TRIBUNGORONTALO.COM – Keberadaan Novita Absari Kasim beserta suami dan bayinya yang belum genap berusia satu tahun hingga kini belum diketahui.
Ketiganya dilaporkan hilang setelah tidak lagi dapat dihubungi di Kota Gorontalo. Pihak keluarga telah meminta bantuan kepolisian untuk melacak keberadaan mereka.
Kepolisian pun bergerak melakukan pemeriksaan di rumah kos yang sebelumnya ditempati keluarga tersebut di Jalan Manado, Kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Kapolsek Kota Tengah, Ipda Danny Anugrah Musa, menyatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk menelusuri jejak Novita dan keluarganya.
"Kami menerima informasi mengenai dugaan orang hilang pada 26 Oktober 2026. Sebelumnya, pada Jumat, kami sudah turun ke tempat kejadian perkara setelah menerima informasi dari masyarakat," kata Danny saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (29/10/2026).
Berdasarkan keterangan polisi, suami Novita bernama Rido Pardati. Hingga saat ini, petugas terus mengumpulkan informasi terkait keberadaan pasangan suami istri tersebut beserta anak mereka.
Baca juga: Nama-nama Pejabat Fungsional Pemprov Gorontalo Resmi Dilantik Gubernur Gusnar
Kronologi Kejadian
Danny menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika Yunita Kasim, saudara perempuan Novita, tiba di tempat kos tersebut pada Jumat (23/10/2026) usai menempuh perjalanan dari Kabupaten Boalemo.
Setibanya di lokasi, Novita sempat menyapa kedatangan Yunita sekaligus meminta uang sebesar Rp850.000—uang yang sebelumnya dititipkan kepada Yunita sekitar dua pekan lalu.
Usai berbincang, Yunita masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Sementara itu, Novita dan suaminya masuk ke kamar mereka.
Sekitar pukul 19.00 Wita, Yunita terbangun dan hendak memeriksa kamar saudaranya. Namun, kamar tersebut dalam keadaan terkunci. Saat mengintip melalui jendela, Yunita mendapati sebagian barang-barang milik Novita sudah tidak ada.
Yunita kemudian kembali ke kamar sambil menunggu pasangan suami istri itu pulang. Hingga pukul 01.00 WITA, keduanya tak kunjung kembali. Yunita akhirnya memutuskan untuk tidur.
Pada Sabtu (24/10/2026), Yunita mengabarkan kepada orang tua mereka bahwa Novita, suami, dan anaknya belum kembali sejak malam sebelumnya. Pihak orang tua kemudian melapor ke kepolisian untuk meminta bantuan pengecekan.
"Setelah menerima informasi tersebut, sekitar pukul 17.00 Wita anggota kami langsung menuju lokasi di Jalan Manado untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan," ujar Danny.
Dalam proses penyelidikan awal, polisi telah meminta keterangan dari Yunita, pemilik kos, serta pihak keluarga Novita.
Danny mengungkapkan, dari pemeriksaan sementara, tidak ditemukan indikasi adanya perselisihan antara keluarga Novita dan pemilik rumah kos.
Namun, orang tua Novita memberikan keterangan bahwa sekitar sepekan sebelum menghilang, pasangan tersebut sempat mengutarakan rencana untuk mengontrak rumah sendiri agar bisa hidup mandiri.
"Menurut keterangan orang tuanya, Novita bersama suaminya sempat berencana mengontrak rumah. Mereka ingin hidup mandiri bersama keluarga kecilnya," kata Danny.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah rencana pindah rumah tersebut berkaitan langsung dengan hilangnya keberadaan mereka.
Hingga saat ini, pihak keluarga terus mengalami kesulitan menghubungi Novita maupun suaminya. Nomor telepon yang biasa digunakan tidak aktif, sementara pesan yang dikirimkan melalui media sosial juga belum direspons.
Danny menyebutkan, timnya turut berkoordinasi dengan kerabat dan rekan-rekan dekat pasangan tersebut. Polisi bahkan sudah mencoba menghubungi keluarga Rido yang berada di Lampung, namun belum membuahkan hasil.
"Kami sudah melakukan upaya pencarian, meminta keterangan keluarga dan sejumlah pihak, serta mencoba menghubungi keluarga suaminya di Lampung. Namun, sampai sekarang belum ada informasi yang memastikan keberadaan mereka," jelas Danny.
Kapolresta Gorontalo Kota Beri Atensi
Danny menegaskan, pencarian akan terus dilakukan intensif untuk memastikan keselamatan Novita, Rido, dan bayinya.
Ia menambahkan, perkembangan kasus ini telah dilaporkan kepada Kapolresta Gorontalo Kota. Kapolresta pun telah menginstruksikan jajaran terkait untuk membackup proses pencarian.
Danny mengakui, minimnya petunjuk awal serta tidak aktifnya nomor ponsel kedua korban menjadi kendala utama di lapangan.
"Kami tetap berupaya mencari keberadaan keluarga kecil ini. Kami juga sudah mengambil keterangan dari sejumlah pihak dan akan menindaklanjuti setiap informasi yang dapat membantu pencarian," ujarnya.
Imbauan Waspada Modus Penipuan
Di sisi lain, Danny mengingatkan pihak keluarga untuk mewaspadai potensi modus penipuan yang memanfaatkan situasi orang hilang. Menurutnya, informasi yang disebarkan di media sosial kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk memeras korban dengan dalih membantu pencarian.
Ia mengimbau pihak keluarga agar tidak mudah percaya pada siapa pun yang mengaku dapat menemukan korban dan meminta imbalan sejumlah uang atas nama kepolisian.
"Kalau ada pihak yang mengatasnamakan Polri dan meminta uang, jangan langsung dipercaya. Silakan menghubungi saya atau anggota Polsek Kota Tengah untuk memastikan informasi tersebut," tegas Danny.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau melihat keberadaan Novita Absari Kasim dan Rido Pardati agar segera melapor ke pihak keluarga atau mendatangi Polsek Kota Tengah. Informasi sekecil apa pun sangat berarti untuk memberikan kepastian bagi pihak keluarga. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.