TRIBUNNEWS.COM - Jasa wedding organizer (WO) semakin berkembang di Indonesia setelah muncul media sosial Instagram.
Calon pengantin menggunakan jasa WO untuk membantu konsep dekorasi hingga mengatur jalannya pernikahan.
Namun, berkembangnya jasa WO tidak dibarengi dengan pengawasan sehingga muncul kasus penipuan WO.
Pada Desember 2025 lalu, viral kasus penipuan WO milik Ayu Puspita di Jakarta.
Jumlah korban sekitar 207 orang dengan kerugian mencapai Rp11,5 miliar.
Kini kasus penipuan WO kembali terjadi di Garut, Jawa Barat.
Pemilik Masagi Wedding Organizer berinisial AM (27) akan dilaporkan ke Polres Garut setelah puluhan calon pengantin dan vendor pernikahan rugi.
AM masih buron dan dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 20 Desember 2025.
Tercatat ada 40 korban yang membentuk grup untuk melaporkan AM.
Kerugian para calon klien serta vendor pernikahan mencapai Rp549.437.500.
Salah satu korban, K (25), menyatakan pernikahan yang harusnya digelar pada akhir Desember 2025 dibatalkan karena AM kabur.
Baca juga: Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok
"Kalo ditanya malu ya pasti malu, saya menunggu itikad baik dulu dari dia, kalo tetap mentok ya terpaksa ikut lapor polisi," ungkapnya, dikutip dari TribunJabar.id.
Hal senada diungkapkan vendor fotografer, H (29) yang mengaku tidak dibayar oleh AM.
"Kami juga jadi korban, hingga ada satu kegiatan kami tidak datang karena hak kami belum diterima sebelumnya," tandasnya.
H terpaksa tidak mengirimkan foto pernikahan ke pengantin karena pihak WO belum menyelesaikan pembayaran.
AM mempromosikan usaha WO melalui Instagram @masagi.organizer.
Namun, akun tersebut telah ditutup setelah para korban membuat laporan.
Baca juga: Sosok Timothy Ronald, Influencer ‘Raja Kripto’ yang Dilaporkan atas Dugaan Penipuan Investasi
Sementara itu, kakak AM, Sifa N, menerangkan adiknya tak dapat dihubungi sejak 19 Desember 2025 dan tak diketahui keberadaannya.
"Waktu saya unggah kehilangan adik saya, baru catin (calon pengantin) banyak yang menghubungi, kami keluarga juga syok," ucapnya.
Para korban menghubunginya karena pernikahan mereka akan digelar tahun ini.
Ia berharap ada jalan keluar dan AM segera menyerahkan diri.
"Kami juga pasti ngerangkul, apalagi acaranya kan belum terlaksana jadi masih bisa diselamatin," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJabar.id/Sidqi)