TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Sepak bola tak selalu tentang kemenangan dan kekalahan. Kadang, nilai-nilai sportivitas dan kemanusiaan justru menjadi cerita paling menyentuh.
Hal inilah yang terjadi dalam laga Persekat Tegal kontra Sriwijaya FC pada pekan ke-15 Grup Barat Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Trisanja, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 10 Januari 2026.
Sebuah momen viral terjadi usai pertandingan. Suporter Persekat Tegal memberikan penghormatan luar biasa kepada para pemain Sriwijaya FC.
Aplaus panjang menggema dari tribun, diiringi teriakan respek untuk tim tamu. Gestur itu bukan tanpa alasan.
Baca juga: Sembilan Pemain Baru Sudah Debut Untuk PSIS Semarang, Dua Dapat Apresiasi Jafri Sastra
Baca juga: Hasil Persijap Jepara vs Dewa United, Laskar Kalinyamat Jadi Juru Kunci di Paruh Musim
Sriwijaya FC diketahui datang ke Tegal dalam kondisi serba terbatas. Mereka harus menempuh perjalanan panjang menggunakan bus, hanya membawa 15 pemain, dan bahkan tanpa pendampingan tim medis.
Meski dengan segala keterbatasan tersebut, Laskar Wong Kito tetap berjuang habis-habisan hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai laga yang berakhir dengan kemenangan tipis Persekat, para suporter tuan rumah justru berdiri dan bertepuk tangan, memberikan penghormatan penuh kepada Sriwijaya FC.
Momen ini cepat menyebar di media sosial dan menuai pujian luas dari pecinta sepak bola nasional. Ketika suporter memilih bertepuk tangan untuk lawan, di situlah sepak bola menunjukkan wajah terbaiknya.
Jalannya Pertandingan: Persekat Menang Tipis dalam Laga Ketat
Di atas lapangan, Persekat Tegal meraih hasil gemilang dengan menumbangkan Sriwijaya FC 1-0 pada Sabtu (10/1/2026) sore. Meski menang, laga ini tidak berjalan mudah bagi tim berjuluk Laskar Ki Gede Sebayu.
Persekat tampil percaya diri sejak awal pertandingan dengan menurunkan sejumlah pemain andalan seperti Iuri Barbosa, Genta Alparedo, dan Riki Dwi Saputro. Mereka langsung menekan dan menguasai permainan pada 20 menit pertama.
Peluang pertama tercipta pada menit ke-18. Tendangan spekulasi Genta Alparedo nyaris membuka keunggulan, namun masih mampu ditepis kiper Sriwijaya FC, Rangga Pratama.
Sriwijaya FC justru mendapat peluang emas pada menit ke-27 setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran di kotak penalti Persekat. Sayangnya, eksekusi penalti Sutan Zico gagal berbuah gol setelah tak mampu menaklukkan penjaga gawang tuan rumah.
Persekat kembali mengancam pada menit ke-34 lewat tendangan bebas Iuri Barbosa. Namun, bola masih melenceng dari gawang Sriwijaya FC. Skor imbang 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persekat tampil lebih agresif. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-57. Riki Dwi Saputro sukses memecah kebuntuan lewat sundulan kepala setelah memanfaatkan umpan sepak pojok Genta Alparedo.
Persekat sempat menggandakan keunggulan pada menit ke-66 melalui Riki Dwi Saputro lagi. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena sang pemain lebih dulu berada dalam posisi offside.
Pada menit ke-80, Persekat kembali mengancam melalui tendangan Muhammad Taufiq. Lagi-lagi, Rangga Pratama tampil sigap mengamankan gawang Sriwijaya FC.
Sriwijaya FC mencoba membalas dengan mengandalkan serangan balik hingga akhir laga. Namun, solidnya pertahanan Persekat membuat upaya Laskar Wong Kito selalu menemui jalan buntu. Skor 1-0 pun bertahan hingga laga usai.
Modal Berharga Persekat, Respek Besar untuk Sriwijaya
Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Persekat Tegal. Tambahan tiga poin membuat mereka naik ke peringkat ke-8 klasemen sementara Grup Barat Championship 2025/2026 dengan koleksi 17 poin dari 15 pertandingan.
Persekat pun menjaga peluang menjauh dari papan bawah, dengan jarak poin yang masih rapat dari Persiraja Banda Aceh hingga PSPS Pekanbaru.
Selain itu, hasil ini memperpanjang tren positif Persekat yang tak terkalahkan dalam tiga laga terakhir, setelah sebelumnya menang 1-0 atas Adhyaksa FC Banten dan bermain imbang 1-1 kontra Sumsel United.
Namun lebih dari sekadar hasil, laga ini akan selalu dikenang karena momen penuh respek dari suporter Persekat Tegal kepada Sriwijaya FC. Sebuah pengingat bahwa di tengah kerasnya persaingan, sepak bola tetap tentang kemanusiaan, solidaritas, dan saling menghargai. (*)