Laporan Sinca Ari Pangistu
SURYAMALANG.COM, BONDOWOSO - Kunjungan liburan saat Natal dan Tahun Baru 2025/2026 ke taman wisata alam (TWA) Kawah Ijen mencapai ribuan.
Hal ini terjadi meski blue fire atau api biru sempat ramai dikabarkan redup.
Ateki Arisandi, Penjaga Situs Ijen, menerangkan berdasarkan data kuota daring, lonjakan pengunjung terjadi sejak tanggal 24, 25, dan 26 Desember 2025. Secara berurutan jumlahnya yakni 800, 1.500, dan 2.000 pengunjung.
Sementara kunjungan wisata pada malam pergantian tahun, Kamis (1/1/2026) tercatat ada 803 wisatawan.
"Puncaknya pada 26 Desember lalu, kuota 2.000 tiket online ludes diborong pengunjung," jelasnya kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (1/1/2026).
Namun begitu, pengunjung masih didominasi oleh wisatawan lokal.
Sementara segmen wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa dan negara di luar Asia, merosot drastis.
Ini diketahui dari laporan hotel di Bondowoso dan Banyuwangi yang menunjukkan penurunan okupansi dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga: Kawah Ijen Paling Favorit, Jumlah Kunjungan Wisatawan di Bondowoso Meningkat pada Tahun 2025
"Saat blue fire padam, turis asing langsung drop. Itu kan memang menjadi salah satu magnet utamanya," kata pria yang juga anggota Tourist Information Center Disparbudpora Bondowoso itu.
Ateki menerangkan sebenarnya meski api biru belum pulih sepenuhnya.
Sejumlah pendaki mulai dapat mengabadikan moment Blue Fire di Kawah Ijen.
"Tanggal 26 kemarin memang ada pendaki yang dapat blue fire, bahkan menunjukkan dokumentasinya ke saya di TIC,” ucapnya.
Ateki menyebut, pada malam libur di kawasan Camp dan titik kumpul parkir, pengunjung lokal didominasi Bali, disusul Jember dan Surabaya.
Sementara wisatawan mancanegara masih didominasi Asia, terutama Tiongkok.
Ateki menerengkan jika dibandingkan momen libur yang sama tahun lalu, kunjungan akhir tahun 2025 hanya terpaut tipis, tetapi 2024 tetap lebih unggul.
“Tahun sebelumnya masih lebih ramai. Selisihnya tidak jauh, 11–12."
"Tapi tahun ini jelas dipengaruhi blue fire yang belum stabil. Itu pembeda terbesarnya,” pungkasnya.
Pada 6 Desember 2025 lalu, pengusaha homestay di sekitar Paltuding TWA Kawah Ijen mengeluhkan turunnya jumlah pengunjung.
Ini akibat dari banyak wisatawan yang membatalkan pemesanan karena mengira Blue Fire “mati”.
Menurut Kepala TWA Ijen, Sigit Haribowo, membenarkan berhentinya aktivitas Blue Fire dipengaruhi kegiatan perawatan di area sublimasi belerang.
Menurutnya, perusahaan pengelola tengah mengganti sejumlah pipa sehingga area harus dijaga tetap dingin
“Sedang ada kegiatan perawatan dan penggantian pipa. Ada penyiraman sehingga tidak ada kegiatan api biru,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025) lalu.