TRIBUN-GOWA.COM -  Bupati Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Husniah Talenrang angkat bicara soal isu ajudan (ADC) ditarik, sopir dipecat, hingga dikawal organisasi bodyguard.

Informasi beredar, Husniah tidak dikawal anggota kepolisian melainkan oleh organisasi bodyguard.

Kepada Tribun-Timur.com, Husniah menegaskan hal tersebut tidak benar.

Ia mengatakan komitmennya untuk lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dibandingkan urusan pribadi, termasuk isu viral yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Ia menilai, perhatian publik sebaiknya diarahkan pada persoalan yang dihadapi masyarakat Gowa, seperti kondisi infrastruktur jalan dan pelayanan publik.

“Kita lebih mementingkan masyarakat. Kalau soal saya viral itu biasa. Lebih baik kita kerja, masih banyak jalanan di Gowa yang rusak dan masih banyak masyarakat butuh perhatian,” ujar Husniah, dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (6/1/2025).

“Hal biasa itu (isu), kita lebih baik kerja saja untuk masyarakat,” jelasnya.

Bagi Husniah, saat ini ia lebih fokus pada program-program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

“Kita lebih berpikir program prioritas. Yang kita pentingkan pelayanan publik, bukan urusan pribadi,” tegasnya.

Husniah menekankan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi fokus utama.

“Di tengah efisiensi saat ini, kita lebih pentingkan masyarakat, bagaimana mensejahterakannya,” ucap Ketua DPW PAN Sulsel ini.

Ia juga menanggapi soal aktivitasnya tanpa pengawalan.

Husniah menyebut hal itu biasa dan bukan kewajiban.

“Tidak apa-apa tanpa pengawalan. Tidak wajib ji ada pengawalan. Menteri saja tidak dikawal,” ujarnya.

Husniah dengan tegas membantah isu penggunaan organisasi bodyguard pribadi.

Ia mengaku masih dikawal oleh ajudan dari STPDN.

“Tidak ada saya pakai organisasi bodyguard. Ngapain, kan ada STPDN-ku. Saya tidak pernah pakai bodyguard, itu tidak benar,” tegas Husniah.

Ia mengakui penghasilannya sebagai kepala daerah lebih banyak diberikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Gajiku saja saya kasih ke masyarakatku. Tidak ada yang benar itu (isu),” beber Husniah.

Terkait isu pemecatan sopir, Husniah juga meluruskan kabar yang beredar.

“Tidak dipecat itu sopir. Itu sepupu saya, urusan pribadinya. Saya hanya suruh selesaikan dulu masalah pribadinya,” jelasnya. (*)

Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli

 

Baca Lebih Lanjut
Isu Harga Makanan Rp200 Ribu di Grojogan Sewu Karanganyar, Pengelola Tegaskan Tidak Benar
Nasib Manchester United usai Ruben Amorim Dipecat dari Posisi Pelatih
537 PPPK Paruh Waktu DPPKB Gowa Dapat Pembekalan di Hari Pertama Kerja 2026
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Gowa Dirikan Posko Siaga Bencana di Tiap Desa
Akhir Tahun Bupati Tulungagung Mutasi 141 Pejabat Eselon 3, Ada Kabid Pensiun Kurang Dua Hari
Jogging Track Baru Stadion Trikoyo Dibuka untuk Umum, Bupati Klaten Tegaskan Aturan Penggunaan
TPT Minisoccer Ambruk dan Telan Korban, Bupati Sumedang Siap Tertibkan Bangunan Tak Berizin
Sopir JakLingko di Jaktim Bikin Resah, Penumpang Dihina 'Monyet'
Detik
Patrick Kluivert Hingga Juergen Klopp Jadi Kandidat Pelatih MU Gantikan Ruben Amorim yang Dipecat
Bupati Klaten Tegaskan Tak Ada Tarif Parkir Khusus Tahun Baru, Semua Harus Flat