TRIBUNJATENG.COM - Berikut ini kunci jawaban PKN kelas 9 halaman 136 dan 140.

Sejumlah soal pada buku mata pelajaran PKN atau Pendidikan Pancasila kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka.

Termasuk pada halaman 139 dan 140 Bab 4 Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global.

Dalam buku Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas IX karangan Yudha Dana Prahara dkk dan diterbitkan Kemdikbudristek tahun 2021, siswa kelas 9 diminta menjawab soal esai.

Ada 7 pertanyaan yang wajib dijawab pada bagian Uji Kompetensi: B dan C.

Salah satu pertanyaan yang muncul adalah Apa saja tantangan dalam menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia dalam masyarakat global saat ini? 

Jika siswa kelas 9 SMP/MTs kesulitan menjawab soal tersebut dan soal lainnya, dapat menggunakan kunci jawaban di bawah ini sebagai referensi.

Selengkapnya, inilah kunci jawaban PKN kelas 9 SMP/MTs halaman 139, 140 buku Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka bagian Uji Kompetensi: B dan C.

Kunci Jawaban PKN Kelas 9 Halaman 139 Kurikulum Merdeka

Uji Kompetensi

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

1. Apa saja tantangan dalam menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia dalam masyarakat global saat ini?

Kunci Jawaban: Masuknya budaya asing yang mudah diakses lewat internet dan media sosial membuat sebagian masyarakat, terutama generasi muda, lebih tertarik pada budaya luar. 

Selain itu, kurangnya minat untuk mempelajari budaya daerah sendiri serta anggapan bahwa budaya tradisional itu kuno juga menjadi tantangan besar. Perubahan gaya hidup modern yang serba praktis juga membuat tradisi mulai ditinggalkan.

2. Menurut pendapatmu apakah generasi muda masih tertarik dengan tradisi, kearifan lokal, dan budaya yang ada di Indonesia? Beri penjelasan secara menyeluruh!

Kunci Jawaban: Menurut pendapat saya, generasi muda masih tertarik dengan tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia, tetapi tidak semuanya.

Sebagian generasi muda masih peduli dan bangga terhadap budaya Indonesia, misalnya dengan mengikuti kegiatan seni daerah, memakai batik, atau mempromosikan budaya di media sosial. 

Namun, ada juga yang kurang tertarik karena merasa budaya tradisional tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, budaya perlu dikemas dengan cara yang lebih menarik agar generasi muda tetap mau melestarikannya.

3. Bagaimana peran aktif peserta didik dalam menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia?

Kunci Jawaban: Peserta didik dapat mempelajari dan menghargai budaya daerah sendiri, seperti bahasa daerah, tarian, dan adat istiadat. 

Siswa juga bisa ikut serta dalam kegiatan sekolah yang berkaitan dengan budaya, seperti pentas seni atau upacara adat. Peserta didik juga dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada orang lain dengan cara yang positif, termasuk melalui media sosial.

Kunci Jawaban PKN Kelas 9 Halaman 140 Kurikulum Merdeka

Melestarikan Dongeng, Merawat Peradaban

Dongeng sangat efektif sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, salah satunya kejujuran. Dengan mendongeng, seseorang bisa menjadi guru, tanpa menggurui. Dengan bercerita, anak-anak lebih mudah menerima nasihat yang diberikan. Selain itu, mereka bisa belajar dengan interaktif karena dapat bertanya langsung dengan orang yang bercerita.

Bibit kejujuran harus ditanamkan kepada anak-anak agar kelak tidak terbiasa berbohong. Pesan itu bisa disampaikan melalui dongeng. Dengan begitu, kita ikut mencegah generasi koruptor pada masa depan. 

Pendiri komunitas Kampung Dongeng Indonesia, Awam Prakoso, mengatakan, kebiasaan mendongeng perlu terus digaungkan untuk mempertahankan budaya bertutur. Upaya ini sekaligus merawat peradaban melalui nilai-nilai kebaikan yang diwariskan turun-temurun.

