TRIBUNJOGJA - Posisi kepala pelatih Timnas Indonesia kini resmi diisi oleh John Herdman. 

Ia ditunjuk setelah Patrick Kluivert diberhentikan dari jabatannya pada 16 Oktober 2025, yang sebelumnya meninggalkan kekosongan di kursi pelatih kepala. 

Penunjukan Herdman dinilai sebagai langkah tepat karena ia dianggap memiliki kapasitas, pengalaman, serta gaya kepelatihan yang sejalan dengan karakter permainan Timnas Indonesia.

Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh PSSI melalui akun Instagram @timnasindonesia pada 3 Januari 2026. 

Sebelumnya, rumor kedatangan Herdman sudah lebih dulu mencuat sejak awal Desember 2025, setelah dibocorkan oleh media Inggris, Sky Sports. 

Menurut laporan media asal Honduras, Diez, Herdman bahkan menolak sejumlah tawaran dari negara-negara Amerika Utara karena lebih memilih melatih Timnas Indonesia. 

Ia disebut sempat didekati oleh beberapa negara, termasuk Honduras dan Jamaika.

Pelatih berusia 50 tahun berpaspor Inggris ini memang memiliki rekam jejak mentereng, salah satunya saat sukses memimpin Timnas Kanada tampil di Piala Dunia 2022.

Lantas, bagaimana perjalanan karier kepelatihannya sejauh ini? Berikut rekam jejak tim-tim yang pernah ditangani John Herdman.

Timnas Putri Selandia Baru: (2006-2011)

Karier kepelatihan awalnya yaitu setelah tiba di Selandia Baru pada tahun 2003, Herdman bergabung dengan asosiasi sepak bola nasional. 

Dia pertama kali menjabat sebagai Manajer Pelatih Pendidikan dan kemudian sebagai Direktur Pengembangan Sepak Bola sebelum menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional sepak bola wanita Selandia Baru dari tahun 2006 hingga 2011.

  • ​Main: 61 pertandingan.
  • ​Hasil: 16 Menang, 7 Seri, 38 Kalah.
  • ​Persentase Menang: 26,23 persen.
  • ​Catatan: Merupakan awal karier internasionalnya di panggung dunia.

Baca juga: Siapa Kandidat Pelatih Timnas Indonesia yang Bakal Dibawa ke Rapat Exco PSSI?

Timnas Putri Kanada: (2011-2018)

John Herdman, Pelatih Kepala Kanada, bereaksi selama konferensi pers di Pusat Media Utama pada 30 November, selama Piala Dunia di Doha, Qatar. (www.gettyimages)
John Herdman, Pelatih Kepala Kanada, bereaksi selama konferensi pers di Pusat Media Utama. (www.gettyimages)

John Herdman mengambil alih posisi pelatih tim nasional sepak bola wanita Kanada pada 2011, menggantikan Carolina Morace setelah Kanada finis terakhir di grup Piala Dunia Wanita FIFA 2011. 

Saat itu, kondisi tim sedang terpuruk hingga beberapa pemain veteran mempertimbangkan pensiun dini. 

Kehadiran Herdman segera membawa perubahan signifikan, ditandai dengan raihan medali emas di Pesta Olahraga Pan Amerika 2011 di Meksiko.

Momentum positif berlanjut pada Olimpiade London 2012. Kanada lolos dari fase grup dan menyingkirkan Britania Raya 2–0 di perempat final. 

Mereka kemudian menjalani semifinal bersejarah melawan Amerika Serikat di Old Trafford yang berakhir dengan kekalahan tipis 3–4, meski Christine Sinclair mencetak hat-trick. 

Kanada menutup turnamen dengan meraih medali perunggu medali cabang olahraga tim pertama Kanada di Olimpiade Musim Panas sejak 1936 serta menerima penghargaan Tim Terbaik Tahunan Canadian Press.

Sebagai tuan rumah Piala Dunia Wanita FIFA 2015, Kanada tampil solid dan menjadi juara Grup A setelah mengalahkan Tiongkok serta bermain imbang dengan Selandia Baru dan Belanda. 

Mereka melaju ke babak 16 besar dan menyingkirkan Swiss sebelum terhenti di perempat final usai kalah 1–2 dari Inggris di Vancouver.

