TRIBUNWOW.COM - Persija Jakarta diserbu Jakmania 1 hal di luar dugaan seusai libas PSIM Yogyakarta, Arema FC patut siaga.
Dilansir TribunWow.com, Persija Jakarta berhasil tundukkan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Dua gol kemenangan Persija Jakarta berhasil disarangkan oleh Maxwell Souza (77') dan Allano Brendon (90+5').
Kemenangan yang serasa spesial karena bertepatan dengan HUT Persija Jakarta ke-97 tahun.
Baca juga: Hasil Liga 1 - Persija Jakarta Vs PSIM Yogyakarta: Andritany Cs Cenderung Ulang Memori 7 Tahun Lalu?
Baca juga: Kota The Big Durian Disesaki Pemain Abroad Timnas Indonesia, Bos Persija Jakarta: Ada 2 Atau 3 Lagi
Berkat kemenangan itu, Persija Jakarta berhasil menempel ketat Borneo FC di posisi dua teratas klasemen sementara.
Persija Jakarta bertengger di posisi kedua dengan catatkan 29 poin dari 13 pertandingan.
Margin 4 poin dari Borneo FC yang berada di posisi pertama dengan 33 poin dari 11 pertandingan.
Di sisi lain, selepas laga, kemenangan Persija Jakarta itu juga turut membuat Jakmania desak manajemen untuk lakukan 1 hal.
Ya, Jakmania yang terpukau dengan performa bek pinjaman Arema FC dari Brasil, Thales Lira mendesak manajemen untuk beri kontrak permanen untuknya.
Komentar pujian untuk Thales Lira dapat diketahui pada unggahan terkait hasil akhir laga di Instagram resmi Persija Jakarta.
"THALES LIRA OUTSTANDING PERFORMANCE," tulis @jkt.football
"Thales (emoji api)," tulis @wijayaedit
"thalesss goks jugaaa," tulis @piptzyyy
"Menurut gw yg paling gacor talas lira, walaupun dia gk bikin gol tetapi permainan y sangar," tulis @bayu.negara.395
"Thales harus perpanjang kontrak @persija x @thaleslira40," tulis @10_iky
"THALES NGOTOT BENER," tulis @fajartribayuaji
"Malem ini Thales MOTM nya sih," tulis @supordinary
"Thalesss lagi gacor," tulis @_ekacusss
Dengan performa apik Thales Lira, tak menutup kemungkinan Persija Jakarta bakal beri kontrak permanen untuk eks PSS Sleman itu.
Adanya potensi itu tentu saja wajib diwaspadai Arema FC.
Jika tak ingin kehilangan Thales Lira, perpanjangan kontrak jadi jalan Singo Edan untuk amankan sang bek dari kans dipermanenkan Persija Jakarta.
Baca juga: Susunan Pemain Persija Jakarta Vs PSIM Yogyakarta: Kiper Ketiga Santapan Empuk Maxwell Souza Cs?
Jalannya Pertandingan
Babak Pertama
Sejak menit pertama, Persija Jakarta coba ambil inisiatif laga.
Di menit ke-2, sundulan selamat datang memanfaatkan intersep salah pemain PSIM Yogyakarta sukses dilesatkan oleh Van Basty Sousa.
Beruntung, sundulan Van Basty masih membentur tiang gawang.
Tiga menit berselang, winger PSIM Yogyakarta, Anton Fase tebar ancaman nyata.
Posisi Andritany yang berdiri lebih ke sisi kanan buat Anton Fase lakukan loop bola ke sisi kiri Persija Jakarta.
Beruntung, sepakan loop nya masih melebar dari jala Andritany.
Hingga menit ke-24, Persija Jakarta terus menekan melalui aksi-aksi dari Maxwell, Witan Sulaeman dan Alano Brendon.
Pada menit ke-27, umpan crossing Bruno Tubarao diteruskan backheel oleh Thales Lira.
Sayang, umpan akrobatik itu masih gagal diteruskan oleh Eksel Runtukahu karena lebih dekat ke Khairul Fikri.
