Puluhan poster bernada protes memenuhi sejumlah sudut Arema FC Store di daerah Betek, Kota Malang.
Poster bergambar pemain Arema FC, M Rafli, dengan tulisan bernada tak pantas menempel di beberapa bagian store, terutama di bagian kaca.
Tak hanya di toko, poster serupa juga ditemukan menempel pada kaca mobil yang berada di sekitar area official store.
Menurut informasi yang diterima SURYAMALANG.COM, poster-poster tersebut sengaja ditempelkan buntut kekalahan Arema FC atas Persita Tangerang dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026, Selasa (30/12/2025).
"Kami baru dapat informasi itu kemarin malam. Poster tersebut mungkin ditempel sekitar pukul 00.00 WIB dini hari," kata Luki, karyawan Arema FC Official Store kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (31/12/2025).
Kini poster-poster tersebut telah dibersihkan oleh beberapa karyawan Arema FC Store.
Dengan bermodalkan air dan cutter, mereka membersihkan kaca dan tembok yang ditempeli poster tersebut.
"Ya ini kami bersihkan agar bersih dan costumer yang datang biar aman," ungkapnya.
Ia memahami bahwa aksi tersebut merupakan luapan kekecewaan suporter atas hasil buruk Arema FC di laga home.
Enam laga kandang beruntun tanpa kemenangan diraih oleh Arema FC saat berlaga di Stadion Kanjuruhan.
Namun, sebagai karyawan, mereka tetap berusaha profesional menjalankan tugas.
"Mungkin teman-teman juga lagi kecewa, karena kami kalah di laga home," tambahnya.
Hingga siang hari, kondisi Arema FC Store sudah kembali bersih dan beroperasi normal.
Aktivitas jual beli tetap berjalan seperti biasa, meski suasana kekecewaan atas hasil pertandingan masih terasa di kalangan Aremania.
Kekalahan ini pun menjadi sorotan besar, mengingat laga tersebut dimainkan di kandang sendiri dan ekspektasi suporter terhadap Singo Edan sangat tinggi.
Enam pertandingan kandang beruntun tanpa kemenangan menjadi rekor buruk Arema FC saat bermain di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang di musim ini.
Stadion berkapasitas 21.500 penonton itu masih belum bersahabat bagi Arema FC, yang di musim ini kembali dipakai usai 2,5 musim menjadi klub musafir.
Jika diibaratkan, Stadion Kanjuruhan kini justru cukup ramah bagi klub lain. Namun terlalu angker bagi Arema FC sendiri.
Dua kemenangan, sekali seri dan lima kekalahan didapatkan oleh Arema FC sampai kompetisi Super League 2025/2026 pekan 15 berlangsung.
Catatan tersebut cukup buruk, bagi sebuah klub saat bermain di rumah mereka sendiri.
Baca juga: Kalah di Kanjuruhan, Arema FC Tak Berdaya Melawan 10 Pemain Persita, Stadion Dihadiri 405 Penonton
Hasil minor ini diperparah dengan kekalahan dari Persita Tangerang pada Selasa (30/12/2025) kemarin.
Arema FC harus dipermalukan 0-1 hanya dengan 10 pemain Persita.
Kondisi itu menjadi sorotan besar, mengingat laga tersebut dimainkan di kandang sendiri dan ekspektasi suporter terhadap Singo Edan cukup tinggi.
"Sebenarnya kami memiliki cukup banyak peluang, tapi tidak terjadi gol."
"Mungkin pemain harus lebih siap untuk memaksimalkan setiap peluang yang didapat," kata pelatih Arema FC Marcos Santos.
Hasil negatif yang didapatkan oleh Singo Edan juga berimbas kepada tingkat kehadiran penonton yang hadir menyaksikan langsung dari dalam stadion.
Dari pertandingan ke pertandingan, jumlah penonton yang hadir melihat pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan terus mengalami penyusutan.
Saat menghadapi Madura United pada pekan 14 kemarin, jumlah penonton mencapai 780 orang, kini saat menghadapi Persita berkurang menjadi 405 orang.
Angka tersebut berkurang hampir 50 persen di setiap pertandingan.
Marcos menyebut Arema FC adalah tim besar yang seharusnya bisa meraih hasil lebih baik.
Karena itu, ia mengaku cukup terpukul melihat hasil akhir pertandingan yang tak sesuai harapan.
"Kalau lihat tim, Arema ini terlalu besar. Dengan hasil seperti ini, saya kasihan dengan Aremania," ujarnya.
Meski Arema FC kini masih berkutat di papan tengah, tidak menutup kemungkinan Singo Edan bisa terperosok ke papan bawah apabila hasil minor terus mereka raih.
Di laga selanjutnya, Singo Edan harus bertamu ke markas Bali United, calon lawan yang tidak mudah untuk ditaklukkan saat bermain di kandangnya sendiri.
Marcos Santos hanya meminta kepada pemain agar siap mengambil poin dari tuan rumah nanti.
"Target kami adalah mencari poin di Bali. Kami sering kehilangan poin di kandang, tapi di luar kandang kami selalu mendapatkan poin."
"Jadi ayo kita harus bekerja keras lagi, fokus dan membantu Arema kembali naik ke atas (klasemen)," tandasnya.