WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 22 korban tewas dalam kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, telah teridentifikasi, Rabu (10/12/2025).

Di tahap satu ada 3 jenazah teridentifikasi, tahap dua ada 7 jenazah, dan Rabu sore lalu ada 12 jenazah yang telah teridentifikasi.

"Totalnya 22 jenazah teridentifikasi," kata Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Prima Heru, dalam konferensi pers hasil identifikasi korban kebakaran Terra Drone, Rabu.

Seluruh korban meninggal sudah dipulangkan ke rumah keluarga masing-masing di hari yang sama.

Kepala Biro Kedokteran dan Kesehatan (Karo Dokpol) RS Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengungkapkan, penyebab kematian seluruh korban karena menghirup gas beracun jenis monoksida (CO). 

"Penyebab kematian berdasarkan dari pemeriksaan staf dan para personel spesialis forensik itu mengarah terhirupnya asap dan kemudian gas karbon monoksida," kata Nyoman Eddy.

Ia menyebutkan, gas karbon monoksida dapat dikategorikan sebagai gas beracun yang berpacu dengan oksigen masuk ke dalam organ manusia.

Menurut Nyoman, gas ini diduga dihasilkan oleh material yang terbakar di dalam gedung.

Asapnya yang memenuhi ruangan mengalahkan oksigen.

Gas beracun ini ditemukan juga pada darah korban berdasarkan pemeriksaan pada laboratorium.

"Ada pemeriksaan laboratorium sederhana melalui darahnya tadi juga terbukti bahwa itu tinggi kandungan karbon monoksida," kata Nyoman Eddy.

Kepala Bidang Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes dr Martinus Ginting, menjelaskan, seharusnya darah mengandung oksigen dan hemoglobin (HB) untuk bisa berfungsi secara normal.

Ketika gas karbon monoksida berkadar tinggi memasuki darah, gas tersebut akan mengikat hemoglobin berkisar 20 sampai 30 kali lebih kuat.

"Ketika kadar CO-CO2 tinggi, kemampuan berikatan antara hemoglobin dengan CO atau CO2 tadi lebih kuat mungkin 20-30 kali daripada ikatan hemoglobin dengan oksigen," jelas dia.

Gas yang dihasilkan material di dalam kantor itu melesak masuk ke dalam darah melalui indra penciuman dan kemudian menghambat pernapasan korban.

"Ketika terbakar itu kadar keluar CO atau CO2 itu berikatan dengan darah, sehingga orang tersebut tidak bisa bernapas," jelas Martinus Ginting.

Material Baterai Litium

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyebutkan, gedung perkantoran itu difungsikan sebagai gudang sekaligus tempat servis drone berukuran besar.

"Selain (jadi tempat) servis, tempat ini juga ada gudang," kata Susatyo.

Maka dari itu, diduga ada banyak stok baterai litium yang tersimpan dalam kantor.

Polisi masih mendata jumlah baterai yang disimpan di sana dalam penelusuran penyebab pasti kebakaran.

"Stok baterai yang baru mungkin baru datang," ucapnya.

Saat kejadian, salah satu baterai diduga terbakar dan beberapa karyawan berusaha memadamkannya dengan APAR.

Namun, api bergerak cepat menyebar ke seluruh ruangan yang difungsikan sebagai gudang.

"Baterai terbakar ini menyebar karena di lantai satu ini adalah salah satu tempat gudangnya," kata Susatyo.

Daftar 22 korban kebakaran Terra Drone yang sudah teridentifikasi:

1. Siti Sa’addah Ningsih, perempuan, 24 tahun

2. Emilia Salim Tan, perempuan, 23 tahun

3. Ervina, perempuan, 25 tahun

4. Chandra Faajriati, perempuan, 19 tahun

5. Tahsya Larasati, perempuan, 25 tahun

6. Sendy Wijaya, laki-laki, 27 tahun

7. Rayhansyah Pinago, laki-laki, 24 tahun

8. Chintia Leni, perempuan, 29 tahun

9. Rosdiana, perempuan, 26 tahun

10. Muh Ikhsanul Mirja, laki-laki, 22 tahun

11. Syaiful Fajar, laki-laki, 38 tahun

12. Assyifa Mulandar, perempuan, 25 tahun

13. Pariyem, perempuan, 31 tahun

14. Ninda Tan, perempuan, 32 tahun

15. Muhammad Ariel Budiman, laki-laki, 24 tahun

16. Mochamad Apriyana, laki-laki, 40 tahun

17. Della Yohana Simanjuntak, perempuan, 22 tahun

18. Nazaellya Tsabita Nurazisha, perempuan, 27 tahun

19. Athiniyah Isnaini Rasyidah, perempuan, 18 tahun

20. Rufaidha Lathiifunnisa, perempuan, 22 tahun

21. Novia Nurwana, perempuan hamil, 28 tahun

22. Yoga Valdier Yaseer, laki-laki, 28 tahun

 

Sumber: Kompas.com

Baca Lebih Lanjut
3 Korban Kebakaran Terra Drone Jakarta Pusat Meninggal Akibat Hirup Asap
Satrio Sarwo Trengginas
Perusahaan Siap Tanggung-jawab setelah Kebakaran Gedung Terra Drone Menewaskan 22 Orang
Irwan Wahyu Kintoko
Terjebak di Atap Gedung saat Kebakaran, Terungkap Nasib 19 Karyawan Terra Drone Minta Tolong
Alga W
Daftar 7 Korban Kebakaran Terra Drone yang Teridentifikasi RS Polri, Total 10 Jenazah Terungkap
Wahyu Septiana
Gubernur Syok Lihat Gedung Terra Drone yang Kebakaran, Tangga Kecil hingga Pintu Darurat Terkunci
Ani Susanti
Kebakaran Gedung Terra Drone: 22 Orang Tewas Termasuk Seorang Ibu Hamil
Acos Abdul Qodir
Kebakaran ruko di Jakpus, Tim Labfor Polri olah TKP ungkap penyebab
Antaranews
Kebakaran ruko di Jakpus, korban tewas diduga akibat karbondioksida
Antaranews
Cerita Kurir Antar Paket ke Ibu Hamil Sebelum Kebakaran Gedung Terra Drone, Nangis Korban Tewas
Rr Dewi Kartika H
RS Polri: 3 Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Berhasil Teridentifikasi
Erik S