Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penderita diabetes melitus tidak cukup hanya memantau kadar gula darah.
Kesehatan mata juga perlu diperhatikan karena penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi berupa retinopati diabetik.
Retinopati diabetik merupakan kerusakan pembuluh darah pada retina, yaitu jaringan di bagian belakang mata yang berperan menangkap cahaya dan mengirimkan informasi visual ke otak.
Baca juga: Cegah Kebutaan, Kemenkes Bakal Sediakan Layanan Cek Retina Mata Bagi Pasien Diabetes di Puskesmas
Masalahnya, kerusakan retina pada tahap awal dapat terjadi tanpa keluhan penglihatan yang jelas.
Akibatnya, sebagian penderita diabetes mungkin tidak menyadari adanya gangguan sampai kondisinya semakin berat.
Ketua Dewan Pengawas Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M(K) menyoroti rendahnya pemeriksaan mata pada penderita diabetes dalam paparannya mengenai persoalan kesehatan mata di Indonesia.
Nila menyebut, berdasarkan data yang dipaparkannya, sekitar 95 persen penderita yang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut belum pernah mengunjungi dokter mata untuk pemeriksaan.
“95 persen tidak pernah mengunjungi dokter mata untuk memeriksa,” kata Nila pada konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Angka tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat pemeriksaan mata pada kelompok yang berisiko mengalami komplikasi diabetes.
Namun, angka itu merujuk pada data yang disampaikan dalam paparan Nila dan tidak dapat langsung dianggap mewakili seluruh penderita diabetes di Indonesia.
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil, termasuk pembuluh darah di retina.
Kerusakan tersebut dapat menyebabkan kebocoran cairan atau perdarahan. Pada kondisi tertentu, retinopati diabetik dapat mengganggu penglihatan secara serius.
Karena itu, pemeriksaan mata diperlukan meskipun penderita diabetes merasa penglihatannya masih normal.
Pemeriksaan dapat membantu menemukan perubahan pada retina sebelum muncul gangguan penglihatan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Nila juga menyoroti terbatasnya penggunaan alat pemeriksaan retina dalam layanan kesehatan tingkat pertama.
Ia menyebut sebuah studi yang dipaparkan menunjukkan hanya 3,3 persen yang menggunakan alat funduskopi atau oftalmoskop.
Dalam konteks tersebut, ia mendorong agar kemampuan pemeriksaan mata diperkuat di layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Saya rasa tadi juga akhirnya saya katakan ke Prof. Dante, kenapa kita dokter umum harusnya juga bisa melakukan funduskopi dan memberikan bahwa ini sudah tanda untuk diabetic retinopati,” ujar Nila.
Pemeriksaan fundus merupakan salah satu cara untuk melihat bagian dalam mata, termasuk retina.
Pemeriksaan ini dapat membantu tenaga kesehatan mengenali tanda-tanda kerusakan akibat diabetes dan menentukan kebutuhan tindak lanjut.
Selama ini, perhatian penderita diabetes sering berpusat pada pemeriksaan gula darah, pengaturan makan, aktivitas fisik, dan penggunaan obat sesuai anjuran dokter.
Langkah-langkah tersebut tetap penting. Namun, pengelolaan diabetes juga perlu mencakup pemantauan komplikasi pada organ lain, termasuk mata.
Penderita diabetes dapat menanyakan jadwal pemeriksaan retina kepada dokter yang menangani penyakitnya.
Frekuensi pemeriksaan selanjutnya perlu disesuaikan dengan kondisi mata, lama menderita diabetes, serta hasil pemeriksaan sebelumnya.
Jika penglihatan mendadak kabur, muncul banyak bintik atau bayangan melayang, kilatan cahaya, maupun seperti ada tirai yang menutupi pandangan, penderita perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Pemeriksaan berkala tidak berarti setiap penderita diabetes pasti mengalami kerusakan retina.
Tujuannya justru untuk mendeteksi komplikasi sedini mungkin dan menentukan penanganan sebelum gangguan penglihatan semakin berat.
Dengan pemeriksaan yang lebih mudah dijangkau, penderita diabetes diharapkan tidak hanya mendapatkan pengendalian gula darah, tetapi juga perlindungan kesehatan mata dalam jangka panjang.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.