TRIBUNJOGJA.COM - Rindu tak selalu datang dalam kalimat gamblang. 

Kerap kali rindu itu menyelinap lewat sunyi, jeda percakapan, atau kebiasaan kecil yang tiba-tiba terasa kehilangan.

Kumpulan kalimat puitis ini merangkai rasa yang enggan disebut.

Namun, akrab berdiam di dada, sebagai cara lain mengungkapkan “aku merindukanmu” tanpa harus mengatakannya secara langsung. 

Berikut 25 kalimat puitis ini cocok untuk mengungkapkan perasaan rindu atau caption media sosial:

 

1. Namamu sering singgah dengan senyap, duduk tenang di sudut pikiranku. Lantas pergi meninggalkan sunyi yang lebih bising dari sebelumnya. 

2. Aku baik-baik saja, hanya ada gurauan angin yang terlalu akrab duduk di sebelahku tiap malam. Tempat yang semestinya diisi oleh senda gurau kita. 

3. Langit masih memeluk bintang, kopi masih menghangatkan pagi. Hanya satu hal yang tak lagi kembali. 

4. Kata mereka, waktu terasa berlalu begitu cepat. Hanya saja jam di hatiku selalu tertinggal pada hari terakhir kita tertawa. 

5. Aku cemburu pada hujan, ia bebas jatuh ke tempat yang dituju. Sementara aku hanya mampu berhenti di ambang ingatan. 

6. Setiap obrolan terasa menggantung di langit-langit ruang, seolah ada suara lain yang dulu selalu menimpalinya. 

7. Aku tak kehilangan apa-apa, hanya terbiasa berbagi hari dengan seseorang yang kini tak hadir. 

8. Malam tak pernah melemparkan tanya, tetapi selalu tahu siapa yang ingin kutemui dalam diam.

9. Beberapa kenangan tak layak disebut luka, tetapi cukup perih untuk membuat dada menunduk lebih dalam. 

10. Ada percakapan yang tak pernah usai, tersusun rapi di kepalaku. Menunggu seseorang yang entah kapan kembali duduk di hadapanku. 

Baca juga: 15 Contoh Puisi Hari Ibu 22 Desember yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

11. Aku belajar menyukai sepi, sebab di sanalah bayanganmu paling jujur menampakkan diri.

12. Derik jangkring sering memanggil namamu pelan-pelan. Lantas berpura-pura tak tahu siapa yang membuatku terjaga. 

13. Ada nama yang tak pernah lagi kusebut, tapi selalu paling cepat muncul ketika aku butuh sandaran. 

14. Langkah kaki terasa berat untuk pulang, sebab rumah terasa mencemooh tanpamu. 

15. Aku melipat senyummu di antara detik-detik senyap, takut kehilangan jika terlalu sering kuingat.

16. Aku mengarungi semesta jauh, tapi pikiranku selalu berhenti di tempat yang sama. 

17. Aku menyesap hari-hari perlahan, takut menemukanmu di setiap rasa yang tersisa.

18. Waktu mengajariku banyak hal, kecuali cara menghapusmu dengan benar.

19. Ada jarak yang tak bisa diukur langkah, sebab ia menetap di dalam dada.

20. Aku belajar menutup cerita, meski halaman terakhirnya terus terpatri di kepalaku.

21. Ada hari-hari ketika aku ingin berceloteh ria, lantas aku lupa pada siapa seharusnya cerita itu berlabuh.

22. Ketika rapuh dulu suara itu menenangkanku dengan sabar. Namun, kini hanya tersisa gema di ingatan. 

23. Tangan yang kini digenggam angin rasanya hampa. Ternyata genggamannya tak sekokoh jemarimu. 

24. Semesta memberiku banyak opsi, seolah turut berduka pada apa yang menimpaku. Namun, hangatmu tak pernah bisa digantikan. 

25. Beberapa kehilangan tak pernah diumumkan, tapi terus diperingati oleh hatiku sendiri.

(MG Zahrah Suci Al Aliyah)

Baca Lebih Lanjut
Diam-diam Suka Kakak Ipar, Wanita Ini Dilema Pertahankan Rumah Tangga atau Gugat Cerai Suaminya
Perbuatan Baik yang Sering Tak Terlihat: 10 Kisah Nyata yang Diam-Diam Mengubah Hidup
Ciri-ciri Modus Baru Hacker WhatsApp GhostPairing, Waspada Akun Dibajak Diam-diam dan Data Dicuri
Anaknya Mirip Tamu di Pesta Pernikahan, Pria Diam-diam Lakukan Tes DNA dan Temukan Fakta Mengejutkan
Lagu ‘Seperti Aku’, Curhat Gusto Tentang Kisah Cinta yang Tumbuh dalam Diam
Curiga Pacar Selingkuh di WhatsApp? Begini Cara Cek Kontak yang Sering Dihubungi
Jangan Cemas Jika WhatsApp Disadap Diam-diam, Lakukan 6 Langkah Ini Sebelum Terlambat
Chord Kunci Gitar & Lirik Lagu Yang Pertama Kali - Harry Parintang : yang Pertama di dalam Hidup Ini
10 Tindakan Kebaikan Sederhana dari Orang Asing yang Diam-Diam Mengubah Hidup
Begini Cara Museum Nasional Lindungi Artefak
Detik