Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung tersohor dengan identitasnya sebagai kota kreatif. Pasalnya, tidak sedikit musisi lokal yang memiliki karya, tetapi belum memiliki cukup ruang untuk memperkenalkannya kepada publik. 

Kebutuhan inilah yang mendorong hadirnya berbagai wadah kreatif untuk membuka kesempatan bagi talenta baru.

Hampir setiap pekan Ruang Rasa menjadi ruang temu para seniman. Bukan event besar yang mengundang animo banyak penonton. Namun, gigs ala-ala turut menghidupkan barometer musik di Kota Kembangg. 

Alpin Dulag, penggagas Ruang Rasa, mengatakan, sejak awal mereka ingin menjadi ruang bagi musisi, terutama mereka yang baru merintis karier dan belum memiliki banyak akses untuk memperkenalkan karya.

Menurutnya, kemudahan mengunggah lagu ke berbagai platform digital belum otomatis membuat sebuah band dikenal pendengar.

"Walaupun sekarang semudah itu mengunggah karya ke platform digital, tanpa promosi lainnya melalui media sosial atau penampilan langsung, eksposurnya juga akan kurang," kata Alpin, saat berbincang dengan Tribun Jabar, Sabtu (31/10/2026). 

Baca juga: Persib Bandung Hadapi Isenmulang Kalteng Tanpa Igor Tolic, Zlatko Runje Ungkap Kondisi Pemain

Salah satu hal yang menjadi perhatian Alpin adalah bagaimana Ruang Rasa bisa menjadi penghubung antara musisi lokal dengan nama-nama yang sudah lebih dahulu dikenal di industri musik.

Rencana kolaborasi dengan Voice of Baceprot (VOB), band asal Garut yang telah tampil di panggung internasional, menjadi salah satu yang sedang dijajaki. 

Selain itu, ada pula rencana mempertemukan band-band lokal dengan Pas Band. Kolaborasi lintas generasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus memperluas jaringan bagi musisi yang sedang berkembang.

"Momentum Ruang Rasa ini memang konsen dengan band-band lokal yang punya karya. Kita akan menggabungkan mereka dengan band-band nasional dan internasional agar sama-sama terdorong dan bisa naik bersama," ujarnya.

Alpin menegaskan Ruang Rasa tidak diarahkan menjadi label musik. Ia lebih ingin membangun wadah yang berfungsi sebagai pencari dan penyalur talenta atau talent scout, sehingga musisi memiliki akses untuk mengembangkan kariernya.

Baca juga: Anderpas Sentra Kuliner Baru Bawah Flyover Pasupati Bandung Resmi Dibuka, Dorong Ekonomi Kerakyatan

Di luar pengembangan ekosistem musik, Ruang Rasa juga tengah menyiapkan kegiatan sosial melalui kolaborasi dengan relawan Hands Foundation. 

"Rencananya kami akan menggelar penggalangan dana atau charity bersama musisi-musisi Bandung untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan," imbuhnya. 

Ke depan, Alpin ingin memperluas jaringan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan seni seperti ISBI yang sedang diupayakan. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.