GridHEALTH.id - Sebanyak dua peserta ajang lari Siksorogo Lawu Ultra 2025 meninggal dunia pada Minggu (7/11) lalu.
Di tengah guyuran hujan yang deras, diketahui kedua korban tersebut meninggalsaat mengikutiperlombaan lari marathon kategori 15 kilometer.
Keduanya pun ditemukan sudah tidak bernyawa saat tim medis datang ke lokasi kejadian.
Dilansir dari Kompas.com, salah satu peserta yang meninggal, Sigit Poernomo (45), sempat terlihat baik-baik saja di saat perlombaan hendak berlangsung.
Tak disangka-sangka, Sigitkemudian mengalami kram di kilometer 10, pingsan di kilometer 12, lalu dinyatakan meninggal dunia beberapa waktu setelahnya.
Tak hanya itu, sekitar 11 menit kemudian setelah Sigit dilaporkan pingsan,terdapat peserta lain bernama Pujo Buntoro yang tiba-tiba mengalami sesak napas dan ambruk di kilometer 8 Bukit Cemoro wayang.
Diketahui Pujopun memiliki riwayat paru-paru danditemukan meninggal dunia saat tim medis tiba.
Insiden meninggalnya dua pesertaSiksorogo Lawu Ultra 2025 ini menjadi pengingat penting untuk selalu mengenali sinyal bahaya dari tubuh saat berlari jarak jauh.
TandaBahaya Tubuh Saat Berlariyang Tak Boleh Diabaikan
Tubuh sebenarnya selalu memberi peringatan ketika ada kondisi yang tidak normal.
Berikut sinyal-sinyal yang tidak boleh diabaikan, karena bisa mengarah pada cedera serius hingga kematian mendadak.
1. Kram Berat yang Tidak Mereda
Kram ringan adalah hal yang umum saat berlari, tetapi kram hebat yang membuat langkah tidak stabil atau membuat pelari tak bisa menapak adalah tanda tubuh sudah mencapai batas.
Jika kram muncul berulang atau makin parah, maka segeralah berhenti berlari dan minta pertolongan medis.
2. Sesak Napas yang Tak Biasa
Sesak napas adalah salah satu tanda terbesar adanya masalah pada jantung atau paru-paru.
Segera berhenti berlari jika Anda mengalami:
3. Pusing atau Pandangan Menggelap
Ini tanda tubuh kekurangan suplai oksigen dan darah ke otak.
Penyebab yang mungkin terjadi adalah turunnya gula dan tekanan darah, dehidrasi, dan heat exhaustion.
Jika dipaksakan, kondisi ini bisa membuat pelari jatuh mendadak atau kehilangan kesadaran.
4. Jantung Berdebar Tidak Normal
Detak jantung yang sangat cepat, tidak beraturan, atau terasa “meloncat” adalah tanda gangguan irama jantung (aritmia) yang bisa memicu henti jantung mendadak.
Jika muncul, maka segera untuk berhenti, duduk, dan cari pertolongan medis.
Ini bukan tanda yang boleh disepelekan.
5. Nyeri Dada atau Rasa Tertekan di Dada
Nyeri dadaadalah tanda darurat medis karena bisa mengindikasikan penyempitan pembuluh darah jantung dan serangan jantung.
Meski pelari merasa “fit” kondisi jantung tanpa gejala sangat mungkin terjadi dan dapat kambuh saat tubuh dipaksa bekerja keras.
6. Kedinginan Ekstrem, Menggigil, atau Meriang
Seperti kasus di Siksorogo Lawu Ultra 2025 yang diguyur hujan deras, cuaca dingin ekstrem dapat memicu hipotermia.
Tanda-tandanya:
Hipotermia dapat memperlambat detak jantung dan membuat pelari kolaps secara tiba-tiba.
7. Mual, Ingin Muntah, atau Linglung
Ini adalah tanda gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, termasuk dehidrasi berat atau hiponatremia.
Bahaya dari hiponatremia meliputi kram hebat, kejang, pembengkakan otak, kolaps hingga meninggal.
Jika pelari tiba-tiba linglung atau tidak bisa fokus, itu adalah peringatan keras untuk berhenti.
8. Otot Terasa Sangat Lemas atau Tidak Bisa Mengangkat Kaki
Kelelahan ekstrem adalah tanda awal overexertion. Jika terus dipaksakan, tubuh bisa mengalami kerusakan otot, gagal ginjal, danpingsan
Jika kaki terasa sangat berat, itu adalah tanda tubuh sedang memberi sinyal untuk istirahat.