TRIBUNJATIM.COM - Terungkap sosok pedagang yang getok harga ke wisatawan di Telaga Serangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur hingga Rp 586 ribu.

Wisatawan yang mengalami hal itu mengungkap kekesalannya melalui akun Facebook Agus Suyono.

Agus membagikan pengalamannya saat menikmati momen berlibur di sebuah warung, di kawasan wisata Telaga Sarangan. 

Di mana ia harus membayar Rp 586 ribu setelah membeli minuman Jahe Susu, Teh Panas, Jeruk Hangat, Kopi Hitam pahit,  Es Kopi Mix, hingga air mineral.

Lalu makanannya ada Bakso dan Pop Mie.

Baca juga: Wisatawan Keluhkan Warung di Telaga Sarangan Getok Harga Rp506 Ribu, ini Sikap Disbudpar Magetan

Paguyuban Pedagang Wisata Sarangan (PPWS) mengenai peristiwa yang terjadi saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Ketua PPWS Sudardi mengatakan, 500 pedagang yang tercatat sebagai anggota selalu mengikuti pembinaan atau pengarahan, terkait daftar menu sampai dengan harga yang dipatok.

“Memang, harga itu hak dari pemilik usaha. Tapi yang jelas semakin mahal semakin tidak laku,” ujar Sudardi, usai pertemuan bersama di Restoran Klothok Lawu Sarangan, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, persoalan permainan harga kian runyam karena tidak lepas dari postingan viral, yang diunggah wisatawan di media sosial. Bahkan di tempat wisata lain juga terjadi hal serupa.

“Sejak dulu ada satu dua pedagang yang menaikkan harga tak wajar. Ditambah lagi dengan respons berlebihan warganet. Kami juga pernah berwisata ke luar daerah kerap menemukan permasalahan seperti ini,” terangnya.

“Surat peringatan dari paguyuban selalu kami layangkan, termasuk rumah makan yang viral kemarin sudah dapat banyak peringatan, bahkan sempat dibina dikeluarkan sebagai anggota paguyuban karena kembali mengulangi perbuatan sama,” imbuh Sudardi.

Meski begitu pihaknya, tetap menjadikannya sebagai bahan evaluasi. Sekaligus membutuhkan peran serta, maupun langkah tegas dari Pemkab Magetan.

“Semestinya ada izin restoran dicabut. Kami tidak bisa berbuat lebih. Tujuannya ketika dicabut, pemilik usaha jadi kapok,” tandas Sudardi.

Sebelumnya, Agus mengunggah sebuah foto menampilkan harga makanan dan minuman, yang ia beli di akun Facebook-nya.

Harga totoal Rp 586 ribu tersebut sontak memicu reaksi warganet.

Banyak yang menilai harga itu tidak sebanding dengan menu yang disajikan.

“Kayaknya lebih dari 10 kali ngopi di warung biasa,” tulis Agus.

Baca juga: Wisatawan Kena Getok Harga di Telaga Sarangan, Oknum Pedagang Ternyata Sering Dapat Peringatan

Agus menyayangkan praktik harga tinggi di lokasi wisata tersebut.

Ia menilai wisatawan bisa kapok tidak mau berkunjung ke tempat tersebut.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Pengelolaan Pariwisata Disbudpar Magetan Eka Radityo, mengaku sudah membuat surat edaran terkait harga kepada pelaku usaha.

“Sebagaimana dalam salah satu poin yang diatur, agar pelaku usaha memberikan harga wajar kepada wisatawan, serta mencantumkan daftar barang beserta harganya,” ujar Eka, Selasa (6/1/2026).

Kejadian ini, lanjut Eka, sebagai bahan evaluasi agar tidak terulang kembali. 

Dirinya juga tidak menampik, harga di tempat wisata terkadang lebih mahal dibanding harga di tempat umum.

“Tapi tentu harus wajar dan tidak boleh melampaui batas kepatutan,” imbuh Eka.

Sebagai pedoman para wisatawan, Disbudpar Magetan sudah membuat panduan membeli makanan dan minuman di tempat wisata.

Diantaranya wisatawan jangan malu bertanya harga kepada pedagang, pilih tempat yang menampilkan harga, minta struk atau bukti pembayaran, dan gunakan fasilitas umum dengan bebas.

“Pembeli harus bijak. Kalau harga tidak sesuai atau di luar batas kewajaran, tidak usah dibeli. Wajib menanyakan harga terlebih dahulu,” tandas Eka. (Febrianto Ramadani)

Baca Lebih Lanjut
Wisatawan Kena Getok Harga di Telaga Sarangan, Oknum Pedagang Ternyata Sering Dapat Peringatan
Harga Mamin Ringan di Telaga Sarangan Magetan Bikin Kantong Kempis, Rp 506 ribu
Viral Curhatan Wisatawan Telaga Sarangan, Kaget Ditagih Rp500 Ribu untuk Menu Sederhana!
Duduk Perkara Isu Harga Makanan di Grojogan Sewu Capai Rp 200 Ribu, Pengelola Bantah Getok Harga
Telaga Sarangan Jadi Magnet Wisata Libur Nataru, Pengunjung Tembus 1,09 Juta Orang
Telaga Sarangan Magetan Masih Tujuan Favorit di Jatim, Kunjungan Wisata Sudah Tembus 1 Juta Orang
Awal 2026, Harga Cabai Rawit Rp. 70 Ribu, Turun dari Rp. 100 Ribu Perkilo
Harga Makanan di Grojogan Sewu Digetok Rp 200 Ribu, Pengelola Tegas Bantah: Kesepakatan Bersama
Gas LPG 3 Kg Masih Sering Habis di Warung Kota Manado, Harga Tembus Rp 25 Ribu per Tabung
Dishub Ponorogo Tegaskan Tak Ada Pungutan Ganda Parkir di Telaga Ngebel