Pada menit ke-33, peluang emas didapatkan Witan Sulaeman.
Umpan terobosan Alano Brendon sukses membuat Witan Sulaeman berdiri tanpa penjagaan.
One on one dengan Khairul Fikri, sepakan Witan Sulaeman masih melebar.
Hingga akhir babak pertama dibunyikan, skor tetap tidak berubah.
PSIM Yogyakarta Sejak menit pertama, Persija Jakarta coba ambil inisiatif laga.
Di menit ke-2, sundulan selamat datang memanfaatkan intersep salah pemain PSIM Yogyakarta sukses dilesatkan oleh Van Basty Sousa.
Beruntung, sundulan Van Basty masih membentur tiang gawang.
Tiga menit berselang, winger PSIM Yogyakarta, Anton Fase tebar ancaman nyata.
Posisi Andritany yang berdiri lebih ke sisi kanan buat Anton Fase lakukan loop bola ke sisi kiri Persija Jakarta.
Beruntung, sepakan loop nya masih melebar dari jala Andritany.
Hingga menit ke-24, Persija Jakarta terus menekan melalui aksi-aksi dari Maxwell, Witan Sulaeman dan Alano Brendon.
Pada menit ke-27, umpan crossing Bruno Tubarao diteruskan backheel oleh Thales Lira.
Sayang, umpan akrobatik itu masih gagal diteruskan oleh Eksel Runtukahu karena lebih dekat ke Khairul Fikri.
Pada menit ke-33, peluang emas didapatkan Witan Sulaeman.
Umpan terobosan Alano Brendon sukses membuat Witan Sulaeman berdiri tanpa penjagaan.
One on one dengan Khairul Fikri, sepakan Witan Sulaeman masih melebar.
Hingga akhir babak pertama dibunyikan, skor tetap tidak berubah.
PSIM Yogyakarta sukses tahan Persija Jakarta 0-0.
Babak Kedua
Di babak kedua, Persija Jakarta terus bombardir lini belakang PSIM Yogyakarta.
Sundulan Thales Lira masih mampu diblock pertahanan PSIM Yogyakarta.
Terlepas dari jebakan offside, Allano Brendon mampu lakukan kontrol sempurna.
Umpan ke belakang pertahanan PSIM Yogyakarta buat Allano Brendon one on one dengan kiper PSIM Yogyakarta Khairul Fikri.
Sayang, sepakan Allano Brendon melebar ke sisi kanan jala Fikri.
Umpan Tubarao di menit ke-65 mengarah tepat ke Witan Sulaeman.
Apes, sepakan voli Witan Sulaeman masih melambung dari jala PSIM Yogyakarta.
Baru masuk, sentuhan pertama Savio Sheva on target ke jala Andritany.
Beruntung, Andritany masih berada di posisi yang tepat untuk menghalaunya.
Akhirnya, gol yang dinantikan Jakmania tercipta di menit ke-75 melaui skema cornerkick.
Bola sempat disundul Allano dan mengarah ke Witan Sulaeman.
Umpan tembok Witan Sulaeman berhasil buat Maxwell Souza cetak gol untuk Macan Kemayoran.
Sepakan keras Maxwell Souza buat Khairul Fikri akhirnya kena mental kejebolan setelah tampil apik.
Selebrasi bak model gemuruhkan SUGBK dilakukan oleh barisan pemain Brasil Persija Jakarta.
Sayang, selebrasi yang sempat dilakukan di depan tribun VIP itu kena tegur pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza.
Allano, Alan Cardoso, Maxwell Souza dan Van Basty yang sempat dengan senang merayakan selebrasi seketika langsung membubarkan diri.
Seraya menunjuk ke tengah lapang, Mauricio Souza menegur Alan Cardoso yang langsung direspon dengan pemain lain.
Panggilan wasit karena terlalu lama selebrasi ditaksir jadi sebab teguran Souza ke anak asuhnya saat selebrasi.
Kecerdikan Souza masukkan Arlyansyah Abdulmanan berbuah manis.
