TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Di tengah hiruk pikuk Kota Pontianak, sebuah ruang baru lahir bukan sekadar untuk menyeruput kopi, tetapi untuk merajut cerita. Indigo Brew and Bake resmi dibuka di Jalan Letjen Suprapto, Pontianak. 

Indigo Brew and Bake diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, didampingi Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Owner Indigo Adhe Hariadi, serta Founder Indigo Reza. 

Hadir juga tamu undangan lainnya, Wakil Bupati Kubu Raya, dan beberapa Kepala OPD Pemprov Kalbar, Rektor Untan Pontianak, dan Rektor IKIP PGRI Pontianak. 

Kafe ini hadir dengan konsep yang matang, luas, nyaman, dan terbuka bagi siapa saja, mulai dari anak muda, keluarga, hingga para pencinta kuliner tradisional. 

Hadirnya Indigo diharapkan menjadi tempat bertemunya generasi, rasa, serta kenangan.

• Kota Pontianak Tuan Rumah Proliga 2026 Mulai Kapan ?

Tak hanya menyajikan kopi dan pizza, Indigo juga menghadirkan Indonesian food serta pastry yang Fresh dibuat setiap harinya, menghadirkan kue tradisional khas Kalimantan Barat, seperti Lapis Legit Khatulistiwa khas Sambas dan kue Singkep-singkep yang merupakan kuliner khas dari Keraton Kadariah Pontianak. 

Area indoor dan outdoor yang lapang, ruang VIP, serta alunan live music menambah hangat suasana di Indigo Brew and Bake. 

Usai Peresmian dan mencicipi langsung berbagai menu Kopi hingga makanan yang ada, Gubernur Kalbar Ria Norsan menaruh harapan besar agar Indigo tak sekadar menjadi tempat usaha, tetapi juga ruang silaturahmi.

“Semoga tempat ini menjadi tempat berkumpul anak muda yang kreatif, tempat ngopi yang asyik, dan ruang mempererat persaudaraan,” ujarnya.

Bagi Owner Indigo Brew and Bake, Adhe Hariadi, kehadiran Indigo merupakan upaya menghadirkan kekhasan Pontianak dalam satu ruang. 

Salah satu menu yang menjadi kebanggaan adalah Lapis Legit Khatulistiwa, terinspirasi dari lapis legit khas Sambas, yang dikembangkan oleh Ina, istri Founder Indigo Reza. 

“Kami ingin orang datang bukan hanya untuk minum kopi, tapi juga mengenal rasa-rasa lokal. Ada bakery, pastry fresh, hingga kue tradisional seperti Singkep-singkep,” tutur Adhe.

Indigo sendiri lahir dari cerita kebersamaan. Sekelompok kawan yang sebelumnya mengelola kafe di lokasi tersebut kembali berkumpul setelah usaha lama berhenti. 

Dengan izin pemilik lahan, tempat itu dihidupkan kembali, yang kali ini sebagai ruang baru yang diharapkan lebih bermakna. 

Lokasinya yang berdekatan dengan Kampus IAIN Pontianak juga membuka peluang menjadi ruang diskusi dan pertemuan mahasiswa.

Founder Indigo Brew and Bake, Reza, menyebut Indigo dibangun dengan filosofi yang sederhana namun dalam. 

Seperti warna indigo dalam spektrum, ia hadir bukan untuk menonjolkan perbedaan, melainkan memberi cahaya, ketenangan, dan makna.

“Tagline kami Meracik Masa Depan. Indigo kami rancang sebagai ruang penuh cerita, tempat tamu merasa istimewa dan pulang membawa kesan,” ungkapnya.

Selain kopi signature dengan proses taste selection, Indigo juga menyajikan pastry yang dibuat segar setiap hari, pizza, hingga minuman yang menyatukan lintas generasi. 

Yang tak kalah penting, Indigo menghadirkan kembali kue Singkep-singkep khas Keraton Kadariah Pontianak, kuliner warisan yang nyaris terlupakan dengan sentuhan baru tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

“Pontianak bukan hanya kota khatulistiwa. Budaya dan kuliner adalah identitas kita. Lewat Indigo, kami ingin merawat itu semua,” pungkas Reza.

Sebagai  Founder reza ingin Indigo Brew and Bake, bukan hanya soal rasa. Namun menjadi awal dari percakapan, pertemuan, dan cerita-cerita baru yang diracik perlahan, dari Pontianak untuk semua. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Baca Lebih Lanjut
Pameran Seni Kabung dan Upaya yang Melampaui Esok Hadir di Pontianak, Angkat Budaya Pulau Kabung
Cobain Sensasi Kopi Aceh di Ciomas Bogor, BblarA Coffee Tawarkan Racikan Beda Khas Buloh Blang Ara
Cindo Fusion, Perpaduan Cita Rasa Lokal dan Internasional di Ayola Sentosa Hotel Palembang
Pedagang Kopi Keliling di Pontianak Akui Omset Turun Saat Libur Sekolah
Sensasi Nasi Jangan Deso di Arumpala Kopi Kediri, Cita Rasa Lodeh Khas Desa Menggugah Rindu
Liburan ke Bandung, Cocok nikmati Sejuknya Dago Sambil Kuliner Khas Sunda di 'Sangu Haneut'
Mengenal Kopineisco: UMKM Kopi Asal Boltim yang Angkat Potensi Petani Lokal
Gajahmada Avara Hadirkan Wajah Baru Lebih Fun dan Energik Angkat Tagline It's Pontianak Saying Hello
4 Rekomendasi Dompet Kartu Handmade dari UMKM di Cenderaloka yang Cantik dan Ekonomis
Palembang vs Jakarta: Duel Karakteristik Kuliner dan Budaya yang Ikonik