TRIBUNJAKARTA.COM - Persija Jakarta tampil superior berhasil menyegel kemenangan di Super League pekan 14 atas PSIM Yogyakarta, faktor kemenangan diungkap pelatih Mauricio Souza.
Di laga yang disaksikan 56 ribu penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (28/11/2025) itu, Persija Jakarta sukses mengalahkan PSIM dengan skor 2-0.
Dua gol kemenangan Persija dicetak Emaxwell Souza dan Allano Lima pada babak kedua.
Pelatih Mauricio Souza mengaku puas dengan performa timnya setelah meraih kemenangan penting pada laga melawan PSIM.
Ia menilai para pemain tampil dengan mentalitas dan determinasi tinggi sejak menit awal.
"Kami kuat sekali hari ini. Saya pikir kami pantas dapat kemenangan ini," ujarnya dalam jumpa pers setelah pertandingan, Jumat (28/11/2025).
Souza menjelaskan, kunci kemenangan ini berkat pemainnya mampu menjalankan instruksi dengan baik, khususnya di babak kedua.
Ia mengakui bahwa timnya sudah memiliki rencana jelas untuk menekan sejak awal dan mencari gol cepat.
"Pada awal pertandingan, kami sudah mengincar gol itu tapi ingat kami melawan tim peringkat keempat," katanya.
Ia menegaskan bahwa lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan.
PSIM mampu membuat Persija kerepotan dan kesulitan menembus pertahanannya.
"Jadi setiap pertandingan mereka pasti bermain bagus. Karena itu saya bangga dengan bagaimana para pemain menjaga konsentrasi, disiplin, dan tetap tenang dalam menguasai pertandingan," ujar Mauricio Souza.
Souza berharap kemenangan ini bisa menjadi modal berharga untuk laga-laga berikutnya dan semakin mengangkat kepercayaan diri skuadnya.
"Malam ini kami mampu konsisten mengincar gol, memberikan tekanan kepada lawan, hingga mereka tidak punya ruang untuk bergerak," kata Mauricio Souza
Persija Jakarta menutup laga Super League pekan 14 dengan cara yang nyaris sempurna kemenangan.
Bermain di hadapan puluhan ribu The Jakmania, Persija Jakarta sukses mengalahkan PSIM Yogyakarta 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam.
Selain kemenangan, kemenangan Persija Jakarta terasa spesial karena The Jakmania memenuhi stadion dengan koreografi megah yang membuat merinding.
Macan Kemayoran tampil begitu percaya diri dan mendominasi jalannya pertandingan atas PSIM.
Sorakan, pendukung yang membanjiri tribune penonton, hingga momen koreo spektakuler itu menjadi energi tambahan bagi skuad Persija untuk berpesta di kandang sendiri.
Hasil ini pun menyempurnakan malam penuh euforia bagi para pendukung setia mereka.
Persija Jakarta baru bisa mencetak gol di babak kedua, Macan Kemayoran pun akhirnya memperoleh gol pembuka pada menit 78'.
Berawal dari skema sepak pojok, Witan Sulaeman mengirimkan umpan pantul kepada Maxwell di dalam kotak penalti.
Pemain asal Brasil itu kemudian mengambil ancang-ancang sebelum melepaskan tembakan mendatar yang sukses menjebol gawang PSIM.
Persija dapat menambah kembali keunggulan pada menit perpanjangan waktu 90+3'.
Allano Lima yang memperoleh umpan tarik dari sisi kiri bisa melepaskan tendangan akurat ke gawang PSIM.
Hingga pada akhirnya skor 2-0 memastikan kemenangan untuk Persija Jakarta.
Perolehan tiga poin bagi Macan Kemayoran menegaskan posisi mereka di runner-up klasemen Super League.
Tim besutan Mauricio Souza mengoleksi 29 poin dari 13 pertandingan.
Pertandingan Persija Jakarta vs PSIM Yogyakarta terasa sangat menakjubkan.
Puluhan ribu suporter setia Persija, The Jakmania tampak memenuhi area SUGBK di semua Tribun.
Tak hanya itu, suasana damai juga sangat terasa pada laga ini lantaran sebanyak empat ribu lebih suporter PSIM diterima dengan tangan terbuka oleh Jakmania.
Mereka pun terdengar saling sapa dan berbalas chants sebelum pertandingan dimulai.
Aura pertandingan tampak mulai menarik saat Jakmania membentangkan tifo bergambar macan di Tribun Utara SUGBK dengan menggenggam piala juara 11 kali beserta tahunnya.
Sebagai catatan, tifo merupakan karya seni besar (banner, gambar, mosaik) yang dibentangkan atau dipajang oleh suporter, biasanya dari tribun.
Tujuannya buat untuk membuat visual impact yang ciamik.
Pada tifo itu, tampak gambar piala yang justru disematkan tanda tanya – seakan ada harapan juara di tahun ini.
Pada bagian lain, di sisi Tribun Selatan, Tifo raksasa bergambarkan salah satu pendiri Persija, M.H Thamrin, kemudian satu sosok lagi seperti tokoh pahlawan legenda Betawi, Jampang dan satu lagi bergambar macan.
Di bawah tifo tersebut bertuliskan “until our last breath’.
Tak hanya itu, di sepanjang Tribun Timur, para suporter Jakmania memperlihatkan koreografi yang sangat indah.
Sajian tifo dan koreografi pun membuat suporter lainnya tampak merekam dan berdecak kagum.
“Wah merinding melihatnya. Bagus banget,” ujar salah satu Jakmania wanita yang berada di Tribun dengan media.
Seperti diketahui, pertandingan Persija vs PSIM Yogyakarta sendiri bergulir tepat pada Hari Ulang Tahun Persija yang ke-97.
Momen tersebut lah yang membuat Jakmania rela memenuhi SUGBK, terlebih ini juga jadi pertandingan pertama Persija kembali ke SUGBK di musim ini.