TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Tjilik Riwut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).
Jalur penghubung Sampit–Palangka Raya ini kembali menjadi sorotan setelah dalam beberapa hari terakhir mencatat sejumlah insiden yang merenggut korban jiwa.
Kali ini, sebuah Bus Damri mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Trans Kalimantan, wilayah Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim, Selasa (16/12/2025) malam.
Bus DAMRI tersebut diketahui melayani rute menuju Kabupaten Lamandau dan mengalami kecelakaan saat melintas di ruas jalan pada malam hari.
Menurut keterangan warga di sekitar lokasi kejadian, kecelakaan diduga terjadi saat bus berupaya menghindari sebuah truk yang mengalami kerusakan dan berhenti di badan jalan.
Upaya menghindar tersebut membuat pengemudi kehilangan kendali hingga bus keluar jalur dan mengalami kecelakaan di lokasi yang dikenal minim penerangan.
Salah satu saksi mata, Cindy, mengatakan kecelakaan terjadi di KM 40 ruas Jalan Sampit–Palangka Raya, tepatnya di kawasan turunan.
“Laka bus di KM 40 arah Sampit–Palangka, pas turunan,” ujar Cindy saat dikonfirmasi, Rabu (17/12/2025).
Saat ditanya terkait adanya korban, Cindy memastikan seluruh penumpang bus dalam kondisi selamat.
“Alhamdulillah selamat aja,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa bus tidak menabrak kendaraan lain, melainkan keluar jalur. "Kayaknya nyungsep, soalnya pas lewat juga tadi,” ucapnya.
Dalam peristiwa tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Seluruh penumpang bus DAMRI berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
" Alhamdulillah selamat aja," bebernya.
Petugas terkait bersama warga sekitar segera melakukan penanganan di lokasi kejadian untuk mengamankan situasi dan mencegah gangguan arus lalu lintas.
Baca juga: Minibus Adu Kuat dengan Truk Boks di Pundu Kotim Kalteng, Manager Pertamina Sampit Meninggal
Baca juga: Kecelakaan Pikap vs Truk di Cempaga Kotim Kalteng, Dua Pengemudi Meninggal Dunia
Kecelakaan ini kembali menambah daftar panjang insiden lalu lintas di ruas Jalan Tjilik Riwut, yang sebelumnya juga telah terjadi kecelakaan fatal dengan korban meninggal dunia.
Sementara itu, salah satu warga Sampit, Hengky Priadi, mengeluhkan maraknya kecelakaan di jalur Sampit–Palangka Raya dan meminta perhatian serius dari pihak terkait.
“Kenapa hampir setiap hari ada saja insiden di jalan ini. Mohon dilakukan audit kelayakan jalan, apakah rambu kurang, penerangan minim, kondisi jalan rusak, atau faktor pengendara yang kurang berhati-hati,” ungkap Hengky.