TRIBUNTRENDS.COM - Model lawas Manohara Odelia Pinot blak-blakan soal masa lalu dan hubungannya dengan ibu.
Nama Manohara kembali ramai dibahas setelah go public soal hubungannya dengan seorang YouTuber asal Denmark bernama Kritian Hansen.
Di tengah hubungan barunya yang menjadi sorotan, Manohara menguak soal masa lalu yang berkaitan dengan pernikahannya dulu.
Sebagai informasi, Manohara pernah menikah dengan putra Sultan Kelantan, Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry di usia 17 tahun.
Sayang, pernikahan Manohara dengan Tengku Fakhry jauh dari kata bahagia.
KDRT hingga penculikan mewarnai pernikahan Manohara dengan Pangeran Kelantan.
Baca juga: Profil Kristian Hansen, YouTuber Ternama yang Berhasil Taklukkan Hati Manohara Odelia Pinot
Drama penyelamatan dari penculikan sempat viral di tahun 2009 silam.
Berkat bantuan sang ibu, Daisy Fajarina, Manohara berhasil diselamatkan dari Tengku Fakhry.
Kedekatan Manohara dengan sang ibu kala itu pun menjadi perbincangan.
Keduanya tampak sangat dekat dan selalu terlihat berdua.
Namun belakangan Daisy Fajarina tak lagi terlihat.
Manohara kini mengungkap fakta kalau hubungannya dengan sang mama tidaklah baik.
Fakta tersebut diungkap ketika Manohara mendapat pertanyaan dari netizen di Instagram story-nya.
"Kak maaf kenapa lost contact sama mama? Sorry but I think kalian berdua dulu kayak dekat sekali," tanya seorang pemilik akun.
Menjawab pertanyaan netizen dengan bahasa Inggris, Manohara mengatakan bahwa ia suda memutus kontak dengan sang ibu.
Komunikasi tak lagi terjalin antara Manohara dengan Daisy Fajarina.
"I didn't lose contact, I cut contact (Saya tidak kehilangan kontak, saya memutus kontak)," tegas Manohara.
Model kelahiran 28 Februari 1992 ini menjelaskan bahwa hubungannya dengan sang ibu tak seharmonis yang selama ini terlihat.
Bahkan kedekatan di antara mereka hanya sebuah pencitraan untuk mengontrol.
"Kami sebenarnya tidak pernah benar-benar dekat, meskipun mungkin terlihat seperti itu di depan umum. Mempertahankan penampilan kedekatan sangat penting baginya, dan itu adalah sesuatu yang kami diharapkan lakukan untuk membuatnya terlihat baik. Citra itu berfungsi sebagai bentuk kontrol," ungkap Manohara.
Lebih lanjut, Manohara merasa saat remaja hanya dimanipulasi dan dimanfaatkan oleh sang ibu demi keuntungan pribadi.
Akibat perlakuan sang ibu, Manohara menyimpan luka yang berkepanjangan.
Baca juga: 7 Potret Baby Pangeran Johan Putra Pasangan Kerajaan Kelantan Malaysia, Diharap Jadi Putra Mahkota
"Secara pribadi, saya tumbuh dengan penyiksaan emosional dan psikologis jangka panjang, dan kadang-kadang penyiksaan fisik. Saya berulang kali dimanipulasi dan dimanfaatkan," papar Manohara.
Manohara juga memberikan kode soal pernikahannya dengan Pangeran Kelantan dulu.
Manohara mengaku dipaksa masuk ke dalam situasi yang cukup berbahaya saat remaja.
Tak menjelaskan dengan gamblang, Manohara hanya mengaku dipaksa menjalani hidup bersama orang lain demi keuntungan sang mama.
Banyak yang menduga yang dimaksud Manohara adalah pernikahannya dengan Pangeran Kelantan dulu.
"Sebagai remaja, saya dipaksa masuk ke dalam situasi yang sayangnya terkenal dan berbahaya yang sebagian besar dari kalian tahu, bersama orang lain, demi keuntungan dirinya. Itu bukanlah sesuatu yang saya pilih atau setujui, dan hal itu menyebabkan kerusakan yang berkepanjangan," lanjutnya.
Seiring bertambahnya usia dan kedewasaan, Manohara sudah memegang kontrol atas dirinya sendiri.
Ia pun memilih putus kontak dengan sang ibu demi kebahagiaannya.
Kini ia mengaku tak takut lagi dengan sang ibu yang selalu mengontrolnya demi keuntungan pribadi.
"Memutuskan kontak tidak datang dari satu kesadaran tiba-tiba. Itu terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Seiring saya tumbuh dewasa, menjadi lebih mandiri, lebih berani, kontrolnya atasku tak berhasil. Akhirnya, saya tidak lagi takut padanya," tutupnya.
(TribunTrends/Ninda)