TRIBUNJABAR.ID - Selebrasi 'dingin' Beckham Putra masih jadi perbincangan hangat di kalangan basis suporter kedua tim.
Selebrasi Beckham memang pernah memicu denda dan sanksi dari Komdis PSSI berupa dengan Rp75 juta.
Hal itu dilakukan Beckham di putaran kedua musim 2024/2025 di hadapan puluhan ribu Jakmania saat Persija menjadi tuan rumah.
Saat itu, pemain 24 tahun tersebut pernah melakukan selebrasi yang sama saat Persib bertandang ke markas Persija pada Liga 1 2024/2025.
Etam melakukan selebrasi kedinginan ala Cole Palmer usai timnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Selebrasi tersebut ternyata berbuntut panjang karena memicu emosi di media sosial.
Gara-gara hal tersebut, Beckham Putra dihukum berat oleh Komisi Disiplin PSSI.
Baca juga: Ikuti Jejak Ciro Alves, David da Silva Segera Jalani Proses Warga Negara Indonesia
Pemain Timnas Indonesia tersebut dihukum larangan main tiga pertandingan dan denda 75 juta rupiah.
Terkait selebrasi itu dilakukan kembali di Bandung, Minggu (11/1/2026), Beckham pun mengungkapkan alasannya.
Kini, selebrasi dilakukan di rumah sendiri. Hal ini menjadi salah satu alasan Beckham melakukan selebrasi dingin karena menurutnya tidak memprovokasi suporter lawan di stadion.
Beckham Putra juga mengaku selebrasi ini jadi sesuatu ikonik dalam kariernya.
"Ya ini jadi ikonik buat saya. Jadi saya pikir ini hal yang normal,"
"Karena kalian bisa lihat juga ada pemain Chelsea yang melakukan itu (Cole Palmer),"
"Dan saya pikir ini hal yang lumrah," ujar Beckham seusai laga.
Baca juga: Rekor Bojan Hodak Makin Mentereng, Tambah Catatan Tak Pernah Kalah dari Persija
Beckham Putra menegaskan selebrasinya tidak ada niat untuk provokasi.
Dirinya hanya ingin merayakan kemenangan timnya yang kini ada di puncak klasemen.
"Jadi saya tidak ada provokasi ke siapapun,"
"selebrasi ikonik saya. Dan saya pikir kan kita di puncak, jadi kenapa enggak harus selebrasi gitu," katanya.
Sementara Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membela aksi yang dilakukan anak asuhnya.
Bojan Hodak pun menyebut beruntung Beckham melakukan selebrasi itu karena tidak ada Jakmania saat itu.
"Beruntung tidak ada penggemar Persija di sini, jadi dia tidak akan memprovokasi siapapun,"
"Sepak bola adalah pertandingan penuh emosi, bahkan ada pertarungan, kartu merah, itu adalah bagian dari pertandingan, karena itu adalah situasi emosional."
"Tetapi anda tidak bisa mengendalikannya 100 persen, tapi ketika anda mencetak gol di laga seperti ini, apapun selebrasinya bakal dibolehkan," ujar Hodak. (*)