TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pasar Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kini menjadi destinasi wisata bagi warga luar kota.
Pasar Tawangmangu bernuansa klasik, kini tidak hanya dikenal sebagai tempat belanja sayur segar dan tanaman hias, tetapi juga sebagai surga kuliner tradisional.
Berada di kawasan wisata pegunungan, pasar ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Pasar Tawangmangu sendiri beralamat di Jl. Raya Matesih-Tawangmangu No.16, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Lokasinya berjarak 39 kilometer dari pusat Kota Solo dan bisa ditempuh kurang lebih 1 jam 10 menit kendaraan pribadi.
Baca juga: Asal-usul Situs Candi Bekelan Klaten: Puing Sejarah Tertimbun Semak, Diyakini Lebih Tua dari Merak
Selain berburu hasil bumi khas lereng Lawu, banyak pengunjung sengaja datang untuk mencicipi aneka jajanan tradisional yang masih dijaga keaslian rasanya.
Hawa dingin Tawangmangu justru membuat pengalaman kuliner di pasar ini semakin nikmat.
Berikut sejumlah kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Pasar Tawangmangu.
Salah satu kuliner yang paling mudah ditemukan di Pasar Tawangmangu adalah lenjongan.
Sajian ini berupa aneka jajanan pasar tradisional yang disusun dalam satu porsi. Isinya beragam, mulai dari gendar, klepon, sawut, jongkong, gatot, getuk, tiwul, cenik, ketan hitam, ketan putih, hingga grontol.
Semua jajanan tersebut disiram sirup gula merah atau ditaburi gula pasir dan parutan kelapa.
Perpaduan rasa manis dan gurihnya membuat lenjongan digemari wisatawan lintas usia, terutama mereka yang rindu cita rasa jajanan tradisional khas Jawa.
Baca juga: 5 Rekomendasi Kuliner di Sukoharjo Jawa Tengah : Lokasi Tersembunyi, Tetap Ramai Diburu
Di sekitar Pasar Tawangmangu, pengunjung juga mudah menemukan pedagang molen pisang.
Namun yang khas di sini adalah molen mini. Ukurannya lebih kecil dibanding molen pada umumnya, sehingga pas disantap sebagai camilan ringan.
Molen mini khas Tawangmangu biasanya disajikan dengan taburan gula halus, menambah rasa manis dan tekstur renyah.
Banyak wisatawan membeli molen mini untuk dinikmati langsung atau dijadikan teman minum teh hangat.
Baca juga: 5 Rekomendasi Kuliner di Wonogiri Jateng Selain Bakso-Mie Ayam, Rasanya Otentik dan Melegenda
Di sore hari, kawasan depan Pasar Tawangmangu menjadi tempat berburu sego gablok.
Kuliner ini berupa nasi uduk yang dimasak ulang dengan cara dikukus dan dibungkus daun pisang, sehingga aromanya semakin harum.
Sego gablok biasanya disajikan dengan gadon, yakni daging ayam cincang yang dicampur telur dan santan berbumbu. Alternatif lainnya adalah bongko, pepes dari kacang tunggak atau kacang tolo.
Dengan harga sekitar Rp6.000 per porsi, sego gablok menjadi pilihan favorit untuk menghangatkan badan di tengah sejuknya udara Tawangmangu.
Baca juga: 9 Makanan Populer di Solo yang Ternyata Berasal dari Belanda, Ada Kuliner Legendaris
Bagi pencinta jajanan tradisional kering, sagon menjadi kuliner yang tak boleh dilewatkan.
Kue berbahan dasar kelapa ini memiliki rasa khas perpaduan manis dan gurih.
Penjual sagon biasanya mangkal di sekitar pintu masuk Pasar Tawangmangu, dekat tangga menuju lantai atas.
Banyak wisatawan membeli sagon sebagai oleh-oleh karena tahan lama dan mudah dibawa.
Jadah dan wajik menjadi dua kuliner berbahan ketan yang paling mudah ditemukan di Pasar Tawangmangu.
Teksturnya legit dengan cita rasa manis yang khas, membuat keduanya sering dijadikan buah tangan setelah berwisata.
Tak sedikit wisatawan yang membeli jadah dan wajik dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada keluarga atau kerabat di rumah.
Kedua jajanan ini juga cocok dinikmati bersama teh panas di tengah udara dingin pegunungan.
(*)