Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah tersendiri bagi wisata Pemandian Sumberingin, yang terletak di Desa Wringinsongo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Berjarak sekitar 16 Km dari pusat Kota Malang, destinasi wisata berbasis sumber mata air alami ini bisa ditempuh dalam waktu 30 menit menggunakan kendaraan roda dua.
Lokasinya yang tidak terlalu jauh, menjadikannya salah satu tujuan favorit warga untuk menghabiskan masa liburan bersama keluarga.
Pengelola Wisata Sumberingin, Bambang Wijanarko, mengungkapkan bahwa selama libur Nataru jumlah pengunjung meningkat signifikan dibanding hari biasa.
Jika pada hari normal kunjungan berkisar 300–400 orang per hari, saat liburan angka tersebut melonjak hingga 600–700 pengunjung per hari, bahkan bisa lebih.
"Momentum libur panjang ini sangat terasa. Pengunjung datang silih berganti sejak pagi, terutama keluarga dan rombongan," ujar Bambang saat ditemui Surya, Kamis (25/12/2025).
Pemandian sumber ringin berdiri sejak tahun 1980-an.
Baca juga: Rest Area Tol Surabaya-Mojokerto Dipadati Kendaraan Saat Libur Natal, Waspadai Potensi Kemacetan
Sumber mata air ini berasal dari sebuah pohon besar yakni pohon beringin yang pertama kali ditemukan oleh Mbah cebong Kepala Desa Wringinsongo pertama.
Kemudian pada tahun 2021, kolam pemandian di rehab dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).
Adanya peran Perguruan Tinggi seperti Politeknik Negeri Malang (Polinema) membuat wisata pemandian Sumberingin semakin berkembang pesat.
Tak hanya mengandalkan kolam renang dari sumber mata air alami, Wisata Sumberingin kini menawarkan sejumlah daya tarik.
Seperti edukasi hidroponik, spot foto menarik, gazebo hingga kafe.
Lalu juga ada daya tarik wisata baru, yakni outbound, camping ground, serta wisata edukasi yang digagas melalui kerja sama dengan (Polinema). Kerja sama tersebut telah berjalan hampir satu tahun.
Baca juga: Seekor Buaya Muncul di Pantai Watu Leter Malang Gegerkan Wisatawan
Polinema turut memberikan pendampingan kepada warga, mulai dari bantuan sarana seperti lampu tenda, konsep pengelolaan camping ground, hingga edukasi pengelolaan wisata dan promosi media sosial.
Bahkan, mahasiswa dan dosen Polinema kerap turun langsung memberikan pembekalan kepada masyarakat sekitar.
"Sumberingin ini punya potensi besar. Selain satu sumber besar, ada banyak sumber kecil yang terus dijaga kelestariannya oleh warga,"
"Kami selalu mengingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan supaya sumber air tetap hidup," terangnya.
Dalam hampir tiga tahun terakhir sejak dikelola secara lebih serius, Wisata Sumberingin mengalami banyak perubahan.
Fasilitas kolam renang ditambah, area penunjang dibangun bertahap, hingga kehadiran galeri UMKM yang memberi ruang bagi produk warga lokal.
Dua wahana wisata baru pun kini sudah beroperasi dan menambah pilihan aktivitas bagi pengunjung.
Untuk menikmati Wisata Pemandian Sumberingin, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 7.000 pada hari biasa dan Rp 10.000 saat akhir pekan atau hari libur.
Sementara bagi wisatawan yang ingin bermalam, tersedia sewa tenda camping berkapasitas 4–5 orang dengan tarif sekitar Rp35.000, lengkap dengan fasilitas penerangan.
"Konsep kami adalah wisata alam dan edukasi,"
"Harapan kami Pemandian Sumberingin terus berkembang menjadi destinasi yang tak hanya ramai saat liburan, tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat sekitar," tandasnya.