Pada Olimpiade Rio 2016, Herdman kembali mengantar Kanada meraih medali perunggu dengan mengalahkan Brasil 2–1 di laga perebutan tempat ketiga. 

Prestasi ini menjadikan Kanada tim Olimpiade pertama negaranya yang mengulang perolehan medali dalam lebih dari satu abad. 

Pada tahun yang sama, Kanada mencapai peringkat dunia FIFA tertinggi posisi keempat serta dianugerahi gelar “Tim Paling Berkembang FIFA.”

  • Main: 109 pertandingan.
  • ​Hasil: 62 Menang, 14 Seri, 33 Kalah.
  • ​Persentase Menang: 56,88 persen .
  • ​Catatan: Periode tersuksesnya dalam hal jumlah kemenangan, membawa Kanada meraih medali di kancah Olimpiade.

Timnas Putra & U-23 Kanada: (2018-2023)

Pada 8 Januari 2018, John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional pria Kanada sekaligus menjabat sebagai Direktur Nasional yang mengawasi seluruh kelompok umur, mulai dari U-14 hingga U-23. 

Penunjukan ini dilakukan di tengah kekhawatiran Kanada akan kehilangan Herdman ke timnas wanita Inggris setelah kesuksesannya di Olimpiade 2016. 

Sebagai bentuk kepercayaan penuh, Canada Soccer memberikan kontrak jangka panjang yang belum pernah terjadi sebelumnya hingga Piala Dunia FIFA 2026, memberikan mandat penuh baginya untuk membangun struktur sepak bola pria dari level pemuda hingga senior.

Di awal masa jabatannya bersama tim senior, Herdman mewarisi skuad yang terpecah oleh berbagai kubu internal dan sering terjadi perselisihan antar pemain. 

Ia fokus menanamkan semangat persatuan dan visi baru, bahkan dengan berani menjanjikan bahwa Kanada akan lolos ke Piala Dunia 2022 hanya setahun setelah menjabat. 

Fondasi taktisnya mulai terlihat pada Oktober 2019 saat Kanada mengalahkan Amerika Serikat 2-0 untuk pertama kalinya dalam 35 tahun. 

Kemenangan bersejarah melalui gol Alphonso Davies ini membuat para pemain mulai memuji kepemimpinan motivasional dan kecerdasan taktis Herdman.

Memasuki tahun 2021, transformasi tim di bawah asuhan Herdman semakin nyata dengan melonjaknya peringkat FIFA Kanada dari posisi ke-72 ke posisi ke-40, yang membuahkan penghargaan "Tim Paling Berkembang". 

Tim asuhannya mencatatkan rekor 17 pertandingan tak terkalahkan berturut-turut selama periode 2021-2022 hingga mencapai peringkat ke-33 dunia. 

Dedikasi Herdman bahkan melampaui sisi teknis, Herdman dilaporkan mengamankan donasi pribadi secara mandiri untuk mendanai kebutuhan kamp pelatihan dan stafnya demi memastikan persiapan tim berjalan maksimal.

Puncak keberhasilan Herdman terjadi pada 27 Maret 2022, saat ia memimpin Kanada menang 4-0 atas Jamaika dan memastikan tiket ke Piala Dunia FIFA 2022. 

Pencapaian ini mengakhiri penantian panjang Kanada selama 36 tahun dan mencatatkan sejarah bagi Herdman sebagai manajer pertama di dunia yang berhasil meloloskan tim nasional wanita dan pria dari negara yang sama ke ajang Piala Dunia. 

Keberhasilan ini dirayakan dengan penuh emosional oleh para pemain, yang menganggap Herdman sebagai sosok sentral di balik kebangkitan epik sepak bola Kanada.

John Herdman dalam sesi latihan Timnas Kanada. (www.transfermarkt.com)
John Herdman dalam sesi latihan Timnas Kanada. (www.transfermarkt.com) (www.transfermarkt.co.id)

Pada fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar, Kanada tergabung dalam grup sulit bersama Belgia, Kroasia, dan Maroko. 

Meskipun harus menelan tiga kekalahan dan tersingkir di fase grup, tim asuhan Herdman tetap menunjukkan performa kompetitif, termasuk gol pertama Kanada di Piala Dunia yang dicetak oleh Alphonso Davies saat melawan Kroasia. 

Meski secara hasil belum maksimal, keberanian mereka dalam mendominasi permainan saat melawan tim besar seperti Belgia menunjukkan kemajuan signifikan yang telah dicapai di bawah arahannya.

