Laporan Wartawan TribunJatim.com, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Laga Persatu Tuban vs Perseta Tulungagung pada lanjutan Grup C Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Kamis (11/12/2025) berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Perseta Tulungagung.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal.
Perseta Tulungagung mampu unggul lebih dulu melalui skema serangan balik cepat.
Bermula dari bola bebas Persatu, pemain Perseta langsung mengirim umpan terobosan yang diselesaikan dengan baik oleh Bayu pada menit ke-13.
Tiga menit berselang, Persatu kemudian berhasil menyamakan kedudukan.
Berawal dari tendangan bebas, bola muntah berhasil dimanfaatkan Antok untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Menjelang akhir babak pertama, tepatnya di menit ke-43, Toriq kembali membawa Perseta unggul 1-2 lewat sepakan kerasnya ke gawang Persatu.
Perseta harus menghadapi situasi sulit setelah pemain mereka, Fidthyan, diganjar kartu merah pada tambahan waktu babak pertama usai menerima kartu kuning kedua.
Meski bermain dengan 10 pemain di babak kedua, Perseta tetap memberikan perlawanan.
Persatu mendapatkan berpeluang menyamakan skor pada menit ke-56 melalui titik penalti.
Namun eksekusi Antok gagal menembus gawang Perseta, membuat skor 1-2 tidak berubah hingga laga usai.
Usai pertandingan, Direktur Teknik Perseta Tulungagung, Bambang Sumantri, bersyukur atas kemenangan yang diraih timnya.
“Alhamdulillah diberi kemenangan hari ini. Tim Perseta masih excellent (bagus sekali) untuk memberikan yang terbaik di pertandingan-pertandingan selanjutnya,” ujarnya.
Menurutnya, laga berjalan sangat luar biasa, karena kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk menjadi juara grup.
“Kita sudah antisipasi bagaimana bermain dengan 10 pemain. Sepak bola bukan hanya taktik, tapi mental. Banyak pemain kami masih muda, kelahiran 2005-2006, dan ini jadi ajang mereka belajar,” katanya.
Ia juga sangat mengapresiasi kerja keras para pemain muda Perseta yang dianggap tampil sangat luar biasa.
Sementara di kubu Persatu Tuban, Pelatih Persatu Tuban, Khoirul Anam menyebut kekalahan ini karena keberuntungan belum berpihak pada timnya.
“Tuhan masih belum berpihak pada Persatu. Padahal kita unggul jumlah pemain, tapi anak-anak belum bisa memanfaatkan. Kita kecolongan lagi dan skor jadi 2-1,” ucapnya.
Terkait penalti yang gagal, Anam menilai itu bagian dari nasib. Sebab seharusnya penalti memiliki peluang 99,9 persen gol.
Namun ia berdalih bahwa gagalnya penalti karena Tuhan belum berpihak.
“Mudah-mudahan lawan Lamongan kita bisa tiga poin. Saya bertanggung jawab sepenuhnya,” pungkasnya.
1. Perseta Tulungagung – 9 poin
2. Persatu Tuban – 4 poin
3. Bumi Wali FC – 4 poin
4. Lamongan FC – 0 poin
5. Bojonegoro FC – 0 poin