Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pertamina memberikan sanksi kepada SPBU 44.557.17 Bantul. Sanksi yang diberikan berupa penghentian penyaluran Pertalite selama 30 hari mulai dari 19 Oktober hingga 17 November 2026.
Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jateng DIY, Taufiq Kurniawan mengatakan pemberian sanksi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan internal. Hasilnya, ditemukan pelanggaran terkait ketentuan penyaluran BBM subsidi.
“Jadi, dia (SPBU) itu melanggar ketentuan penyaluran BBM subsidi. Terus kita berikan sanksi atau pembinaan. Suatu SPBU dalam penyaluran BBM subsidi itu harus memenuhi ketentuan yang berlaku. Banyak faktornya, ada pemasangan CCTV, kemudian ada ketentuan-ketentuan lain yang disyaratkan dalam penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran,” katanya, Rabu (28/10/2026).
Dengan adanya sanksi tersebut, maka alokasi Pertalite dialihkan ke dua SPBU terdekat yakni SPBU 44.557.10 dan SPBU 44.557.01. Jaraknya sekitar 2 km dan 5 km dari SPBU 44.557.14.
“Jadi stoknya, sementara penyaluran kita alihan ke situ. Masyarakat bisa membeli ke SPBU Sedayu yang jaraknya 2 km dari SPBU tersebut dan SPBU Sentolo sekitar 5 km dari SPBU tersebut,” sambungnya.
Selama pembinaan, pihaknya akan melakukan evaluasi. Jika SPBU tersebut memenuhi persyaratan dan ketentuan penyaluran BBM subsidi, maka sanksi tersebut akan dicabut. Sebaliknya, jika belum memenuhi persyaratan, akan dilakukan evaluasi lanjutan dengan pemilik SPBU.
Ia mencatat sepanjang Januari hingga Oktober 2026, ada 9 SPBU di DIY yang mendapatkan sanksi Pertamina. Sanksi tersebut beragam. Taufiq menilai pelanggaran yang terjadi selama 2026 hanya sebagian kecil dari total SPBU di DIY yang mencapai 137.
“Hanya sebagian kecil saja, hitungannya sangat sedikit dibandingkan dengan 137 SPBU yang ada di DIY. Dan dari SPBU yang diberikan sanksi, semuanya langsung patuh, tidak ada pelanggaran lagi, karena itu berdampak pada operasional SPBU, mulai dari pendapatan, penggajian karyawan, dan seterusnya,” terangnya.
Ia memastikan stok Pertalite di DIY aman. Dalam sehari, kebutuhan Pertalite DIY mencapai 2.500 hingga 3.000 kilo liter. Menurut dia, antrean di SPBU bukan mengindikasikan adanya hambatan penyaluran SPBU, namun karena adanya migrasi konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite.
“Jadi antrean di SPBU itu jangan dimaknai sebagai sesuatu hal yang tidak lancar. Ini kan ada peningkatan permintaan, karena ada migrasi konsumen dari Pertamax. Dan memang SPBU di DIY ini spesial ya, mayoritas SPBU-nya kecil, ya ada juga yang besar. Jadi sebenarnya antreannya, normal tetapi karena SPBU-nya kecil jadi terkesan mengular,” imbuhnya. (maw)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.