Ringkasan Berita:
  • Wisata Kali Etan di Kabupaten Kediri adalah destinasi wisata unik hasil inisiatif Pokdarwis Kampung Madu (Zeni Irfan).
  • Sungai yang dulunya kotor diubah melalui gotong royong sejak 2019, kini jadi tempat makan di atas sungai & rekreasi air.
  • Tujuan utama: Menggerakkan ekonomi mandiri desa dan menjadi ikon desa yang bersih.
  • Menawarkan wisata keluarga (kolam, trampolin, susur sungai) dan paket edukasi (madu & lingkungan) bagi sekolah.

 

SURYA.co.id, KEDIRI - Sungai yang dulunya kotor dan dipenuhi semak belukar di Dusun Purworejo, Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kini menjelma menjadi destinasi wisata kuliner unik bernama Warung Kali Etan.

Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati sensasi makan di atas aliran sungai sambil bersantai di udara terbuka dengan suasana pedesaan yang sejuk.

Inisiatif kreatif ini digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Madu yang diketuai oleh Zeni Irfan seorang pelaku usaha madu lokal sekaligus tokoh muda yang aktif menggerakkan ekonomi desa melalui pariwisata berbasis masyarakat.

"Sektor wisata di sini bergerak di bidang edukasi dan juga pemanfaatan sungai sebagai wahana wisata," jelas Irfan saat ditemui, Kamis (6/11/2025).

Mulai Dibangun pada 2019

Irfan menuturkan ide membangun wisata sungai berawal pada tahun 2019 saat ia bersama pemuda desa melihat potensi aliran sungai yang sebelumnya tidak terurus.

Melalui gotong royong dan dukungan masyarakat, mereka berhasil mengubah kawasan tersebut menjadi tempat wisata yang bersih, menarik, dan ekonomis bagi warga sekitar.

"Narasi yang kami bangun waktu itu sederhana. Kami ingin menjadikan sungai ini sebagai ikon desa, tempat masyarakat bisa menikmati suasana alami sekaligus menggerakkan ekonomi mandiri warga sekitar," imbuhnya.

Kini, wisata Kali Etan Kampung Madu Bringin menjadi salah satu tujuan wisata favorit di wilayah Kediri bagian barat.

Pengunjung bisa duduk santai sambil merendam kaki di air sungai yang jernih dan menikmati hidangan dari warung-warung di sepanjang tepi sungai.

Menurut Irfan, wisata sungai ini juga memiliki sejumlah wahana tambahan yang membuat pengunjung betah berlama-lama.

"Selain tempat makan di atas sungai, di sini juga ada kolam renang, trampolin, dan susur sungai. Jadi selain refreshing, pengunjung juga bisa bermain air atau sekadar bersantai bareng keluarga," tuturnya.

Kegiatan wisata tak hanya berlangsung di akhir pekan. Irfan menyebut, pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai lembaga sekolah untuk menghadirkan paket wisata edukasi.

Dalam paket tersebut, para peserta tak hanya belajar tentang lingkungan, tetapi juga diajak bermain outbound, games, dan edukasi seputar madu serta alam sekitar.

"Biasanya ramai di hari Sabtu dan Minggu. Tapi ada juga pengunjung dari sekolah-sekolah yang datang untuk kegiatan edukasi. Kami buatkan paket wisata yang ada pembelajaran dan hiburannya sekaligus," katanya.

Sebelum menjadi destinasi wisata, kawasan ini dulunya hanyalah lahan kebun yang tak terawat. Sungainya kotor dan dipenuhi tanaman liar.

Melalui kerja keras bersama warga dan bantuan dari pihak perairan, sungai tersebut kemudian dibersihkan dan dipasang geronjong di sepanjang 200 meter alirannya untuk memperkuat tebing dan menciptakan area bermain air yang aman.

"Panjang area wisata yang kami kelola sekitar 200 meter. Dulu kotor sekali, tapi sekarang sudah jadi tempat wisata yang bersih dan nyaman. Kami juga dibantu pihak perairan untuk memperkuat pinggiran sungai," ucap Irfan.

Sumber air yang mengalir di kawasan wisata ini berasal dari dua kedung alami, yakni Kedung Pethit dan Kedung Pendhek, yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi.

Debit airnya stabil sepanjang tahun, sehingga cocok dijadikan tempat rekreasi air terbuka.

Ke depan, Irfan berharap keberadaan Wisata Kali Etan dan Kampung Madu dapat menjadi ikon wisata desa yang berkelanjutan, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

"Harapan kami, Pokdarwis Kampung Madu semakin maju, dan masyarakat di sini bisa terus mendapatkan manfaat ekonomi, baik dari parkiran, jualan, maupun jasa lainnya," pungkasnya.

Salah satu pengunjung asal Desa Canggu Kecamatan Badas, Pendik mengaku sering ke area Wisata Kali Etan.

Setiap minggu, ia bersama keluarga menikmati kuliner sambil merendam kaki di area sungai yang mengalir.

"Suasana sejuk, ada suara gemericik air, sajian kuliner lokal juga banyak di sini. Sambil koceh sambil makan," ucapnya. 

Baca Lebih Lanjut
Sensasi Bersepeda dengan Vibes ala Korea di Bandung
Detik
5 Tempat Makan Milik Artis di Depok yang Bisa Kamu Coba, Nomor 3 Baru Buka
Detik
Menikmati Keindahan Alam dan Petualangan di Tubing Muslim Karanganyar
Momen Member Blackpink Tampil Solo di Deadline Jakarta: Ada Rose Makan Nasgor
KumparanK-POP
Warung Bakso di Solo Diduga Nonhalal, Pelanggan Pertanyakan Kebenarannya
Detik
4 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Ginjal Rusak, Nomor 1 dan 2 Sering Dilakukan
Detik
Rumah dan warung di Jati Padang jebol akibat diterjang banjir
Antaranews
Haru! Begini Kisah Penarik Becak yang Akhirnya Bisa Makan di Restoran
Detik
Wisman Betah Liburan di Manado-Bunaken, Lama Tinggal Bisa 12 Hari hingga Sebulan
KumparanTRAVEL
Menyusuri Jalan K.H. Mas Mansyur di Jakpus, Bisa Cicip 7 Kuliner Enak Ini
Detik