TRIBUNSTYLE.COM - Aurelie Moeremans akhirnya membuka lembaran masa lalu kelam yang selama bertahun-tahun dipendamnya.
Pengalaman traumatis itu terjadi ketika ia masih berusia 15 tahun, masa yang seharusnya diisi dengan mimpi dan rasa aman.
Melalui buku berjudul Broken Strings, Aurelie yang kini berusia 32 tahun memilih untuk tidak lagi diam.
Ia memberanikan diri bersuara dan membagikan kisah pahit yang membentuk perjalanan hidupnya.
Hubungan yang semula tampak penuh perhatian dan kepedulian perlahan berubah menjadi mimpi buruk.
Pendekatan yang terlihat caring bergeser menjadi kontrol berlebihan.
Baca juga: Sosok Roby Tremonti, Mantan Aurelie Moeremans yang Goreskan Luka Kelam dan Trauma saat Remaja
Kekerasan fisik pun dialaminya, mulai dari diludahi, dianiaya, hingga pemaksaan pengambilan dan penyebaran foto-foto pribadi.
Meski demikian, hubungan keduanya tetap berlanjut dan semakin menjerat Aurelie dalam situasi yang sulit.
Bobby perlahan menjauhkan Aurelie dari dunia di sekitarnya.
Cara berpakaian diatur, komunikasi dengan orang lain dibatasi, hingga Aurelie merasa terisolasi dan hidup di bawah pengawasan ketat.
Kondisi itu perlahan membentuk hubungan yang toksik dan penuh tekanan.
Dalam salah satu unggahan di akun Instagram-nya, Aurelie juga mengungkap bahwa dirinya pernah dipaksa membuat tato agar tidak bisa mengikuti ajang kontes kecantikan.
Ia kemudian menceritakan momen awal ketika sifat toksik sang mantan mulai terlihat jelas, yakni setelah ia tampil dalam sebuah acara talkshow.
Dalam acara tersebut, bintang film Baby Blues itu menunjukkan kemampuannya berbicara dalam lima bahasa berbeda.
Penampilannya menuai banyak pujian dan membuka peluang baru, termasuk dorongan untuk mengikuti kontes kecantikan.
"Aku tuh abis syuting talkshow dan pamer bisa pakai lima bahasa berbeda. Gara-gara itu, banyak yang suruh aku ikutan Miss Indonesia," katanya.
Namun, dukungan positif tersebut justru dianggap sebagai ancaman oleh kekasihnya saat itu.
Alih-alih mendukung, sang pria menunjukkan penolakan keras dan meminta Aurelie memasang tato di tubuhnya sesuatu yang diketahui dapat menggugurkan syarat keikutsertaan dalam kontes kecantikan.
Dalam kondisi masih berada di bawah pengaruh dan tekanan sang mantan, Aurelie akhirnya menuruti permintaan tersebut.
"Singkat cerita, pacar aku saat itu enggak suka. Enggak ngebolehin pokoknya. Terus saking takutnya aku ikutan, dia suruh aku tato. Karena kalau sudah tato, enggak bisa ikutan," bebernya.
"Karena aku bucin, 'Ya sudah deh aku tato, biar kamu tenang akunya enggak ikut Puteri Indonesia'." terang Aurelie.
Tak berhenti sampai di situ, Aurelie juga mengungkap bahwa mantan kekasihnya bahkan sengaja mengundang wartawan saat dirinya bertato.
Ia menduga hal itu dilakukan agar jejak digital terbentuk dan sulit dihapus dari ingatan publik.
"Sudah begitu, nyebelinnya dia, waktu tato dia sengaja undang wartawan biar ada filenya (jejak digital), jadi enggak bisa ditutupin juga. Ngeri banget ya? Segitunya,” tandas Aurelie.
(TribunStyle.com/Ika Bramasti).
Ikuti dan Bergabung di Saluran Threads TribunStyle.com