TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Malam yang tenang pada tanggal 4 Januari 2026 seketika berubah menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan bagi Lukman Dwi Handoko. 

Pria berusia 32 tahun ini bersama 4 anggota keluarga lainnya kini mesti kehilangan dapur rumah mereka setelah ditabrak kapal ponton bermuatan penuh batu bara.

Peristiwa yang terjadi sekira pukul 01.17 Wita ini tidak disangka–sangka Lukman.

Ia yang tengah terlelap melepas lelah seperti malam–malam biasanya di kamar, kemudian mendengar suara dentuman keras yang memekakkan telinga.

Baca juga: Awal Tahun 2026, Viral Kecelakaan Maut di Jalan Poros Samarinda-Balikpapan

Suara ini memecah keheningan malam dan membuat seisi rumah panik.

"Saya tidur dengar suara nyaring sekali. Terus saya keluar, ketika lihat bagian belakang, tiba-tiba dapur habis," ujar Lukman dengan mencoba mencerna apa yang terjadi di tengah reruntuhan dapur rumahnya.

Lokasi rumahnya, sendiri terletak di 500 meter dari Jembatan Mahulu di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda.

Berdiri memanjang serta lebar sekitar 8x4 meter ke arah bibir Sungai Mahakam.

Dapurnya memiliki panjang sekira 2,5 meter ke arah sungai, dengan mayoritas atap, lantai dan dinding berbahan kayu, yang sekilas tampak kokoh.

Tetapi dapur tersebut tak bisa menahan laju ponton batubara berbahan besi baja yang hilang kendali dan menghantam dapur Lukman.

Bahkan sangking kuatnya benturan, hingga tak menyisakan ruang bagi dinding-dinding kayu rumahnya untuk bertahan. 

Dalam hitungan detik, area dapur yang biasanya menjadi tempat hangat bagi ibunya memasak untuk anggota keluarga, lumat menjadi puing-puing yang terseret arus.

"Habis semua ini, tinggal kosong saja," tambahnya.

Lukman menceritakan bahwa kejadian tersebut terjadi begitu cepat. 

Tak hanya bangunan, harta benda yang dikumpulkan milik keluarga ini pun ikut lenyap. 

Mesin cuci, kulkas, dan berbagai perabotan rumah tangga lainnya tenggelam bersama runtuhnya lantai dapur.

“Barang–barang ada di dapur, ya banyak perabotan rumah tangga, elektronik, habis semua (tak tersisa dan jatuh ke sungai),” tukasnya. 

Belum ada rincian lebih lanjut mengenai total kerugian material.

Namun trauma mendalam jelas tertinggal di hati Lukman dan warga sekitar yang menyaksikan betapa rapuhnya keamanan pemukiman di pinggir sungai dari ancaman lalu lintas alur sungai ini.

“Kalau tinggal tetap disini. Hanya kan kalau ke kamar mandi sementara menumpang dulu,” tandasnya.

Serta Tugboat (TB) Raja Laksana–166 menarik tongkang Danny–95, yang saat itu mencoba menahan benturan dari tongkang lepas tali.

Kapal tongkang bermuatan batu bara yang menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) tepatnya pada Minggu (4/1/2026) dini hari sekira pukul 01.17 Wita.

Diketahui, belum genap sebulan tepatnya pada 23 Desember 2025 lalu jembatan yang dibangun dengan dana APBD Kaltim ini ditabrak juga oleh kapal tongkang batu bara.

Insiden kali ini tak hanya jembatan yang terkena benturan tongkang, rumah warga pun ikut terkena dampak.

Lokasi rumah yang terdampak sendiri terletak di 500 meter dari Jembatan Mahulu, tepatnya Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda. (*)

 

 

Baca Lebih Lanjut
BREAKING NEWS: Jembatan Mahulu Samarinda Ditabrak Tongkang Lagi, Dapur Rumah Warga Ikut Terkena 
Kepolisian Tahan Kapal dan ABK yang Tabrak Jembatan Mahulu Samarinda
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Cicipi Masakan Dapur Umum dan Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir
Pria di Lampung Dengar Suara Lirih Mirip Kucing sebelum Temukan Bayi  
Teknologi AI Hadir di Alat Bantu Dengar, Ini Dampaknya bagi Pengguna
Detik
Kronologi Kecelakaan Tunggal Mobil Pickup Karung Cabai di Sungai Raya Bengkayang Tewaskan Satu Orang
Warga Panik Dengar Suara Dentuman Keras, Longsor Tiba-tiba Terjadi di Bantaran Kali Angke Jakbar
Wahyu Septiana
Awal Tahun 2026, Viral Kecelakaan Maut di Jalan Poros Samarinda-Balikpapan
Nestapa Warga Kapalo Koto Padang: Rumah Terendam Berulang Kali, Sawah Tertimbun Material Banjir
Korban Banjir di Pijay Butuh MCK dan Air Bersih, Warga Mengeluh tak Ada Lagi Dapur Umum