Umpan yang notabene sentuhan pertama Arlyansah mampu diteruskan umpan cut back cantik Cardoso ke Allano Brendon.
Sepakan keras Allano Brendon buat mati kutu kiper ketiga PSIM Yogyakarta.
Skor berubah 2 menit jelang laga usai menjadi 2-0.
Gol di menit akhir itu jadi penutup laga yang dimenangkan Persija Jakarta dengan skor meyakinkan 2-0 atas PSIM Yogyakarta.
Susunan Pemain Persija Jakarta Vs PSIM Yogyakarta
Persija Jakarta dan PSIM Yogyakarta sama-sama kehilangan pemain pilarnya dalam laga ini.
Tuan rumah Persija Jakrta kehilangan Dony Tri Pamungkas dan Rayhan Hannan yang mendapatkan panggilan TC Timnas U22 Indonesia jelang SEA Games 2025.
Baca juga: Kota The Big Durian Disesaki Pemain Abroad Timnas Indonesia, Bos Persija Jakarta: Ada 2 Atau 3 Lagi
Paling mencolok tentu saja absennya sang kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho.
Rizky Ridho absen karena akumulasi kartu kuning.
Tak kalah parah dari Persija Jakarta, PSIM Yogyakarta juga kehilangan 3 tulang punggung utamanya.
Jean-Paul van Gastel tak bisa menurunkan Ze Valente absen karena akumulasi kartu kuning.
Sementara Raka Cahyana dan Cahya Supriadi absen karena mendapatkan panggilan TC Timnas U22 Indonesia.
Dan untuk Harlan Suardi, kiper kedua PSIM Yogyakarta itu absen karena cedera ACL.
Dengan absennya dua kiper PSIM Yogyakarta, maka, mau tidak mau, Jean-Paul van Gastel harus turunkan kiper ketiga Laskar Mataram, Khairul Fikri.
Kiper yang notabene belum catatkan menit bermain sama sekali di musim ini bersama PSIM Yogyakarta.
Kelemahan itu bisa saja dimanfaatkan Persija Jakarta yang tampil full attack dengan menurunkan empat pemain berkarakter menyerang yakni Maxwell Souza, Allano Brendon, Eksel Runtukahu dan Witan Sulaeman.
Baca juga: Preview Persija Jakarta Vs PSIM Yogyakarta: Laskar Mataram Pincang Tanpa 4 Pilar, Macan Untung Besar
Pelatih: Mauricio Souza
Kiper: Andritany Ardhiyasa
Belakang: Alan Cardoso, Jordi Amat, Thales Lira
Gelandang: Bruno Tubarao, Fabio Silva, Van Basty Sousa, Witan Sulaeman
Penyerang: Eksel Runtukahu, Alano Brendon dan Maxwell Souza
Cadangan: Hansamu Yama Pranata, Muhamad Hafizh Rizkianur, Jehan Pahlevi, Alwi Fadilah, Muhammad Baihaqi Rifai, Figo Dennis, Aditya Warman, Carlos Eduardo, Gustavo Franca, Alfriyanto Nico.
Pelatih: Jean-Paul van Gastel
Kiper: Khairul Fikri
Belakang: Franco Mingo, Reva Adi Utama, Rio Hardiawan, Yusaku Yamadera
Gelandang: Fahreza Sudin, Anton Fase, Rahmatshoh Rahmatzoda, Ghulam Fatkur, Ezequiel Vidal
Penyerang: Nermin Haljeta
Cadangan: Gilang Ardha Pradipta, Diandra Diaz, Dede Sapari, Irfan, Ikhsan Chan, Deri Corfe, Rendra Teddy, Muhammad Iqbal, Andy Setyo, Riyatno Abiyoso, Maresca Amavisca.
Diandra Dewari, Dede Sapari, Irfan, Ikshan Chan, Rafinha, Rio Hardiawan, Harlan Suardi, Fahreza Sudin dan Maresca Amavisca
(TribunWow.com/Adi Manggala S)