Selain pencapaian teknis, Herdman dikenal karena kecerdasan emosionalnya, yang terlihat saat ia menangani mundurnya bek veteran Doneil Henry akibat cedera tepat sebelum turnamen dimulai. 

Herdman memilih untuk tetap melibatkan Henry dalam peran non-pemain demi menjaga moral tim. Setelah kampanye di Qatar berakhir, ia sempat membawa Kanada hingga ke final Liga Negara CONCACAF 2023 sebelum akhirnya kalah dari Amerika Serikat. 

Kepemimpinannya meninggalkan warisan berupa skuad yang bersatu dan standar prestasi baru bagi sepak bola pria Kanada.

  • Main: 58 pertandingan.
  • ​Hasil: 36 Menang, 8 Seri, 14 Kalah.
  • ​Persentase Menang: 62,07 persen (Rasio kemenangan tertinggi dalam kariernya).
  • ​Catatan: Berhasil membawa Kanada kembali ke Piala Dunia pria setelah absen selama 36 tahun.

Toronto FC (MLS): (2023-2024)

Herdman meninggalkan Canada Soccer pada 1 Oktober 2023 untuk mengelola Toronto FC di MLS. 

Saat itu, TFC berada di dasar klasemen Wilayah Timur dengan tiga kemenangan dari dua puluh enam pertandingan di Major League Soccer musim 2023. 

Di bawah Herdman, Toronto FC mengalahkan CF Montreal 5-1, mencatatkan selisih kemenangan terbesar.

Pada pertandingan final grup Piala Liga di BMO Field, Toronto FC juga mengalahkan pemegang gelar Piala Champions Concacaf, C.F. Pachuca, dengan skor 2-1.

Pada November 2024, Herrman memutuskan untuk mengundurkan diri dengan alasan isu skandal yang tidak kunjung mereda, Herdman memilih untuk mundur daripada membiarkan masalah tersebut terus membebani klub dan dirinya secara pribadi. 

Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa ini adalah "waktu yang tepat" baginya untuk mundur sementara organisasi menentukan visi masa depannya.

  • ​Main: 44 pertandingan.
  • Hasil: 16 Menang, 6 Seri, 22 Kalah.
  • ​Persentase Menang: 36,36 % .
  • ​Catatan: Pengalaman pertamanya melatih klub profesional setelah bertahun-tahun di level tim nasional.

Baca juga: Komdis PSSI DIY Dalami Insiden Tendangan Kungfu di Laga UAD FC vs Kafi Jogja FC

Beragam prestasi yang dicapai oleh John Herdman inilah yang membuat PSSI dengan kesadaran penuh menunjuknya untuk menjadi Kepala Pelatih Timnas Indonesia. 

Kedatangan pelatih yang mumpuni ini termasuk kedalam Roadmap perencanaan yang dijanjikan PSSI untuk mencapai target lolos Piala Dunia 2030.

Membawa modal CV yang mentereng, membuat para penggemar Timnas Indonesia menaruh ekspektasi tinggi terhadap Timnas masa mendatang.

Tinggal saatnya menantikan gebrakan-gebrakan baru yang masih akan datang dari PSSI, Timnas, dan John Herdman untuk sepak bola Indonesia. (MG Romadhon)

Baca Lebih Lanjut
Profil dan rekam jejak John Herdman, pelatih anyar timnas Indonesia
Antaranews
Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman, Dinilai Punya Kapasitas Bangun Tim dari Nol
Sosok John Herdman Pelatih yang Resmi Tukangi Timnas Indonesia, Bakal Pertahankan Pemain Persib?
Baru Bikin, Instagram John Herdman Langsung Banjir Followers setelah Resmi Latih Timnas Indonesia
John Herdman Boyong Keluarga Tinggal di Indonesia Selama Melatih Timnas
Resmi, John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Bersedia Tinggal di Indonesia
Belum Mulai Melatih, John Herdman Sudah Puji Talenta Sepak Bola Indonesia
John Herdman dan Agenda Timnas Indonesia di Tahun 2026
Detik
John Herdman Bukan Pelatih Sembarangan saat Ciptakan Dongeng Sepak Bola di Kanada
Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Ternyata Ini Kelebihan John Herdman Ketimbang Van Bronckhorst