TRIBUNJABAR.ID - Calo tiket pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta bertebaran di media sosial setelah penjualan resmi dinyatakan habis.
Laga pekan ke-17 Super League 2025/2026 ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 11 Januari 2026.
Antusiasme Bobotoh sebagai suporter tuan rumah menyambut rival abadi tim kesayangannya itu pun tercermin dari habisnya tiket yang dijual.
Tiket laga Persib Bandung vs Persija Jakarta telah dinyatakan habis sejak Selasa (6/1/2026) atau satu hari setelah kanal penjualan dibuka.
Seiring dengan habisnya tiket di kanal pembelian resmi, calo pun mulai bertebaran di media sosial.
Pantauan Tribunjabar.id, calo-calo itu menjual tiket di TikTok, Facebook, hingga X (dulunya Twitter).
Harga tiket yang dijual pun bermacam-macam. Kategori tiket termurah seperti tribun Selatan, Timur, dan Utara yang dijual secara resmi Rp180.000, harganya melambung di tangan calo, berkisar Rp250.000 sampai Rp500.000 per tiket.
Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Persib Bandung vs Persija Jakarta, Perebutan Juara Paruh Musim
Lantas, seperti apa respons Persib Bandung terkait maraknya praktik percaloan?
Menanggapi maraknya calo, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan bahwa praktik percaloan itu menjadi pertanyaan tersendiri karena pihaknya belum mencetak tiket.
"Kalau banyak calo yang jualan, tapi kami belum cetak, jadi jualan apa mereka?" kata Adhitia di Padel Plus, Kota Bandung, Jumat (8/1/2026).
"Biasanya tiket baru dicetak H-1, dini hari baru sampai kantor. Jadi, kalau ada pertandingan hari Minggu, tiket itu baru nyampe jam 2 pagi," jelas Adhitia.
Adhitia menyadari, ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang berupaya memperkeruh suasana dengan mencari keuntungan dari antusiasme Bobotoh dalam mendapatkan tiket pertandingan.
"Mungkin teman-teman tahu ada yang bikin sampai website bodong, ada yang berintegrasi ke sistem payment," kata Adhitia.
Adhitia mengaku, pihaknya memang belum bisa menghapuskan praktik percaloan secara penuh.
Tetapi, ia akan berupaya dalam meminimalisir hal tersebut dengan menggunakan mekanisme pembelian satu identitas satu tiket secara online.
"Kami juga sudah menyampaikan, saya akan naif kalau bilang calo hilang 100 persen," tutur Adhitia.
"Yang bisa hilang yang saya tahu hanya meminimalisir, dengan adanya tiket online satu KTP, satu ID, satu tiket," bebernya.
Menurut Adhitia, para calo ini sejatinya membeli tiket secara resmi. Tetapi, mereka berkelompok dan melakukan praktik percaloan.
"Seperti misalnya, ada 100 orang yang jadi calo, apa yang akan mereka lakukan: buat satu grup, KTP valid, email valid, submit, jadi pembeli, valid semuanya," ungkap Adhitia.
"Tiketnya dapat masing masing satu, betul. Lalu, (tiket) dikumpulkan ke satu orang, jadi calo jualan sendirian," imbuh dia.
Adhitia juga menjelaskan bahwa praktik percaloan akan sulit jika harus dihentikan menggunakan sistem.
Ia menilai, sistem hanya membantu dalam menutup kemungkinan. Tetapi, ada atau tidaknya praktik percaloan kembali lagi pada kebiasaan.
Baca juga: 3 Kabupaten/Kota Sudah Tetapkan Lokasi Nobar Gratis Persib Bandung vs Persija Jakarta
Sebagai upaya menekan praktik percaloan khususnya dalam laga melawan Persija Jakarta, Adhitia mengimbau kepada Bobotoh untuk melaporkannya ke kanal resmi.
"Makanya kami mengimbau apabila ada Bobotoh yang melihat calo, laporkan ke kami, tim cs-nya kami," ujar Adhitia.
Selain itu, pihak Persib Bandung juga akan menyisir sekitaran Stadion GBLA untuk mengidentifikasi para calo yang menjual tiket.
"Bahkan di hari H kami akan menyisir sekitaran GBLA untuk mencari. Ada dua kemungkinan, apakah itu benar calo, atau jualan tiket palsu," katanya.
Selain upaya internal, Adhitia juga menjelaskan bahwa Persib Bandung berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam mengatasi praktik percaloan.
"Kami akan menyisir, jika ditemukan ada calo, yang tiketnya sampai bejibun, akan kami bawa dan interogasi, ini dapatnya dari mana karena kami ingin mencari tahu siapa sumber calo ini," tuturnya.
Bisa jadi, kata Adhitia, banyak orang harus cari tahu, meski tak mau berburuk sangka terlebih dahulu terlebih dahulu, termasuk akan menindak tiket palsu.
"Kami akan coba tangkap, dan interogasi, dan itu salah satu komitmen kami lah membantu menyelesaikan masalah calo ini," ucapnya.
(Tribunjabar.id/Rheina, Luthfi Ahmad Mauludin)