim.com.
Dini sendiri sudah dilaporkan hilang sejak 20 September 2026 lalu.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Surya.co.id, Luhur Pambudi)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.