TRIBUNMANADO.CO.ID - Update harga minyak nilam di Minsel Sulawesi Utara, hari ini Jumat 9 Januari 2026.
Berdasarkan informasi yang Tribun Manado peroleh Jumat (9/1/2026) dari salah satu pemilik tempat penyulingan di Tompasobaru.
Harga minyak nilam di awal tahun 2026 kembali naik.
Sebelumnya harga minyak nilam sempat berada di angka Rp 500 ribu per kilogram.
Micky Rey, pemilk tempat penyulingan nilam Om Pals di Karowa Tompasobaru Minsel menjelaskan harga minyak nilam hari ini berada di angka Rp 680 ribu per kilogram.
Ia menyebutkan harga yang ditawarkannya berbeda dengan tempat penyulingan yang lain.
Dikarenakan proses penentuan harga tanpa melihat kadar PA.
Kadar PA (Patchouli Alcohol) adalah kandungan utama dalam minyak nilam yang menentukan kualitas dan harganya.
"Berapa pun kadar minyak yang dihasilkan setelah diolah harganya tetap sama dan mengikuti harga yang ditetapkan setiap harinya," sebutnya.
Ia menjelaskan petani yang sudah selesai mengolah minyak, langsung dibayar sesuai harga hari ini. Untuk petani yang punya gabah dan ingin menyuling boleh langsung datang di tempat penyulingan Om Pals di Karowa Tompasobaru," sebutnya.
Sebagai informasi harga minyak nilam setiap tempat penyulingan di wilayah Tompasobaru Minsel berbeda-beda.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Persiapan Lahan
Pemilihan Lokasi:
Tanah subur, gembur, dan kaya bahan organik.
Ketinggian ideal: 0–800 meter di atas permukaan laut.
Curah hujan cukup (2.000–3.000 mm per tahun) dengan suhu 24–28°C.
Pengolahan Tanah :
- Bersihkan lahan dari gulma.
- Gemburkan tanah dengan cangkul atau traktor.
- Buat bedengan setinggi 20–30 cm untuk menghindari genangan air
2. Pemilihan Bibit
Pilih varietas unggul nilam seperti Sidikalang atau Tapak Tuan yang memiliki kandungan patchouli alcohol (PA) tinggi.
Gunakan stek batang atau cabang yang sehat, bebas penyakit, dengan panjang 15–20 cm dan memiliki 3–4 ruas.
3. Penanaman
Waktu Tanam: Idealnya saat awal musim hujan.
Jarak Tanam: 60 cm x 60 cm atau 100 cm x 100 cm, tergantung intensitas pemeliharaan.
Cara Tanam:
- Tancapkan stek ke tanah sedalam 5–7 cm.
- Pastikan mata tunas menghadap ke atas.
- Gunakan sungkup, seperti minuman gelas
4. Perawatan Tanaman
Penyiraman: Lakukan secara rutin, terutama pada masa awal pertumbuhan.
Pemupukan:
Gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang.
Tambahkan pupuk NPK (15:15:15) setiap 2–3 bulan untuk mempercepat pertumbuhan.
Penyiangan: Singkirkan gulma yang mengganggu.
Pengendalian Hama dan Penyakit:
Hama umum: Ulat daun dan belalang.
Penyakit umum: Jamur dan layu bakteri. Semprotkan pestisida alami atau fungisida jika diperlukan.
5. Pemanenan
Waktu Panen: 5–6 bulan setelah tanam (pemangkasan pertama).
Tanda Panen: Daun sudah tua, warna hijau tua, dan mengeluarkan aroma khas.
Cara Panen:
Potong daun dan cabang dengan hati-hati.
Hindari mencabut seluruh tanaman untuk regenerasi tunas berikutnya.
6. Pascapanen
Pengeringan Daun: Jemur daun nilam di tempat teduh agar kandungan minyak tidak berkurang.
Penyulingan: Gunakan alat distilasi untuk mengekstraksi minyak nilam. Proses ini membutuhkan waktu 6–8 bahkan sampai 12 jam tergantung metode dan alat yang digunakan.