TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Dua perwira polisi jadi aktor kunci di balik suksesnya penangkapan Jodi Iskandar (26) yang dikenal sebagai Raja Curanmor Palembang.
Selama ini Jodi Iskandar sudah 5 kali masuk keluar penjara.
Dia juga sudah mencuri di 55 lokasi dengan total pencurian 255 motor.
Identitas kedua polisi ini ialah Kanit Ranmor Polrestabes Palembang, Iptu Jhoni Palapa.
Ia punya julukan Si Peci Merah lantaran selalu memakai peci ketika bertugas.
Ia juga yang menjadi pemimpin satgas Tim Berguyur Bae.
Lalu, nama kedua adalah Kasubnit Ospnal Ranmor Ipda Gadik Pratama akademi Akpol lulusan tahun 2022.
Baca juga: Lawan Penjambret, Bocah SD di Medan Terseret di Aspal 20 meter, Seragam Merah Putih Sobek
Demi menangkap sang Raja Curanmor Palembang, Ipda Gadik dan rekan-rekannya melakukan penyelidikan selama 1 pekan.
"Saat itu pelaku Jodi ini sedang ngapel di rumah pacarnya. Tak jauh dari rumah pelaku. Saat itu juga di lokasi penangkapan ini ada cara pernikahan," ungkapnya mengawali cerita.
Lalu, lanjutnya, pelaku ini terbilang licin, dan sudah dilakukan penangkapan sebanyak tiga kali oleh awalnya unit Pidum (Pidum), dan 2 kali Unit Ranmor Polrestabes Palembang.
"Total ditangkap sudah 3 kali tapi lolos terus. Ternyata diketahui pelaku ini memasang CCTV di lokasi tersebut, jadi kerap mengetahui petugas saat melakukan penangkapan," beber Gadik.
Baca juga: Di Medan Bocah SD Lawan Jambret, di Solo Anting Bocah SD Dirampas dan Diancam Diculik
Setelah beberapa kali CCTV yang dipasang pelaku dilepas oleh anggota dan dipasang kembali oleh pelaku.
Alhasil penyelidikan dimulai, dan terpaksa dua anggota unit Ranmor melakukan penangkapan memakai baju badut Doraemon dan Spider-Man masuk ke lokasi.
"Kami menyiasati masuk ke dalam lokasi melakukan penangkapan mengunakan baju badut Doraemon dan Spider-Man. Dengan joget joget mendekati pelaku Jodi, saat lengah saat itu pula langsung kami tangkap, " ungkapnya.
Ditambahkan, Joni Palapa karena pelaku melawan saat dilakukan penangkapan dan hendak kabur, saat itupula diberikan tindakan tegas terukur yang menancap di betis kaki tersangka.
"Terpaksa kami lumpuhkan karena melawan dan menggigit anggota badut kita saat ditangkap," tegasnya.
Ditambahkan Jhoni, kepada para pelaku kejahatan curanmor dan rekan tersangka Jodi agar untuk tidak melakukan aksinya kembali.
"Saya ingatkan. Atau segeralah menyerahkan dirinya. Jika tidak menyerahkan diri kemana pun para berada tentunya unit Ranmor Polrestabes Palembang akan mengejar para pelaku," tutupnya.