TRIBUNNEWS.COM - Besarnya ekspetasi dan tekanan yang dirasakan oleh siapapun yang mau menjadi pelatih tim sekelas Real Madrid disadari oleh Pep Guardiola.
Sosok pelatih Manchester City tersebut bahkan berani mengungkapkan satu pengakuan mengejutkan.
Guardiola mengakui jika dirinya pasti sudah dipecat sebagai pelatih Real Madrid.
Terutama jika performa Real Madrid seperti yang diperlihatkan Manchester City pada musim 2024/2025.
Pengakuan tersebut diungkapkan Guardiola jelang digelarnya laga Real Madrid vs Manchester City pada matchday keenam Liga Champions, Kamis (11/12/2025) dinihari nanti.
"Barcelona dan Real Madrid adalah klub yang paling sulit ditangani sebagai seorang pelatih," akui Guardiola dikutip Football Espana.
"(Terutama) karena tekanan dan lingkungannya,"
"Kalau saya (jadi pelatih Real Madrid) lalu tampil seperti musim lalu,"
"Saya sudah dipecat tepat enam bulan sebelum musim berakhir,"
"Itu adalah tugas yang sulit, makanya Xabi Alonso tahu realitas berada di tempat tersebut," tukasnya.
Pernyataan Guardiola barangkali tidak salah, apalagi itu menjadi bentuk empatinya terhadap kondisi Xabi Alonso saat ini.
Tak bisa disangkal, posisi Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid saat ini tengah terancam.
Para petinggi Real Madrid bahkan sudah ancang-ancang menyiapkan keputusan memecat Xabi Alonso, jika performa El Real tidak kunjung membaik.
Disisi lain, beberapa opsi pelatih pengganti yang menggantikan Xabi Alonso pun sudah disiapkan, sebagaimana laporan Football Espana.
Melihat berbagai dinamika tersebut, Xabi Alonso tentu tak punya pilihan lain, selain membawa Real Madrid kembali tampil konsisten di jalur kemenangan, serta bersaing memperebutkan gelar juara.
Sejak menerima tantangan menjadi pelatih Real Madrid, perjalanan Xabi Alonso memang seperti roller coaster.
Dipercaya langsung mendampingi Real Madrid di Piala Dunia Antarklub 2025 yang kebetulan mengusung format baru.
Xabi Alonso hanya bisa membawa Real Madrid sampai babak semifinal saja.
Real Madrid terpaksa harus tersingkir di semifinal, setelah dibantai PSG dengan skor empat gol tanpa balas.
Setelah kekalahan tersebut, Xabi Alonso sebenarnya sempat membawa Real Madrid tampil impresif awal musim ini.
Rentetan kemenangan demi kemenangan mampu ditorehkan Real Madrid dalam mengawali musim 2025/2026.
Real Madrid sempat menyapu bersih tujuh laga pertamanya musim ini dengan kemenangan, sebelum akhirnya El Real kalah perdana melawan Atletico Madrid di laga kedelapannya.
Pasca-kekalahan melawan Atletico Madrid di Derbi Madrid, Real Madrid sempat bangkit dan menyapu bersih enam laga beruntun dengan raihan tiga poin, termasuk mengalahkan Barcelona di El Clasico.
Hanya saja setelah El Clasico, laju performa Real Madrid mendadak konsisten jauh dari kata mengesankan.
Dalam tujuh laga terakhirnya di semua kompetisi, Real Madrid cuma bisa menang 2x, lima laga sisanya berakhir dengan catatan 3x imbang dan 2x kalah.
Penderitaan terakhir dirasakan Real Madrid ketika dipermalukan Celta Vigo dengan skor 0-2 di kandang sendiri, dalam laga lanjutan Liga Spanyol, akhir pekan lalu.
Tren buruk Real Madrid dalam beberapa laga terakhir itulah yang kini membuat posisi Xabi Alonso selaku pelatih goyah.
Jika tidak segera membawa Real Madrid konsisten lagi meraih kemenangan, Xabi Alonso rawan dipecat dari jabatannya.
Pep Guardiola: Saya Sudah Dipecat 6 Bulan sebelum Musim Berakhir!
Menyikapi kondisi Xabi Alonso itulah, Guardiola berandai-andai jika ia mendapat kepercayaan melatih Real Madrid, lalu mendapati timnya tampil seperti penampilan Manchester City musim lalu.
Guardiola merasa dirinya bakal dipecat oleh manajemen Real Madrid, apapun alasannya.
Jika menengok perjalanan Manchester City yang dibesut Guardiola pada musim lalu, penampilan The Citizens memang jauh dari kata mengesankan.
Meskipun pada akhirnya Manchester City mampu mengamankan tiket lolos ke Liga Champions, penampilan The Citizens tetap saja jauh di bawah standar.
Tersingkir di play-off 16 besar Liga Champions, kalah di 16 besar Piala Carabao, dan babak belur di final Piala FA membuat The Citizens puasa gelar juara pada musim lalu.
Di Liga Inggris, Manchester City bahkan sempat menelan empat kekalahan beruntun mulai pekan ke-10 s/d 13.
Babak belurnya Manchester City musim lalupun dianggap sebagai pelajaran Guardiola selaku pelatih.
Beruntungnya, Manchester City tetap bersabar dan tidak langsung memecat Guardiola.
Seandainya tren buruk Manchester City musim lalu terjadi di Real Madrid, Guardiola sadar posisinya bakal dipecat tepat enam bulan sebelum musim lalu berakhir.
Tak peduli seberapa besar warisan yang telah diukir Guardiola di dunia pelatih sepak bola era modern, ia menyadari menjadi pelatih Real Madrid sebagai salah satu pekerjaan terberat.
(Dwi Setiawan)