TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Pengelola Gerbang Mas Bahari Waterpark Tegal optimis bakal ada peningkatan jumlah wisatawan di masa libur sekolah yang berbarengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Mereka telah melakukan berbagai persiapan menyambut libur sekolah dan Nataru.
Manager Gerbang Mas Bahari Waterpark Tegal, Sairin Sayidi mengatakan, satu tahun terakhir terjadi penurunan jumlah wisatawan.
Penyebabnya antara lain menurunnya wisatawan dari Jawa Barat imbas larangan study tour oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Faktor lainnya, adanya larangan penggunaan odong-odong ke Kota Tegal yang menyebabkan turunnya pengunjung dari Kabupaten Tegal maupun Brebes.
"Jadi banyak rombongan pelajar TK dan SD kesusahan ke sini karena tidak boleh menggunakan odong-odong."
"Disamping banyaknya saingan wisata lain juga," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (10/12/2025).
Meski begitu, Sairin Sayidi optimis di masa libur sekolah dan Nataru ini akan ada peningkatan wisatawan.
Waterpark yang dikelolanya itu cukup luas. Memiliki enam wahana kolam renang dan kawasan yang teduh karena banyak pepohonan rindang.
Kapasitas wisatawan mencapai 2.000 orang.
Sedangkan kolam renang ada beberapa kategori, seperti kolam kiddy, dua kolam river, kolam gurita, kolam olympic junior, dan kolam olympic dewasa.
"Persiapan kami jelang liburan, memastikan keamanan dan kebersihan lingkungan, terutama kebersihan air kolam renang," ungkapnya.
Sairin Sayidi mengatakan, harga tiket masuk hari biasa Rp25 ribu per orang dan hari libur Rp30 ribu per orang.
Harga tiket tersebut sudah free untuk enam wahana kolam renang.
Sedangkan tiket masuk untuk kegiatan ekstrakurikuler seharga Rp10 ribu.
"Kami juga ada harga khusus untuk rombongan. Jadi minimal 25 wisatawan, ada potongan harga 20 persen," jelasnya.
Sairin Sayidi mengatakan, pihaknya juga akan meningkatkan keamanan pengunjung di masa libur sekolah dan Nataru.
Ada petugas keamanan dan pemantauan di tiap kolam renang.
Selain kolam renang, di area waterpark ada kantin dengan pedagang yang menyajikan berbagai menu kuliner.
"Kami juga rutin memberikan imbauan kepada wisatawan baik saat masuk ataupun melalui sound system."
"Untuk menjaga barang bawaan dan memperhatikan anak-anaknya," katanya. (*)