TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA- Video viral curahan hati (curhat) guru honorer bernama Ririn Putri Pratiwi. 

Ia nampak menangis di depan guru dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa, Rostam. 

“Mungkin saya luapkan saja, ternyata gaji driver MBG jauh lebih layak dari pada teman-teman yang mencerdaskan anak bangsa. Miris saya,” ujarnya bergelimang air mata.

Ia menyinggung kondisi rekan-rekannya yang bertahan mengajar dengan keterbatasan ekonomi.

“Kalau mungkin teman-teman punya suami mapan atau kemandirian sendiri untuk mencari rupiah itu anggap, tapi bagaimana saudara-saudara saya yang hanya berpatok dari situ,” katanya.

Ia merasa bangga memakai seragam meski masih banyak yang menyindir hal tersebut.

Baca juga: Curhat Guru Honorer di Gowa: Ternyata Gaji Driver MBG Jauh Lebih Layak dari Guru

“Kami bangga pakai seragam ini, meskipun di luar banyak mencibir kita kok non ASN pakai seragam ini,” ucapnya.

“Paling menyedihkan, saat pakai batik kami harus berdiri paling pojok untuk tahu diri,” tuturnya.

Meski demikian, beberapa sikap kepala sekolah yang berupaya melakukan penyetaraan.

“Alhamdulillah pimpinan kita, kepala sekolah, bilang pakai saja sebagai bentuk penyetaraan. Tapi saya yakin di hati teman-teman ada rasa miris,” tambahnya.

Ririn Putri Pratiwi ternyata aktif di media sosial. 

Pada pertengahan 2024 lalu, ia nampak memposting sebuah video dengan narasi “terima semuami temanku SK. bikin semuami foto pegang SK dielus mami dadaya kodong kapang tompi itu saya,” tulis guru SMP 1 Bontomarannu ini. 

Ia juga adalah pemain film Keluar Main 1994. 

Saat itu, ia berperan sebagai figuran. 

Keluar Main 1994 adalah film komedi Indonesia tentang Ibo (Arif Brata), siswa SMA di Makassar pada tahun 1994, yang bermimpi jadi kiper profesional tapi terbentur keinginan orang tua agar fokus belajar. 

Sementara ia harus memilih antara cinta pada seniornya, persahabatan, dan mengejar cita-cita sepak bola di tengah kebiasaan "keluar main" (istirahat sekolah untuk main) yang ikonik di era 90-an. 

Film ini mengeksplorasi galau remaja, dinamika persahabatan, dan konflik keluarga dengan sentuhan komedi absurd yang otentik dan menghibur, dengan pesan bagaimana pilihan-pilihan kecil di masa sekolah bisa membentuk masa depan. 

Pemain utama film ini adalah Arif Brata, komika Indonesia asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (*)

Baca Lebih Lanjut
537 PPPK Paruh Waktu DPPKB Gowa Dapat Pembekalan di Hari Pertama Kerja 2026
Man City Gagal Full Senyum karena Sosok Ini Cetak Gol di Detik Terakhir, The Blues Lolos dari Maut
Ulfi Guru SD Ponorogo Banting Stir ke Perusahaan Nikel Ternama, Tak Izin Ibu Daftar dan Lolos LPDP
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Gowa Dirikan Posko Siaga Bencana di Tiap Desa
Bukan Ancelotti atau Zidane, Modric Bongkar Sosok Pelatih Real Madrid yang Bikin Ronaldo Menangis
USM Resmi Melantik 99 Pejabat Struktural Akademik Periode Jabatan 2026–2029
Jejak John Herdman Sebagai Pelatih, Berjaya di Selandia Baru dan Kanada, Masa Depan Indonesia Aman?
Sosok SN, ASN di Muba Viral Sawer Uang Sambil Joget Pasca Dilantik, Terancam Disanksi
Imbas Viral 'Bukit Menangis', Wisatawan Ramai-ramai Cancel Penginapan di Sembalun
Anna Mardhiya, Guru yang Aktif Menumbuhkan Literasi Lewat Kopermekha Bekate