Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Proses pemulihan aliran listrik dalam 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara pascabencana banjir dan longsor masih berlangsung lambat.
Berdasarkan laporan resmi PLN per 3 Desember 2025 pukul 15.00 WIB yang diperoleh Serambinews.com dari Pusat Informasi Posko Bencana Banjir di Aceh Utara, tingkat pemulihan listrik baru mencapai 53 persen, dengan hanya empat kecamatan yang telah pulih sepenuhnya.
Sedangkan sebagian besar wilayah lainnya atau dalam 23 kecamatan masih bergantung pada perbaikan jaringan yang rusak parah, terutama di daerah yang akses jalannya terputus.
Sejumlah kecamatan menghadapi kondisi kritis dengan tingkat pemulihan sangat rendah.
Kecamatan Baktiya Barat baru pulih 5 persen, sementara Cot Girek 30 persen dan Lapang 20 persen.
Kecamatan Nisam Antara hanya mencapai 10 persen pemulihan, bahkan Pirak Timur dan Sawang masih berada di angka 0 persen.
Baca juga: VIDEO Viral Truk truk Tangki Seberat 15 Ton Tersapu Banjir Bandang
Kedua wilayah ini baru direncanakan menyala pada 24 Desember 2025, karena kerusakan jaringan yang luas dan belum tersedianya akses alat berat ke lokasi.
Kecamatan paling terdampak adalah Langkahan, yang hingga kini masih berada pada kondisi 0 persen pemulihan.
PLN melaporkan bahwa akses menuju wilayah tersebut masih putus total akibat jalan longsor dan kerusakan jembatan.
Proses perbaikan belum dapat dilakukan karena tidak adanya jalur masuk bagi tim teknis, sehingga target penyalaan ditetapkan paling lambat 31 Desember 2025.
Sementara itu, empat kecamatan telah pulih sepenuhnya, yaitu Lhoksukon, Meurah Mulia, Samudera, dan Syamtalira Aron.
Di wilayah ini, perbaikan jaringan sudah selesai dan aliran listrik kembali normal. Meski demikian, PLN tetap melakukan pemantauan untuk mengatasi kemungkinan gangguan lanjutan akibat kondisi tanah yang masih labil.
Baca juga: VIDEO Helikopter Berhasil Turunkan Bantuan Logistik ke Bener Meriah
Secara keseluruhan, PLN menyebut bahwa pemulihan listrik di Aceh Utara membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan daerah lain karena jaringan induk dan jaringan distribusi rusak berat di banyak titik.
Selain itu, genangan air dan material longsor masih menghalangi akses teknisi. PLN memastikan bahwa seluruh sumber daya telah dikerahkan, termasuk penambahan personel dan armada pendukung dari provinsi lain.
Sedangkan untuk Kecamatan Geuredong Pase sudah mencapai 95 persen pemulihan dan ditargetkan listrik kembali normal pada 10 Desember 2025.
Adapun di Kecamatan Kuta Makmur mencapai 90 persen dan ditargetkan pulih pada 5 Desember 2025.
Sementara itu, Tanah Pasir berada pada tingkat pemulihan 90 persen dan ditargetkan menyala penuh pada 8 Desember 2025.
Beberapa wilayah lain juga menunjukkan pemulihan cukup tinggi, seperti Syamtalira Bayu dan Tanah Jambo Aye, yang masing-masing telah mencapai 97 persen dan diproyeksikan pulih total pada 10 Desember 2025.
Baca juga: VIDEO Sudah Sepekan Jalan ke Singkil Putus, Warga Desak Jembatan Darurat
Selanjutnya, Kecamatan Nibong telah mencapai 80 persen dan dijadwalkan pulih pada 17 Desember 2025.
“Ya, pendopo kita fungsikan sementara jadi Posko bencana banjir, karena di Lhoksukon ketika banjir listrik dan internet padam,” ujar Plt Sekda Aceh Utara, Jamaluddin kepada Serambinews.com. (*)