TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Arus lalu lintas Padang-Solok maupun sebaliknya di kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, terpantau lancar pada Kamis (8/1/2026) pagi.
Meski terdapat beberapa kendaraan gagal menanjak, aru lalu lintas tetap lancar.
Jalur Sitinjau Lauik adalah jalur akses vital strategis yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Solok.
Akses jalan ini dikenal ekstrem dengan tanjakan curam dan belokan tajam, sehingga rawan terjadinya kecelakaan.
Baca juga: Jadwal Terbaru SIM dan Samsat Keliling Kota Padang Kamis 8 Januari 2026
Salah satu pengendara, Ikhsan mengatakan arus lalu lintas di Sitinjau Lauik tetap lancar, meski di Kelok Banto diberlakukan akses buka tutup.
"Di Kelok Banto, terdapat pemberlakukan sistem buka tutup, karena adanya mobil kecelakaan beruntun Rabu (7/1/2026) kemarin belum dinaikkan, namun jalan tetap lancar," ungkapnya, sekitar puku 07.18 WIB.
Selain buka tutup, terdapat kendaraan truk gagal nanjak di kawasan Sitinjau Lauik, namun pagi ini akses masih lancar.
"Sedikit tersendat karena ada truk yang gagal naik, bagian kepalanya naik ke atas, jalan tetap lancar," pungkasnya.
Baca juga: Jadwal SIM dan Samsat Keliling di Padang Pariaman 8 Januari 2026, Digelar di Simpang Tiga Tandikek
Sama halnya dengan Ikhsan, pengendara lainnya juga mengatakan bahwa arus lalu lintas di Sitinjau Lauik pada Kamis pagi, terpantau lancar dan terkendali.
"Arus lalu lintas Sitinjau Lauik lancar, barusan lewat," sebutnya.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan terjadi di Kelok Banto, Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (7/1/2026) subuh.
Kecelakaan ini diduga dipicu rem blong dari sebuah trailer pengangkut alat berat.
Menurut sopir truk yang terlibat kecelakaan, Rama, peristiwa terjadi sekitar pukul 05:20 WIB.
Baca juga: Angka Kecelakaan di Sumbar Turun Sepanjang 2025, Korban Meninggal Tercatat 449 Orang
Ia menjelaskan detik-detik kejadian secara rinci kepada TribunPadang.com di lokasi.
“Kronologinya trailer ini mengalami rem blong, lalu menabrak ekor truk saya,” ujar Rama kepada TribunPadang.com.
Ia menambahkan, truknya berada di depan trailer dan sama-sama datang dari arah Solok menuju Padang.
Sebelum kecelakaan, Rama menyebut ada tiga kendaraan dari arah yang sama, terdiri dari dua truk dan satu minibus.
Dari arah Padang menuju Solok, terdapat satu truk lain.
Baca juga: Polres Payakumbuh Catat 192 Kasus Kecelakaan Sepanjang 2025, 22 Orang Meninggal
“Posisinya kami sempat berhenti untuk mendahului kendaraan dari arah Padang ke Solok. Setelah jalan, trailer pengangkut alat berat menabrak truk saya. Truk saya kemudian menghantam truk BBM yang ada di depan,” kata Rama.
Meski begitu, Rama berhasil mengendalikan kemudi sehingga truknya tidak masuk jurang.
Berbeda dengan minibus dan sepeda motor yang ditabrak trailer, keduanya masuk ke jurang di Kelok Banto.
Beruntung, pengemudi minibus selamat dan tidak ada korban jiwa.
“Tidak ada korban jiwa. Sopir minibus juga selamat. Sepeda motornya hanya terparkir di bahu jalan,” tambah Rama.
Rama menjelaskan truknya mengangkut batu bara dari Sarolangun, yang rencananya dibongkar di PLTU Teluk Sirih, Bungus, Kota Padang.
Namun, akibat kecelakaan, pengiriman harus tertunda.
Pantauan Tribunpadang.com sejak pukul 11:05 WIB hingga 14:47 WIB, mekanik panggilan sudah tiba untuk memperbaiki truk Rama.
Bagian depan truk diperiksa dan dibuka untuk mendeteksi kerusakan.
Terlihat kaca depan truk pecah cukup besar, dan bak bagian depannya penyok karena menghantam truk BBM. Namun, bagian badan kanan, kiri, dan belakang truk Rama masih dalam kondisi baik.(*)