Bripda Helmi Apriansyah, anggota Polresta Bandar Lampung meninggal dunia, Minggu (4/1/2026).
Bripda Helmi meninggal setelah terlibat kecelakaan di Jalan Pagar Alam atau Gang PU, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Korban saat itu diduga mengendarai mobil Toyota Innova hitam BE 1281 TP bersama tiga penumpang lainnya.
Ketiga teman Bripda Helmi terdiri dari seorang pria yang juga anggota polisi, Bripda Wayan Dewa Pramudia.
Sementara dua wanita lainnya adalah mahasiswi di Universitas Malahayati (Unimal), Dafa Putri dan Lia Febriani.
Terkini, Lia Febriani meninggal Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 23.45 WIB setelah tiga hari dirawat di rumah sakit.
Korban lainnya Dafa Putri sudah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami cedera tangan.
Kasatlantas Polresta Bandar Lampung, Kompol Gede Made Angga Satrya Wibawa, mengatakan korban mengembuskan napas terakhir setelah mendapatkan perawatan medis di ruang ICU RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM).
"Korban Lia Febriyani meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis. Jenazah telah dimakamkan oleh pihak keluarga," kata Kompol Gede Made Angga Satrya Wibawa, Rabu (7/1/2026).
Pihak kepolisian telah menerima laporan resmi terkait meninggalnya Lia Febriyani.
Unit Laka Lantas Polresta Bandar Lampung masih melakukan penyelidikan kasus kecelakaan ini.
"Kami masih melakukan pendalaman dan menunggu keterangan dari pihak keluarga korban serta para korban lainnya yang terlibat dalam peristiwa tersebut," ujarnya.
Tim Unit Laka Lantas masih mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian serta menunggu kondisi korban lain yang masih menjalani perawatan agar dapat dimintai keterangan.
Sebelumnya dua korban lainnya, Bripda Wayan Dewa Pramudia masih dirawat di RSUDAM Provinsi Lampung.
"Korban kami rawat di ruang ICU dan saat ini masih dalam penanganan medis," kata Direktur Utama RSUDAM dr Imam Ghozali, saat diwawancarai Tribunlampung.co.id, di depan ruang ICU RSUDAM, Senin (5/1/2026).
Ia mengatakan, sebelumnya terdapat tiga korban yang menjalani perawatan.
Namun korban atas nama Dafa Putri sudah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami cedera tangan.
"Saat ini masih dua orang yang menjalani perawatan karena cedera berat dan sudah masuk ke ruang intensif," kata Imam.
Kondisi terkini dua korban masih dalam pemantauan karena mengalami cedera berat di bagian kepala.
"Terkini tingkat kesadarannya sudah mulai bagus, makanya para korban diistirahatkan dulu," kata Imam.
Sejauh ini menurutnya penanganan korban diintervensi oleh bagian bedah syaraf.
Sandri, paman Bripda Helmi Apriansyah mengatakan keponakannya itu mengalami kecelakaan di depan Gaharu Car Wash Jalan Pagar Alam, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung, Minggu (4/1/2026) pukul 04.00 WIB.
Bripda Helmi adalah anggota Satuan Samapta Bhayangkara Polresta Bandar Lampung.
Dia mengenang keponakannya sebagai sosok yang baik di mata keluarga.
Sandri mengaku terkejut dengan kabar lakalantas yang menimpa Bripda Helmi.
"Saya tidak tahu persis, tapi keluarga menginformasikan pada subuh itu keponakan saya mengalami lakalantas lalu dibawa ke rumah sakit," ujar Sandri ditemui di TPU Alamulhuda, Jalan Sukardi Hamdani, Kelurahan Segala Mider, Bandar Lampung, Minggu (4/1/2026).
Ayah korban, Idar, dan ibunya, Herlina, sangat terpukul atas musibah tersebut.
Kepergian Bripda Helmi juga meninggalkan duka mendalam bagi seluruh keluarga dan rekan-rekan seangkatannya.
"Saya mohon doanya untuk keponakan saya supaya dilapangkan kuburnya dan husnul khotimah. Segenap keluarga semoga diberikan ketabahan dan kesabaran atas ujian ini," tambah Sandri.
Keluarga juga menyampaikan terima kasih atas upacara pemakaman yang telah digelar.
"Saya mohon maaf atas kesalahan selama ini dan jika ada utang-piutang, berkenan hubungi kami," kata Sandri.
Jenazah Bripda Helmi Apriansyah telah dimakamkan secara kedinasan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Alamulhuda, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Minggu (4/1/2026).
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan diiringi tembakan salvo sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Upacara pemakaman dipimpin Inspektur Upacara Kapolsek Panjang, Kompol Martono.
Hadir dalam prosesi tersebut Kapolresta Bandar Lampung beserta pejabat utama Polresta, para perwira dan bintara, ASN Polri, Bhayangkari, keluarga almarhum, serta masyarakat sekitar.
Kompol Martono menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Bripda Helmi Apriansyah.
Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
"Atas nama pribadi dan institusi Polresta Bandar Lampung, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga," ujar Martono.
Upacara pemakaman kedinasan diawali dengan penyerahan jenazah dari pihak kepolisian kepada keluarga, dilanjutkan prosesi pemakaman serta tembakan salvo. Suasana haru terasa saat penimbunan liang lahat dan penyerahan bendera Merah Putih kepada pihak keluarga.
Kompol Martono menambahkan, upacara kedinasan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh personel Polri akan nilai-nilai pengabdian, loyalitas, dan pengorbanan dalam menjalankan tugas demi bangsa dan negara.
Bripda Helmi Apriansyah diduga mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi hingga sekitar 70–80 kilometer per jam.
Pemilik Gaharu Car Wash, M Wiryawan Saputra, mengatakan mobil Toyota Innova hitam bernomor polisi BE 1281 TP yang dikendarai korban membawa empat orang penumpang.
"Informasi yang saya terima, ada empat orang di dalam mobil. Kecepatannya cukup tinggi, sekitar 80 kilometer per jam," ujar Wiryawan.
Mobil tersebut melaju dari arah MBK menuju Kemiling dengan kecepatan tinggi hingga diduga kehilangan kendali di tikungan sebelum Gaharu Car Wash.
Kendaraan kemudian oleng, mengambil jalur kanan, dan menabrak gazebo serta tiang listrik di lokasi.
"Mobil itu nyungsep ke dalam gazebo dan menabrak tiang listrik," katanya.
Akibat kejadian tersebut, gazebo ruang tunggu di Gaharu Car Wash mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan kembali.
"Atap gazebo roboh seluruhnya, kami mengalami kerugian akibat kejadian ini," kata Wiryawan.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menangani tiga insiden kecelakaan menonjol yang terjadi secara beruntun di wilayah Jakarta, awal Januari 2026.