TRIBUNMANADO.CO.ID - Aparat kepolisian tengah memburu para pelaku kasus penembakan yang menyebabkan tiga orang tewas di pertambangan emas Kebun Raya Ratatotok, Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara.
Meski belum ada penetapan tersangka, namun sejauh ini pihak Polres Mitra telah menangkap beberapa orang.
Sementara itu, salah satu korban yang alami luka serius dalam kasus ini telah dirujuk ke Rumah Sakit Prof Kandouw, Manado.
Berikut Fakta Terbaru Kasus Penembakan di Tambang Ratatotok: 7 Orang Ditangkap, 1 Korban Dibawa ke Manado
Polres MinKasat Reskrim Polres Mitra AKP Lutfi Arinugraha Pratama mengaku bahwa pihak Polres Mitra sejauh ini telah menangkap tujuh orang yang diduga terlibat penyerangan hingga penembakan.
"Iya sudah ada tujuh penambang yang kami tangkap," kata dia saat dihubungi Tribun Manado pada Minggu 21 Desember 2025
Meski demikian, ia mengatakan belum ada tersangka dalam kasus tersebut, karena mereka yang ditangkap masihla berstatus sebagai saksi.
Perwira tiga balok tersebut mengatakan Polres Mitra sangat serius menangani kasus ini.
"Sangat serius, dan pengembangan kasus ini terus dilakukan," ucapnya.
Total ada Empat orang jadi korban dalam kasus ini.
Tiga orang meninggal, yakni Safrudin Makalalag warga Borgo Satu, Mawandi Lakamunte, warga Basaan Satu, dan Fathan Kalipe warga Belang.
Satu orang, perempuan, yakni Anisa Mamonto kritis hingga dilarikan ke RS Prof Kandou pada Minggu (21/12/2025).
Anisa Mamonto mengalami luka di kaki dan dagu. Yang paling parah di dagu.
Sekarang sedang menunggu untuk dilakukan operasi
Yamin, suami dari Anisa Mamonto, saat diwawancarai wartawan Tribun Manado di RS Kandouw menuturkan kronologis penembakan hingga menyebabkan tiga rekannya meninggal dan istrinya kritis.
Ia mengaku sudah dapat ancaman sehari sebelumnya.
"Ada yang katakan nanti ada kado," katanya.
Pada Sabtu siang, datang sekelompok orang menyerang daseng tempat mereka.
Melihat tembakan deras dan rekan-rekannya diburu, ia sempat keluar dan mengangkat tangan.
"Saya katakan di sini ada perempuan," kata dia.
Tapi tembakan terus berdatangan. Saat tengah berlindung, dirinya mendengar suara seorang rekannya.
"Dia katakan saya kena, dan dia akhirnya wafat," kata dia.
Sibuk mengurus rekannya, Yamin belakangan sadar sang istri tertembak. Dibekapnya sang istri.
"Saya lantas teriak, istri saya kena dan mereka pun teriak bawa saja," katanya.
Hujan turun tak berapa lama setelah serangan itu.
Dia pun menggendong sang istri yang sudah terluka di tengah hujan deras.
Mengenai para penyerang, ia melihat ada di antara mereka bawa semacam tabung dan benda mirip teleskop.
Ia mengaku juga tertembak di dada.
"Tapi tak luka serius," kata dia.
Ia mengatakan, Bupati Mitra membantu biaya pengobatan istrinya.
"Dari pak Bupati membantu biaya pengobatan istri saya," katanya.
Dirinya berharap para pelaku penembakan dapat ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.
Tiga orang yang tewas dalam tragedi ini adalah kerabatnya semua.
Berdasarkan informasi yang diterima TribunManado.co.id dari sumber terpercaya, peristiwa penembakan tersebut dipicu karena konflik lahan PETI.
Sengketa batas lahan ini melibatkan dua cukong, yakni SM dan pengusaha tambang ilegal lainnya.
"Bentrokan dipicu sengketa batas lokasi tambang yang diklaim milik SM dan seorang penambang ilegal lain," ujar sumber berinisi DL, Minggu 21 Desember 2024.
Sumber menuturkan, konflik batas lahan ini sudah terjadi sejak beberapa hari sebelumnya.
"Memang sudah beberapa hari ini terjadi gesekan ini," ungkapnya.
"Mereka juga sudah saling sindir di facebook," tutur dia.
Polda Sulut dan Polres Mitra sempat melakukan penertiban aktivitas PETI di Kebun Raya Ratatotok.
Namun meski sudah dilakukan penertiban, aktivitas PETI masih terus berlangsung.
Bahkan alat berat yang sempat diturunkan kembali dinaikkan ke Kebun Raya Ratatotok Mitra.
Kawasan ini sendiri sejatinya tidak boleh ada aktivitas penambangan lantaran merupakan kawasan konservasi.
Luas kawasan ini sekitar 150 hektare, merupakan reklamasi yang dibangun di atas lahan bekas pertambangan emas PT Newmont Minahasa Raya.
Ada banyak aktivitas pertambangan di area ini, terutama di area yang disebut Nibong.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini