TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Cabang Pelabuhan Benoa melayani kedatangan kapal pesiar Motor Vessel (MV) Ovation of the Seas yang sandar perdana di Pelabuhan Benoa, Bali, pada Kamis 1 Januari 2026 sekira pukul 06.00 WITA. 

Kunjungan ini menjadi pembuka arus kapal pesiar internasional di awal tahun 2026 sekaligus mencerminkan kepercayaan operator global terhadap kesiapan layanan kepelabuhanan Pelindo.

Baca juga: Berikan Pengalaman Berkesan Bagi Penumpang, Bandara Ngurah Rai Bali Hadirkan Joyfull Christmas

Kapal pesiar berbendera Bahamas dengan (Length Overall/LOA) 348 meter dan bobot 168.666 Gross Tonnage (GT) ini serta membawa 3.431 penumpang dan 1.542 kru. 

Kapal dijadwalkan bertolak kembali pada malam nanti sekira pukul 23.00 WITA di hari yang sama setelah melaksanakan kegiatan kunjungan wisata di Bali.

Proses penyandaran kapal didukung layanan pemanduan dan penundaan oleh Pelindo serta koordinasi dengan instansi terkait, sehingga seluruh rangkaian sandar kapal berlangsung sesuai prosedur operasional standar dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan pelabuhan.

Baca juga: DTW Ulun Danu Catat Kunjungan Wisatawan Meningkat, Bandara Ngurah Rai Layani 674.754 Penumpang

Selama berada di Pelabuhan Benoa, seluruh proses sandar kapal, pergerakan penumpang, serta embarkasi dan debarkasi dipastikan berjalan aman dan lancar.

MV. Ovation of the Seas datang dari Pelabuhan Celukan Bawang dan selanjutnya melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Gili Mas.

Selama berada di Pelabuhan Benoa, Pelindo memastikan seluruh proses sandar kapal, pergerakan penumpang, serta kegiatan embarkasi dan debarkasi berjalan aman, lancar, dan sesuai dengan standar pelayanan internasional. 

Sepanjang tahun 2025, Pelabuhan Benoa mencatat arus penumpang kapal pesiar mencapai lebih dari 140.000 orang dari 65 kunjungan kapal. 

Baca juga: Libur Nataru, Penumpang Dokar Wisata di Denpasar Bali Masih Sepi

Dengan tren kinerja tersebut serta penguatan infrastruktur dan layanan operasional, Pelindo memproyeksikan jumlah kunjungan kapal pesiar pada tahun 2026 meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

General Manager Pelabuhan Benoa, Agung Mataram, menyampaikan Pelindo terus menjaga konsistensi layanan kapal pesiar internasional di Pelabuhan Benoa.

“Pelindo berkomitmen memastikan pelayanan kapal pesiar di Pelabuhan Benoa berjalan optimal dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang,” ujar Agung Mataram.

Baca juga: TABRAKAN Pikap dan Truk di Jalur Amlapura-Singaraja, Sopir dan Penumpang Terjepit! Begini Kondisinya

Menpar Kunjungi Bali

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana kunjungi Bali pada Kamis (1/1/2026).

Kunjungan dimulai dari Bandara I Gusti Ngurah Rai lalu ke Icon Mall serta Pantai Sanur dan terakhir ke Puri Agung Ubud melakukan diskusi pariwisata bersama dengan Gubernur Bali, Ketua PHRI Bali, dan Ketua ASITA Bali. 

Pada kunjungan ke Icon Mall dan Pantai Sanur, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara juga turut serta dan mengungkapkan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di Kota Denpasar mengalami peningkatan 5 persen.

Lebih lanjut ia mengatakan di sepanjang Sanur ini, Pemkot telah bekerjasama dengan pengelola hotel dan rata-rata memang terendah okupansi di Kota Denpasar sejumlah 65 persen.

Kendati okupansi ada yang turun namun beberapa akomodasi penginapan cukup alami kenaikan. Rata-rata wisatawan mancanegara (wisman) di Sanur didominasi Warga Negara Asing (WNA) India, China dan Australia. 

Sementara itu, jumlah wisman di tahun 2025 mencapai 7.050.000 orang. Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan ke depan akan lebih menekankan pariwisata berkualitas.

Sehingga, kegiatan pariwisata tidak hanya bergantung secara jumlah turis semata, namun juga yang datang merupakan turis berkualitas. 

Hal tersebut disampaikan pada saat menerima kunjungan Menpar Widiyanti Putri Wardhana di Puri Saren Ubud, kemarin. Koster mengatakan, kedepannya akan dirancang tata kelola kepariwisataan melalui Peraturan Daerah (Perda). 

“Salah satu aspek yang diperhatikan adalah pariwisata yang berkualitas. Salah satunya adalah berapa uangnya tiga bulan terakhir di buku tabungan, berapa lama di Bali dan di mana tinggalnya, bersama siapa, dan apa aktivitasnya. Supaya terkontrol semua. Seperti kalau kita berwisata ke negara lain,” jelas Koster. 

Koster mengaku mencontoh kebijakan negara lain untuk memberlakukan hal tersebut di Bali. Ia juga menekankan tidak ingin cepat-cepat untuk menghakimi situasi yang ada sekarang seperti macet, sampah dan banjir.

Berbagai macam skema dikerahkan agar orang datang ke Bali pada saat itu. Dan itulah yang berlangsung hingga saat ini dan menimbulkan polemik di sektor pariwisata. 

Koster akui mengatasi polemik pariwisata tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu sehari dua hari. Namun, kata Koster, data menjawab meskipun situasi di Bali kurang bagus, namun jumlah wisatawan ke Bali meningkat yaitu 7.050.000 orang. 

“Dan ini adalah rekor tertinggi. Dalam 10 terakhir yang saya kira dari 2015 ke 2025. Sebelum 2015 itu lebih rendah lagi. Jadi ini luar biasa. Mungkin isu Bali sepi ini membuat daya Tarik, sehingga banyak yang datang ke Bali,” paparnya. 

Data jumlah wisman dan wisatawan nusantara (wisnus) tahun 2025 dibandingkan tahun 2024. Jumlah wisman tahun 2025 mencapai 7,050 juta orang, lebih tinggi 750.000 orang dibanding tahun 2024 sebanyak 6,3 juta orang.

“Pariwisata Bali sudah pulih dan bangkit melampaui pencapaian sebelum Covid19. Jumlah wisnus tahun 2025 mencapai 9,28 juta orang, lebih rendah sebanyak 730 ribuan dari tahun 2024 yang mencapai 10,12 juta orang,” kata, Koster. 

Total wisman dan wisnus tahun 2025 mencapai 16,3 juta orang lebih rendah sekitar 100.000 dari tahun 2024 yang mencapai 10,4 juta orang. Secara total menurun. Sebagai destinasi wisata dunia, Bali masih destinasi menarik bagi masyarakat dunia.

Data tersebut menjawab tidak benar Bali sepi. Jumlah wisman melalui cruise di pelabuhan Benoa tahun 2025 mencapai di atas 71.000 lebih tinggi dari tahun 2024 yang jumlahnya 53.000 orang.

“Tahun 2026 perlu evaluasi terkait penurunan wisnus. Apakah ada kaitan dengan penurunan jumlah penerbangan ke Bali? Mahalnya tiket, isu banjir, atau perubahan pola wisnus dari jalan udara ke jalan darat,” pungkas Koster. (*)

 

 

Baca Lebih Lanjut
Awal 2026, Pelabuhan Benoa Kedatangan Perdana Kapal Pesiar MV. Ovation of the Seas
Jadwal Kapal Binaiya Bulan Januari 2026: Rute Benoa, Bima, Labuan Bajo, Makassar
Jadwal Kapal Pelni KM Leuser Hingga 29 Januari 2026 Sandar di 17 Pelabuhan Dari Surabaya-Merauke
Jadwal Kapal Pelni KM Awu Rute 27 Desember-14 Januari, Benoa-Kupang 2Kali, Alor-Ende-Surabaya
Trayek Baru KM Binaiya Tahun 2026, Jadwal Kapal Pelni Hingga 22 Januari 2026, Masih Ada Diskon Tiket
Jadwal Kapal KM Tilongkabila 1-10 Januari 2026: Kendari, Raha, Baubau hingga Makassar
Jumlah Penumpang yang Melintas di Pelabuhan Kalianget Sumenep saat Libur Nataru Membeludak
Jelang Tahun Baru 2026, Arus Penumpang di Pelabuhan Jagoh Lingga Lenggang pada Sabtu
Trayek KM Lawit Berubah Mulai 2026, Jadwal Kapal Pelni Hingga 29 Januari, Masih Ada Diskon Tiket
Puncak Arus Balik Libur Tahun Baru Diprediksi 2-3 Januari 2026, Ini Peringatan BMKG