TRIBUNNEWS.COM - Kurang lebih dua tahun belakangan jagat maya disuguhi dengan aksi perseteruan panas para pesohor di dunia skincare dengan publik figur Tanah Air.
Perseteruan yang awalnya berasal dari aksi saling sindir di media sosial, kini telah melebar ke ranah hukum.
Aksi saling lapor antara pemilik brand skincare dengan para publik figur pun tidak terelakkan.
Bahkan hingga kini beberapa publik figur Tanah Air telah merasakan dinginnya dinding penjara buntut kasus perseteruan dengan owner produk perawatan kulit tersebut.
Salah satu kasus perseteruan antara bos skincare dengan publik figur yang paling menyita perhatian publik yakni perseteruan Dokter Reza Gladys dengan aktris Nikita Mirzani.
Sejak konflik tersebut pecah di akhir tahun 2024, perseteruan antara Reza Gladys dengan bintang film Nenek Gayung itu tak lagi sebatas aksi saling sindir.
Aksi saling lapor pun terjadi antara Reza Gladys dengan aktris 39 tahun tersebut.
Bahkan di tengah panasnya kasus perseteruan itu, warganet pun dibuat terpecah menjadi dua kubu, yakni kubu pembela Reza Gladys dan pendukung Nikita Mirzani.
Siapa sangka terdapat beberapa kasus lain soal perseteruan bos skincare dengan publik figur Tanah Air selain perseteruan panas antara Reza dan Nikita.
Bahkan perseteruan itu kini bukan lagi soal aksi saling sindir hingga bongkar aib di media sosial melainkan sudah masuk ke ranah hukum.
Dirangkum TRIBUNNEWS, inilah 4 kasus perseteruan bos skincare dengan publik figur Tanah Air:
Nikita Mirzani Mawardi, aktris yang memulai kariernya di tahun 2010 itu sempat memberikan ulasan buruk pada produk skincare yang dijual oleh Reza Gladys.
Aksi Nikita itu kemudian direspons oleh Reza Gladys yang tak terima produknya mendapatkan review buruk.
Wanita dengan nama lengkap Reza Gladys Prettyani Sari itu lantas menghubungi asisten Nikita Mirzani, Mail Syahputra untuk menyelesaikan permasalahan secara baik-baik.
Sayangnya ibu lima anak itu malah dimintai 'uang tutup mulut' yang nominalnya fantastis oleh pihak Nikita.
Setelah mengalami kerugian total Rp4 miliar, Reza pun melaporkan Nikita dan Mail ke Polda Metro Jaya, Jakarta atas dugaan pemerasan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Kasus hukum tersebut pun bergulir panjang hingga sang aktris harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Pada 28 Oktober lalu, Niki sapaan akrabnya telah divonis empat tahun penjara dan denda Rp1 miliar dalam sidang vonis yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
Kemudian ia pun menempuh upaya hukum yang diajukan oleh pihak yang tidak puas terhadap putusan pengadilan tingkat pertama untuk diperiksa kembali di pengadilan tingkat lebih tinggi alias banding dalam perkara tersebut.
Sayangnya, langkah banding ibu tiga anak tersebut ditolak dan hukumannya diperberat menjadi enam tahun hukuman penjara.
Pasal TPPU yang awalnya tidak terbukti dalam sidang vonis itu pun kini dinyatakan terbukti hingga hukuman Niki ditambah.
"Kalau di Pengadilan Negeri terbukti hanya satu, yaitu Undang-Undang ITE. Namun di Pengadilan Tinggi, terbukti dua-duanya, ITE dan juga pencucian uang (TPPU)," ujar Humas Pengadilan Tinggi Jakarta, Albertina Ho di kantornya, Selasa.
Pemilik pabrik skincare Heny Sagara juga terlibat konflik dengan Dokter Oky Pratama.
Perseteruan mereka pecah setelah Oky menyinggung soal 'pabrik kosmetik milik mafia skincare' dalam unggahan Instagram-nya.
Unggahan ayah satu anak itu pun lantas dianggap merugikan Heni Purnamasari alias Heni Sagara.
Wanita yang dikenal sebagai pemilik brand dan maklon produk kecantikan itu lantas melaporkan Oky Pratama atas dugaan pencemaran nama baik dan ITE ke Polda Jawa Barat.
Kabarnya Oky Pratama pun sudah diperiksa terkait dengan laporan istri Iwa Wahyudin tersebut.
“Iya, benar adanya, sudah dilakukan pemeriksaan pada tanggal 22 September ini."
“Laporan tersebut berawal dari unggahan di akun Instagram dr. Oky Pratama. Namun kami tegaskan, klien kami bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh proses hukum," ujar Ahmad Ramzy, kuasa hukum Oky Pratama dikutip dari YouTube Reyben Entertainment.
Bos skincare asal Malang, Jawa Timur, Shandy Purnamasari juga terlibat perseteruan sengit dengan selebgram Adrena Isa Zega.
Shandy melaporkan selebgram dengan julukan Mami Online itu sebab dirinya merasa dirugikan buntut konten-konten yang diunggah Isa Zega.
Istri Gilang Widya Permana alias Juragan 99 melaporkan Isa Zega atas dugaan pencemaran nama baik.
Setelah kasus itu bergulir panas di ranah hukum, Isa Zega pun dihukuman tiga tahun enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Malang pada Mei 2025 lalu.
Kini Isa Zega pun memilih ikhlas menerima vonis hukuman tersebut daripada harus menempuh langkah banding.
Hal itu diungkap oleh pengusaha Fitri Salhuteru lewat salah satu unggahan Instagram pribadinya.
"Mami Online kalian sudah ikhlas menjalankan laporan kriminalisasinya," ujar Fitri Salhuteru dikutip dari Instagram @fs.salhuteru.
Pengusaha skincare asal Banda Aceh, Shella Saukia juga harus merasakan perseteruan sengit dengan publik figur Tanah Air.
Kini pemilik nama lengkap Rahma Ina Putria itu berseteru dengan Dokter Detektif alias Doktif.
Hal itu berawal dari aksi dokter bernama asli Samira Farahnaz alias Doktif yang memberikan ulasan buruk pada produk skincare yang dijual oleh Shella Saukia.
Doktif pun menyebut produk Shella itu tak layak edar.
Hal itu kian berbuntut panjang, sebab Shella yang tak terima pun langsung menyatroni Doktif yang saat itu tengah makan malam bersama rekan sejawatnya, Dokter Ika.
Tepat pada 17 Januari 2025 lalu, Shella Saukia datang bersama timnya untuk meminta kejelasan soal aksi Doktif menyebut produk skincare-nya tak layak edar.
Aksi ibu dua anak itu melabrak Doktif di depan umum tentu merugikan sang dokter.
Doktif lantas melaporkan Shella atas dugaan pengeroyokan dan perampasan kemerdekaan ke Polda Metro Jaya, Jakarta.
Menanggapi laporan Doktif itu, Shella telah menjalani pemeriksaan pada akhir Oktober lalu.
Shella datang bersama asisten pribadinya Arif Arfanda alias Panda ke Polda Metro Jaya.
Sayangnya wanita yang akrab disapa Kak Shell itu berkelit kedatangannya ke Polda Metro Jaya bukan terkait dengan laporan yang dibuat oleh Doktif.
"Nggak, bukan," ujar Shella Saukia sebelum melakukan pemeriksaan dikutip dari YouTube Cumi-cumi.
Shella pun tampak tak banyak bicara soal maksud dan kedatangannya ke Polda Metro Jaya pada saat itu.
(Gabriella/Rinanda/M Alivio)