TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Kabupaten Cilacap optimistis tingkat kunjungan wisata ke Cilacap, Jawa Tengah, saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Cilacap menilai, tren kunjungan wisata menunjukkan sinyal positif.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disparpora Cilacap, Titi Suwarni mengungkapkan, Natal dan Tahun Baru lalu, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 163.252 orang.
Mereka tercatat berkunjung ke 23 destinasi wisata di Cilacap.
"Angka itu menjadi indikator kuat bahwa minat wisata ke Cilacap terus tumbuh meski kami meyakini, jumlah riil di lapangan bisa lebih besar," ujar Titi Suwarni, Minggu (21/12/2025).
Baca juga: Mulai Pukul 16.00 WIB, Jalan Ahmad Yani dan Delima Cilacap Jadi Satu Arah
Berdasarkan data Disparpora, Pantai Jetis Exotis menjadi destinasi paling ramai dikunjungi dengan 40.234 wisatawan, disusul Leuit Hills sebanyak 25.131 pengunjung, serta Pantai Cemara Sewu Jetis yang mencatat 18.976 kunjungan.
Destinasi lain, semisal Banyu Mili Arta Water Park & Cafe (14.805 kunjungan), Havana Hills (13.781), hingga Pantai Teluk Penyu (8.332), juga masih menjadi favorit wisatawan selama libur Nataru.
Menurut Titi, data tersebut belum sepenuhnya menggambarkan potensi pariwisata Cilacap, mengingat daerah ini memiliki sekitar 41 destinasi wisata dengan karakter beragam, mulai dari wisata pantai, perbukitan, hingga taman rekreasi keluarga.
"Sebagian besar wisatawan masih didominasi warga lokal dan daerah sekitar."
"Namun, kunjungan dari luar kota terus mengalami peningkatan, terutama saat libur panjang dan hari besar nasional," jelasnya.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Banyumas Raya Lampaui Rata-rata Nasional, Cilacap Paling Tinggi
Disparpora pun optimistis, dengan pembenahan yang terus dilakukan para pengelola daya tarik wisata, angka kunjungan wisatawan pada libur Nataru ini akan mengalami peningkatan signifikan.
"Kami berharap, momentum libur akhir tahun nanti bisa dimanfaatkan maksimal sehingga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar destinasi," kata Titi.
Selain itu, Disparpora mendorong seluruh pengelola tempat wisata aktif melaporkan data kunjungan wisatawan, khususnya selama periode libur Nataru, sebagai bahan evaluasi dan perencanaan pengembangan pariwisata Cilacap ke depan. (*)