Mendongeng juga membangun keakraban dan kedekatan dengan anak. Jadi, saat beranjak remaja, anak lebih terbuka untuk menceritakan apa yang dialaminya. Hal ini harus dibiasakan sejak kecil. Tidak hanya secara luring (luar jaringan), mendongeng juga dapat dilakukan secara daring (dalam jaringan), seperti yang diterapkan komunitas Ayo Dongeng Indonesia. Komunitas ini menggelar sejumlah kegiatan daring, salah satunya "Dongeng Kejutan Hari Dongeng Sedunia."

1. Apakah dongeng memiliki peran dalam melestarikan tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia?

Kunci Jawaban: Ya, dongeng memiliki peran penting dalam melestarikan tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia. 

Melalui dongeng, nilai-nilai budaya seperti kejujuran, kerja keras, dan sopan santun dapat diwariskan kepada generasi muda secara menarik dan mudah dipahami. Dongeng juga menjaga tradisi bertutur yang sudah ada sejak dulu.

2. Bagaimana tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia dapat dilestarikan melalui dongeng?

Kunci Jawaban: Tradisi dan kearifan lokal dapat dilestarikan melalui dongeng dengan memasukkan cerita rakyat, adat istiadat, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat daerah. 

Dongeng yang diceritakan secara turun-temurun membuat anak-anak mengenal budaya daerahnya sejak kecil. Dengan begitu, budaya tidak mudah dilupakan oleh generasi berikutnya.

3. Pada era modern saat ini bagaimana dongeng dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia?

Kunci Jawaban: Di era modern, dongeng dapat disampaikan melalui media digital seperti video, media sosial, dan kegiatan daring. 

Dongeng juga bisa dikemas secara kreatif agar lebih menarik bagi anak-anak dan remaja. Dengan cara ini, dongeng tetap relevan dan dapat menjangkau lebih banyak orang.

4. Tulislah dongeng sederhana daerahmu. Kamu bebas menulis dongeng dengan tema apa pun!

Kunci Jawaban: Pada zaman dahulu, hiduplah seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang, putri Raja Boko dari Kerajaan Prambanan. Kerajaan itu kemudian ditaklukkan oleh Bandung Bondowoso, seorang ksatria sakti dari Kerajaan Pengging. Bandung Bondowoso jatuh cinta kepada Roro Jonggrang dan ingin menikahinya.

Roro Jonggrang tidak menyukai Bandung Bondowoso karena telah mengalahkan ayahnya. Namun, ia tidak berani menolak secara langsung. Ia pun mengajukan syarat yang sangat sulit, yaitu Bandung Bondowoso harus membangun seribu candi dalam satu malam.

Dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso hampir menyelesaikan seribu candi dengan bantuan makhluk halus. Mengetahui hal itu, Roro Jonggrang meminta para dayang menumbuk padi dan menyalakan api agar terlihat seperti pagi hari. Makhluk halus pun pergi karena mengira hari sudah pagi.

Bandung Bondowoso marah karena candinya hanya berjumlah 999. Ia menyadari bahwa Roro Jonggrang telah berbuat curang. Karena murka, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu untuk melengkapi candi yang terakhir.

*) Disclaimer:

 


Kunci jawaban PKN kelas 9 halaman 139, 140 buku Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.

 

Baca Lebih Lanjut
Kunci Jawaban PKN Kelas 9 Halaman 109 Kurikulum Merdeka: Tradisi, Kearifan Lokal, Budaya
Kunci Jawaban Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5 Halaman 87, Uji Kompetensi
Latihan Soal Uji Kompetensi Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5 SD Halaman 47
Kunci Jawaban Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi Kelas 10 SMK/MAK Bab 1, Halaman 21
Latihan Soal Uji Kompetensi Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5 SD Halaman 48
Kunci Jawaban Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi Kelas 10 Bab 4 Halaman 131
Latihan Uji Kompetensi Pendidikan Pancasila Kelas 4 SD Halaman 129 Bab 4
Latihan Uji Kompetensi Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Halaman 149 Kurikulum Merdeka
Latihan Soal & Kunci Jawaban Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5 SD Halaman 48
Kunci Jawaban Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi Kelas 10 Bab 3 Halaman 171