TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Adrenalin dan keindahan alam menyatu dengan pertualangan canyoning atau canyoneering, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Salah satunya, canyoneering yang dikelola oleh Sekawan Rope Access di Riam Merasap, Kabupaten Bengkayang. 

Leader atau pengelola, Abdul Aziz, menceritakan awal ide membangun olahraga alam tersebut.

Ia mengatakan berangkat dari hobinya yang senang berkegiatan di alam bebas dan juga membuka jasa atau usaha perawatan gedung, membuat Aziz terlintas untuk mengembangkan hobinya tersebut menjadi kegiatan olahraga canyonering.

"Ide awalnya itu kebetulan saya inikan hobi di kegiatan alam bebas dan juga saya ini ada jasa atau usaha itu jasa perawatan gedung. Jadi kebetulan saya itu mempunyai alat-alat untuk di pekerjaan di ketinggian," jelasnya kepada tribunpontianak.co.id.

Tak hanya itu, olahraga alam canyoneering ini juga sedang hits diberbagai kalangan.

"Dan saya lihat di sosial media kayaknya sekarang itu lagi hangat-hangatnya olahraga alam bebas terutama yang ekstrim canyonering atau rappling," ucapnya.

• Ghea Indrawari Tampil Menggemaskan di Panggung Generasi Happy 3 Singkawang

Kemudian, untuk mewujudkan agar olahraga ekstrem canyoring itu agar bisa berjalan. Aziz mengajak rekan-rekannya untuk terlibat, antaranya ia mengajak dari rekannya yang dari Mapala, FPTI, dan FAJI.

Maka, terwujudlah dari Bulan Juli 2025, ia bersama timnya membuka trip canyonering pertama kalinya di Riam Merasap, Bengkayang.

Aziz pun membentuk timnya dengan rekan-rekannya yang sudah berpengalaman. Sehingga keamanan dan keselamatan para pemain dapat terjamin dengan menggunakan fasilitas sesuai SOP.

"Kalau mulainya 27 Juli tahun 2025," ucapnya.

Lanjutnya, mengatakan untuk tim panitia yang terlibat itu sekitar 15 hingga 20 orang. Kemudian, untuk peralatannya, kata dia, terdiri dari tali, full body harness, carabiner, helm dan lain-lainnya.

"Dan memang standarnya kita itu double, jadi menggunakan dua tali dan menggunakan full body harness," jelasnya.

Aziz menerangkan dengan peralatan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

"Misalnya kejadian apa-apa di satu tali itu, tali satunya bisa menyelamatkannya gitu," ucapnya.

Sedangkan, harga bermain canyonering, dijelaskan Aziz, mulai harga 350ribu dan 650ribu.

"Kalau untuk sekali main itu, kita mematok harga Rp350.000 itu untuk yang Mepo di Merasap, artinya itu kawan-kawan datang ke Merasap menggunakan kendaraan sendiri. Kalau untuk Mepo Pontianak, itu kita fasilitasi dengan transport mobil, itu harganya Rp650.000," jelasnya.

Saat ini, canyoneering Sekawan Rope Access telah membuka 10 kali trip.

Aziz mengaku, kesulitan canyoneering bergantung pada faktor alam, apalagi disaat debit air dan cuaca yang tidak mendukung.

"Memang sulit dibendung, apalagi keadaan air riam dalam kadang debit tinggi dan kadang cuaca yang tidak menentu jadi sangat-sangat menghambat dan perlu kerja ekstra," ungkapnya.

Aziz mengaku ketinggian Riam Merasap sekitar 25cm dan menurutnya, dengan ketinggian tersebut dinilai standar untuk pemula.

"Menurut saya untuk standar pemula 25 meter, cukup aman," katanya.

Tak hanya itu, dengan membuka kegiatan olahraga alam ini, diakuinya juga sebagai ajang menjalin silaturahmi dan momen berkumpul bersama.

"Motivasinya, suka aja dengan kegiatan alam bebas gini, apalagi ngumpul dengan kawan-kawan di sini. Kebetulan tim saya ini ada yang dari Sambas, ada dari Bengkayang, ada dari Pontianak. Jadi kalau ada kegiatan kayak gini tuh, inilah momen kami ngumpul-ngumpullah sekalian gitu," ungkapnya.

Aziz mengaku, antusias para peserta cukup tinggi, bahkan sering kali disaat open trip dibuka panita kewalahan karena peserta yang mendaftar telah over.

"Beberapa kesempatan itu kadang pesertanya kita udah over. Jadi kalau batasnya 25 orang , kalau udah lebih dari itu nggak saya terima lagi," katanya.

Kemudian, untuk jadwal mainnya, berdasarkan keadaan cuaca dan debit air lalu mulainya sekitar jam 7.30 WIB.

"Perkiraan itu untuk sekitar 25 peserta itu jam 2.30 atau jam 3 itu udah selesai," jelasnya.

Kedepannya, Aziz menerangkan bahwa ia bersama timnya berencana membuka trip rope swing dan olahraga flying fork di Jembatan Tayan.

"Sementara tim kita mulai terlibat di rope jumping di tayan dan juga ada flying forknya jadi saling satu paket," ucapnya.

Terakhir, Aziz berharap kepada timnya untuk saling semangat agar olahraga canyonering ini terus berjalan.

"Pesan-pesan untuk kawan-kawan biar tetap semangat. Menurut saya, ini juga ajang silaturahmi kita, kumpul-kumpul kita, tetap jaga solidnya biar semakin terlaksana dengan baik," tutupnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Baca Lebih Lanjut
Saingi Keindahan Bali, Ini Rekomendasi Kafe Bernuansa Alam di Kalsel, Cocok untuk Libur Akhir Tahun
Permukaan Sungai Meninggi, BPBD Kalsel Mengimbau Masyarakat Di Tepian Sungai dan Laut Waspada
Ratino Taufik
Tempat Wisata di Kuningan yang Cocok Dikunjungi Saat Libur Akhir Tahun
Tiketnya Murah, Cek 5 Tempat Wisata di Pringsewu untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2026
5 Rekomendasi Wisata Murah Meriah di Sragen Jawa Tengah, untuk Referensi Liburan Akhir Tahun
10 Tempat Wisata di Lembang untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2026
5 Tempat Wisata Terbaik di Sleman Jogja untuk Liburan Akhir Tahun Keluarga
5 Wisata Murah di Sragen Jateng, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun, Ada Pemandian Air Panas Bayanan
Rekomendasi Wisata Pantai di Jember Jelang Akhir Tahun 2025, Lengkap dengan Harga Tiket Masuk
10 Tempat Wisata Gratis di Kyoto Jepang untuk Liburan Akhir Tahun