Kunjungan Wamenlu itu juga dalam rangka mempersiapkan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Kazakhstan tahun depan

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah mematangkan rencana kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Kazakhstan pada tahun 2027.


Dia mengatakan, persiapan kunjungan kenegaraan Prabowo menjadi salah satu isu yang dibawa Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta saat dirinya bertemu pejabat Kazakhstan dalam lawatan kerja ke negara tersebut pada Juni lalu.


“Kunjungan Wamenlu itu juga dalam rangka mempersiapkan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Kazakhstan tahun depan,” ungkap Dubes Abdykarimov dalam pertemuan ketiga Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan-Indonesia oleh Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta, Rabu.



Abdykarimov mengatakan di samping mempersiapkan kunjungan Presiden RI, kunjungan Wamenlu Anis saat itu pula membawa agenda penguatan hubungan bilateral melalui peningkatan kerja sama serta penjajakan peluang kolaborasi baru.






Dubes berkata bahwa dalam rangka kunjungan bersejarah itu, Kazakhstan tengah mempersiapkan sekitar 20 naskah kesepakatan bilateral dengan Indonesia di sektor perdagangan, investasi, digitalisasi, pariwisata, pendidikan, dan sektor lainnya.


Selain itu, sebuah nota kesepahaman (MoU) antara Kadin Indonesia dan Kamar Dagang Kazakhstan diharapkan juga dapat terwujud dan dapat ditandatangani saat kunjungan Presiden Prabowo ke Kazakhstan.


“MoU tersebut akan mengatur pengembangan kemitraan yang efektif serta pendirian sebuah dewan bisnis bilateral,” tambahnya.


Ia mengatakan bahwa apabila benar terlaksana, kunjungan tersebut akan menjadi pertemuan keempat antara Presiden Prabowo dengan Presiden Kazakhstan Kassym Jomart-Tokayev.







Adapun mereka sebelumnya bertemu dalam agenda World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Januari 2026, kemudian pada KTT Board of Peace di Washington DC pada Februari 2026, dan KTT BRICS di New Delhi pada September 2026, kata dia.


Dubes Abdykarimov lebih lanjut menyampaikan bahwa perdagangan Indonesia-Kazakhstan saat ini sudah mencapai 250 juta dolar AS. Akan tetapi, ia meyakini perdagangan antara kedua negara bisa lebih tinggi lagi.


Ia mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan bebas (FTA) antara Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) yang diteken pada akhir 2025 dapat membuka peluang baru untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan perdagangan dengan Kazakhstan, yang merupakan anggota EAEU.


Abdykarimov pun optimistis bahwa kemitraan Indonesia dan Kazakhstan bisa semakin diperluas pada sektor-sektor yang menjadi kepentingan bersama, antara lain perdagangan dan investasi, energi dan pertambangan, serta digitalisasi, pendidikan, dan pariwisata.