TRIBUNJATIM.COM, BALI - Rekor tak terkalahkan Arema FC di laga tandang pada kompetisi BRI Super League 2025-2026 yang akhirnya terputus oleh Bali United.
Serdadu Tridatu menjadi tim pertama yang mampu mengalahkan Arema FC dengan skor 1-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali pada Minggu (4/1/2026).
Kekalahan ini tak hanya memutus Unbeaten Arema FC di laga tandang saja, namun juga membuat Singo Edan makin terpuruk usai tak menang dalam tiga laga beruntun.
Jalannya pertandingan, kedua tim bermain dengan tempo tinggi dan saling menyerang di sepanjang 45 menit babak pertama.
Arema FC lebih dulu mengambil inisiatif serangan sejak wasit meniup peluit awal pertandingan.
Baca juga: Arema FC Tegaskan Tak Bergantung pada Dalberto, Dedik Setiawan Siap Jadi Andalan
Laga baru berjalan tiga menit, Singo Edan sudah mendapatkan tiga kali tendangan langsung ke gawang.
Satu di antaranya on target melalui percobaan tendangan dari Ian Puleio.
Sedangkan Bali United memilih untuk bermain menunggu di sepertiga pertahanan mereka.
Menguasai jalannya pertandingan, membuat beberapa peluang didapatkan oleh Arema FC.
Baca juga: Arema FC Berambisi Raih Poin Penuh Lawan Bali United, Tren Laga Tandang Jadi Modal
Seperti sepakan jarak jauh Matheus Blade, yang masih ditangkap dengan baik oleh penjaga gawang Bali United Mike Hauptmijer.
Bali United baru bisa mengembangkan permainan di atas 15 menit waktu berjalan.
Mirza Mustafic dan Jordy Bruijn menjadi aktor serangan yang mengancam lini pertahanan Singo Edan.
Peluang emas didapatkan Bali United pada menit 18.
Memanfaatkan umpan satu dua, Jordy Bruijn langsung melakukan tendangan dari luar kotak penalti.
Namun sepakan pemain dari Belanda itu masih melambung tipis dari gawang Arema FC.
Memasuki pertengahan babak kedua, jual beli serangan dilakukan oleh kedua tim.
Bali United sudah berani melancarkan serangan dengan permainan satu dua.
Sementara Arema FC, mengandalkan kecepatan pemain sayap mereka yang kerap melakukan penetrasi dari sektor sayap.
Menjelang babak pertama berakhir, tempo pertandingan cukup tinggi.
Matheus Blade kembali mengancam Bali United melalui tendangan jarak jauhnya pada menit 38.
Lagi-lagi Mike Hauptmijer tampil gemilang dengan menepis sepakan gelandang Arema FC.
Begitu juga sepakan pemain Bali United Jordy Bruijn pada menit 40, juga masih ditepis oleh penjaga gawang Arema FC Lucas Frigeri.
Skor 0-0 pun menutup pertandingan babak pertama antara Bali United Vs Arema FC.
Memasuki babak kedua, giliran Bali United yang tampil cukup agresif.
Baru empat menit laga berjalan, Kadek Agung mampu membobol gawang Arema FC.
Memanfaatkan umpang silang dari Goppel, Kadek Agung yang lolos dari penjagaan pemain Arema FC langsung menyundul bola.
Lucas Frigeri yang sudah melompat gagal mengamankan bola yang melaju dengan kencang.
Unggul satu gol membuat Bali United lebih leluasa dalam melakukan serangan.
Anak asuh Jan Jansen ini terus menekan lini pertahanan Arema FC melalui organisasi permainan yang cukup apik.
Pelatih Arema FC Marcos Santos melakukan pergantian dua pemain di awal babak kedua ini.
Yakni Valdeci digantikan oleh Samuel Balinsa dan Dedik Setiawan digantikan oleh Dwiki Mardiyanto.
Masuknya Dwiki diharapkan dapat menambah daya gedor serangan Arema FC.
Terbukti dengan tendangan jarak jauh Dwiki pada menit 73 yang masih melenceng tipis dari gawang Bali United.
Bali United pun tak tinggal diam, Mirza Mustafic juga mengancam gawang Arema FC melalui sepakannya dua menit berselang.
Jual beli serangan dilakukan oleh kedua tim.
Namun hingga waktu mendekati akhir pertandingan, belum ada lagi gol yang mampu diciptakan oleh kedua tim.
Skor 0-1 pun berakhir untuk kemenangan Bali United atas Arema FC.
Hasil ini membuat Bali United mampu memutus trend positif Arema FC yang belum terkalahkan dari tujuh laga tandang di kompetisi BRI Super League 2025-2026.