TRIBUNJATIM.COM - Kasus penusukan terhadap seorang wanita yang merupakan ibu dua anak di Medan masih bergulir dan jadi sorotan.
Penusukan tersebut diduga dilakukan oleh AI, anak kandungnya yang masih duduk di bangku SD.
AI (12) dikenal sebagai anak yang pendiam, ramah, dan berprestasi di sekolah.
Warga sekitar mengaku terkejut dengan kejadian ini karena keluarga tersebut dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Menurut warga, keluarga korban jarang keluar rumah dan hampir tidak bergaul dengan tetangga, sehingga masalah internal keluarga sulit diketahui.
Dugaan motif pembunuhan berawal dari masalah rumah tangga, meskipun hal ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Di tengah penyelidikan, muncul isu di media sosial yang menyebutkan adanya dugaan suami korban yang selingkuh dan meminta cerai sebelum kejadian.
Akun yang berlum terkonfirmasi ini mengklaim (mengaku) dari keluarga korban memberikan klarifikasi yang menimbulkan pertanyaan baru terkait motif dan pelaku sebenarnya.
Berbagai asumsi terus bermunculan di media sosial terkait kasus pembunuhan ibu kandung di Medan ini.
Termasuk soal dugaan bahwa AI (12) hanya dijadikan kambing hitam di persoalan rumah tangga antara istri dan suami.
Polrestabes Medan melakukan pra rekonstruksi kasus anak diduga membunuh ibunya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (14/12/2025)
Selama enam jam melakukan pra rekonstruksi, ada 43 adegan.
Pelaku berinisal SAS (12) yang masih duduk disekolah dasar (SD) kelas 6, terhadap ibunya Faizah Soraya alias Ayu (42).
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak mengungkap, bahwa pra rekon itu dilakukan untuk menyempurnakan proses penyidikan yang dilakukan oleh pihaknya.
"Pra rekonstruksi ini yang ke dua. Pra rekon pertama dilakukan di polres dengan pemeran pengganti. Kali ini dilakukan sesuai dengan fakta aslinya," ujar Kombes Pol Dr Jean Calvijn saat ditemui di lokasi TKP, Minggu (14/12/2025), seperti dikutip TribunJatim.com via Tribun Medan, Senin (15/12/2025).
Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan penggeledahan kembali. dan beberapa barang diamankan pihaknya juga didalami.
"Ada beberapa barang kami bawa untuk didalami," ungkapnya.
Terkait penetapan tersangka, Kombes Pol Calvijn enggan membeberkan secara rinci.
Hingga kini pihaknya, masih menunggu hasil pemeriksaan assessment psikologi anak berhadapan dengan hukum yang dilakukan Dinas perlindungan anak dan Pihak terkait lainnya.
"Mudah-mudahan di minggu ini, apabila hasil tersebut yang dilakukan oleh pendamping baik itu dari psikolog, dinas perlindungan anak, bapas dan tim terkait lainnya, termasuk KPAI, biar secara terang benderang ini bisa kompilir. Semua hal-hal penyidik perlukan supaya membuat peristiwa ini terang benderang," katanya.
Perwira menengah tiga bunga melati emas ini mengimbau untuk masyarakat untuk bersabar.
Ia juga berharap seluruh elemen menjaga kasus tersebut karena melibatkan anak yang berhadapan dengan hukum.
Pihaknya mengaku sangat berhati-hati dalam menangani perkara tersebut.
"Perlu diingat, tolong bersabar, tolong kita jaga bersama kasus ini karena kami menangani kasus anak berumur 12 tahun 37 hari saat kejadian. Kami mohon, apabila kasus ini sudah layak kami informasikan, maka akan kami sampaikan," pungkasnya.
Polrestabes Medan masih terus mendalami kasus pembunuhan seorang ibu oleh yang diduga dilakukan oleh anak kandungnya sendiri di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.
Terduga pelaku yang diamankan saat ini berinisial AI (12), perempuan berstatus pelajar SD menuju SMP.
AI diduga menikam ibunya, FS (42), hingga tewas di tempat tidur.
Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.
"Pelaku sudah dibawa ke Polrestabes Medan, hingga kini masih proses pendalaman dan pemeriksaan dengan pendampingan," ucapnya.
Bayu menjelaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap A dilakukan dengan hati-hati mengingat usianya yang masih di bawah umur dan kondisi psikologisnya.
"Masih kita periksa, karena masih kecil dan trauma, dan harus ada pendamping nih," kata AKBP Bayu saat dikonfirmasi awak media.
Sementara itu, motif di balik perbuatan keji tersebut masih menjadi fokus penyelidikan.
Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk jumlah dan luka tusukan pada korban.
"Untuk tusukan terhadap korban kita masih mendalami. Masih di dalami," lanjutnya