TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Kabupaten Cilacap bersiap menyambut lonjakan wisatawan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, seiring meningkatnya minat masyarakat berwisata ke berbagai daya tarik unggulan di wilayah tersebut.
Optimisme itu ditopang kesiapan para pengelola daya tarik wisata (DTW) yang terus melakukan pembenahan, mulai dari peningkatan fasilitas, kebersihan kawasan, hingga penyesuaian standar pelayanan demi kenyamanan pengunjung.
Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Cilacap menilai tren kunjungan wisata menunjukkan sinyal positif, berkaca dari capaian pada libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 lalu.
Baca juga: Kondisi Terkini Pancuran 13 Guci Tegal Usai Diterjang Banjir Bandang: Butuh Penataan Ulang
• Wisata Baru di Pati, Tiket Masuk Sitiluhur Park Cuma Rp3.000, Cocok Buat Liburan Keluarga
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disparpora Cilacap, Titi Suwarni, mengungkapkan, selama periode tersebut tercatat 163.252 wisatawan mengunjungi 23 DTW di Kabupaten Cilacap.
“Angka itu menjadi indikator kuat bahwa minat wisata ke Cilacap terus tumbuh, meski kami meyakini jumlah riil di lapangan bisa lebih besar,” ujar Titi Suwarni.
Berdasarkan data Disparpora, Pantai Jetis Exotis menjadi destinasi paling ramai dikunjungi dengan 40.234 wisatawan, disusul Leuit Hills sebanyak 25.131 pengunjung, serta Pantai Cemara Sewu Jetis yang mencatat 18.976 kunjungan.
Destinasi lain seperti Banyu Mili Arta Water Park & Cafe (14.805 kunjungan), Havana Hills (13.781), hingga Pantai Teluk Penyu (8.332) juga masih menjadi favorit wisatawan selama libur Nataru.
Menurut Titi, data tersebut belum sepenuhnya menggambarkan potensi pariwisata Cilacap, mengingat daerah ini memiliki sekitar 41 DTW dengan karakter beragam, mulai dari wisata pantai, perbukitan, hingga taman rekreasi keluarga.
“Sebagian besar wisatawan masih didominasi warga lokal dan daerah sekitar, namun kunjungan dari luar kota terus mengalami peningkatan, terutama saat libur panjang dan hari besar nasional,” jelasnya.
Disparpora pun optimistis, dengan pembenahan yang terus dilakukan para pengelola DTW, angka kunjungan wisatawan pada libur Nataru 2025–2026 akan mengalami peningkatan signifikan.
“Kami berharap momentum libur akhir tahun nanti bisa dimanfaatkan maksimal, sehingga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar destinasi,” kata Titi.
Selain itu, Disparpora mendorong seluruh pengelola DTW untuk aktif melaporkan data kunjungan wisatawan, khususnya selama periode libur Nataru, sebagai bahan evaluasi dan perencanaan pengembangan pariwisata Cilacap ke depan. (ray)