TRIBUNNEWS.COM - Mantan pemain AC Milan, Jan-Carlo Simic yang bermain di tim Liga Arab Saudi, Al Iitihad, kesulitan menentukan masa depan karena aturan terbaru FIFA.
Case yang dialami Jan-Carlo Simic bersama Al Ittihad terbilang unik.
Semua itu diawali karena minimnya menit bermain yang diperoleh Jan-Carlo Simic bersama Al Ittihad. Simic yang dipinjam dari RS Anderlecht yang kemudian ditebus secara permanen pada akhir musim 2025/2026, baru memainkan 7 pertandingan di semua kompetisi.
Bek berusia 20 tahun kewarganegaraan Serbia ini berada dalam kondisi tak menentu. Dalam rencana Al Ittihad, pemain yang pernah memperkuat AC Milan dari 2022 hingga 2024 tersebut, akan dipinjamkan atau bahkan dijual ke klub lain.
Tetapi hal ini tidak dapat dilakukan oleh Al Ittihad yang notabene-nya adalah rival dari Al Nassr di Liga Arab Saudi.
Dalam laporan Arriyadiyah, Al Ittihad dibingungkan oleh kondisi Jan-Carlo Simic yang diibaratkan "mati segan hidup tak mau".
Selain tidak masuk dalam skema permainan Sergio Conceicao, menit bermain yang minim membuat manajemen Al Ittihad ingin melepasnya.
Tetapi aturan baru FIFA menjadi pengganjal transfer kepergian Jan Carlo-Simic dari Al Ittihad.
Disebutkan, FIFA melarang satu pemain berganti klub sebanyak tiga kali dalam satu musim.
"Hal (transfer-red) ini tidak bisa dilakukan Al Ittihad karena peraturan FIFA melarag seorang pemain untuk membela tiga klub berbeda dalam satu musim," tulis Arriyadiyah.
Menukil dari laman Transfermarkt, Jan-Carlo Simic memang sudah bermain untuk dua tim pada musim 2025/2026.
Baca juga: Kontroversi Wasit Rugikan Cristiano Ronaldo, Al Nassr Harusnya dapat Penalti saat Dikalahkan Al Ahli
Bersama klub Liga Belgia, RS Anderlecht, penggawa timnas Serbia ini sudah membukukan 4 pertandingan, rinciannya 2 dari kuaifikasi Liga Eropa dan 2 untuk Jupiler Pro League (Liga Belgia).
Sementara bersama Al Ittihad, tujuh laga sudah dilakoni Simic, meliputi 5 pertandingan Liga Arab Saudi, 1 King's Cup, dan 1 laga dari Liga Champions Asia Elite atau AFC Champione League atau ACL Elite.
Dengan diskenariokan pada musim dingin Januari 2026 dia pindah ke tim lain, maka Jan-Carlo SImic akan membela tiga tim berbeda dalam kalender 2025/2026. Ini melanggar aturan FIFA yang telah disebutkan oleh Arriyadiyah.
Semula, Al Ittihad ingin meminjamkan, atau bahkan menguangkan Jan-Carlo Simic demi menambah amunisi di ACL Elite musim 2025/2026.
Kebutuhan skuad asuhan Sergio Conceicao untuk bisa berbicara banyak di ACL Elite, membuat manajemen klub mengutamakan kedatangan penyerang baru.
"Klub ingin mendatangkan satu pemain baru untuk Liga Champions Asia Elite, dan Simic harus keluar untuk menyediakan kuota pemain asing tersebut."
Sejauh ini, Al Ittihad berada di zona lolos ke babak 16 Besar Liga Champions Elite yang menyisakan dua laga di fase grup.
Berada di Grup B, Karim Benzema dkk. menghuni posisi enam klasemen sementara berbekal sembilan poin.
Mereka butuh empat angka lagi untuk menjamin kelolosan mereka ke 16 Besar ACL Elite.
Sejauh ini Al Ittihad hanya memiliki dua opsi terhadap Jan-Carlo Simic. Pertama, Simic bergabung ke tim lain, namun tidak disertakan dalam pertandingan resmi apapun, dan hanya akan berlatih di tim tersebut.
Opsi kedua, Al Ittihad harus mengganti opsi transfer pemain dari yang semula mengincar pemain asing asal Eropa, menjadi striker lokal dari Arab Saudi.
Layak ditunggu bagaimana kelanjutan nasib yang menggantung dari mantan pemain AC Milan tersebut.
(Tribunnews.com/Giri)