TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Menikmati malam di Pantai Kamali, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pantai Kamali pada malam hari berubah menjadi gerombolan lapak yang menjajakan aksesoris dan pakaian.

Kelap-kelip lampu, lagu yang bersahut-sahut, hingga suara piring makan pengunjung tampak jelas selepas Salat Isya.

Menikmati suasananya sambil makan gorengan atau nasi goreng sangat pas jika dilakukan bersama keluarga.

Berkunjung ke lapak kecil persis di samping laut sambil menyaksikan kapal-kapal melintas.

Baca juga: Jasa Sewa Speed Boat Barakati Marine di Wakatobi, Layani Paket Tour Wisata, Fasilitas Lengkap

Lokasi ini dekat dengan Pelabuhan Murhum yang juga berada di Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Kota Baubau.

Cukup dengan berjalan kaki, pengunjung yang datang bisa menempuh waktu lima menit dari dermaga.

Asalkan, waktu transit pada malam hari, karena ketika siang seluruh lapak pedagang tutup.

Gerobak mereka juga tak ada, yang tertinggal hanyalah patung naga yang menjadi ikon kota.

Pantai Kamali tidak hanya menyuguhkan jajanan dan aksesoris, tetapi penyewaan skuter dan odong-odong yang persis di bawah patung naga.

Baca juga: Keindahan Wisata Alam Air Terjun Moramo Konsel Sultra, Pesona 67 Undakan Alami Memanjakan Mata

Orang dewasa juga bisa menikmatinya, tetapi dengan berat yang ditentukan. 

Skuter dipatok Rp10 ribu per beberapa menit, digunakan melintasi arena dekat patung naga

Pantai Kamali juga tidak jauh dengan masjid serta deretan rumah makan legendaris di Kota Baubau.

Lokasi itu memang dikenal dengan Kota Lama di Baubau, kompleks pertokoan berjejer pada sebelah kanan, kiri, dan depan Pantai Kamali.

Untuk itu, mencicipi kuliner yang bertahan sejak puluhan tahun Pantai Kamali adalah tempatnya.

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tenggara Alokasikan Rp1,1 Miliar Bangun Wisata Kuliner 100 UMKM di Eks MTQ Kendari

Selain Pelabuhan Murhum, Jembatan Batu juga berada dekat dengan Pantai Kamali.

Anda bisa melihat aktivitas kapal penyeberangan ke Pulau Makasar (PUMA) dan ke Buton Tengah.

Dermaga itu juga lokasi bongkar muat barang dari Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Terdapat papan nama Pantai Kamali yang bisa digunakan untuk berswafoto.

Pengunjung, Kurma mengatakan Pantai Kamali di mata warga sudah tidak asing lagi, tetapi tetap saja menjadi jawaban dari kebutuhan.

Baca juga: Air Terjun Kogawuna Surga Tersembunyi di Desa Wisata Limbo Bungi Baubau Sulawesi Tenggara

"Kalau mau sesuatu misalnya ikat rambut, case handphone atau daster selalu terlintas Pantai Kamali, jadi bukan hanya tempat hiburan tapi memenuhi kebutuhan juga,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, Pantai Kamali menjadi salah satu pilihan jika hendak mengisi waktu luang.

Kulinernya juga lengkap jika hendak menghabiskan waktu lama bersama kawan atau kolega kerja.

"Selain itu, Pantai Kamali juga dekat dengan beberapa hotel dan losmen yang dapat digunakan pengunjung,” tutupnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)

Baca Lebih Lanjut
Prakiraan Cuaca Akhir Tahun 2025 di Sulawesi Tenggara: Hujan Ringan Sore, Cerah Malam Hari
BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sulawesi Tenggara, Intensitas Mulai Berkurang Akhir Pekan
Cuaca Berawan Diprediksi di Sebagian Besar Wilayah Sulawesi Tenggara, Prakiraan Cuaca 2 Januari 2026
Prediksi Cuaca Akhir Pekan 3-4 Januari 2026 di Sulawesi Tenggara: Didominasi Hujan, Sedikit Berawan
Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Dalam Sehari Diguncang 4 Kali Gempa Bumi, Terkuat Magnitudo 3.4
Ribuan warga padati Pantai Karnaval Ancol di malam Tahun Baru 2026
Antaranews
8 Ribu Wisatawan Kunjungi Pantai Nambo Kendari Selama Libur Awal Tahun 2026, Dekat Pusat Kota
Pria Berbaju Merah Ditemukan Tak Sadarkan Diri Usai Tercebur Dalam Rawa di Kendari Sulawesi Tenggara
Malam Tahun Baru 2026, Ribuan Pengunjung Padati Pantai Pukan
Coffee House Station Baubau Rekomendasi Tongkrongan Nyaman untuk Kerja, Buka Setiap Hari