TRIBUNNEWS.COM - Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi perhatian utama bagi siswa kelas 12 yang ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Brawijaya (UB).
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi penentu kelulusan dalam seleksi ini.
TKA adalah asesmen atau tes terstandar yang digunakan untuk mengukur capaian akademik murid, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia (membaca) dan Matematika, serta mata pelajaran lain yang relevan di jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK.
TKA hadir untuk memberikan penilaian yang objektif, adil, dan dapat dibandingkan antarsekolah.
Hasil TKA dimanfaatkan untuk mendukung seleksi akademik, pemetaan mutu pendidikan, serta pengakuan kesetaraan hasil belajar.
Berdasarkan informasi resmi dari UB, nilai TKA bukanlah satu-satunya faktor penentu kelulusan SNBP 2026.
Fokus utama penilaian SNBP UB 2026 adalah nilai rapor dengan bobot minimal 50 persen serta nilai mata pelajaran pendukung dan prestasi/portofolio yang dapat mencapai 50 persen dari total penilaian.
Dengan demikian, TKA lebih berfungsi sebagai syarat administrasi dan validasi data, bukan sebagai faktor utama kelulusan peserta SNBP.
Hal ini berarti calon mahasiswa tidak perlu khawatir jika nilai TKA belum maksimal, karena kelulusan lebih ditentukan oleh performa akademik di sekolah dan prestasi tambahan yang relevan.
Bagi siswa yang ingin mendaftar SNBP 2026 di Universitas Brawijaya, strategi terbaik adalah memastikan nilai rapor dan portofolio akademik sudah optimal, serta mengikuti seluruh prosedur administrasi dengan lengkap.
TKA tetap wajib diikuti, tetapi bukan faktor penentu utama kelulusan di UB.
Baca juga: UB Umumkan Jadwal SNPMB 2026, Total Kuota 17.000 Mahasiswa Baru
Jadi kesimpulannya, nilai TKA SNBP 2026 di Universitas Brawijaya hanya berfungsi sebagai syarat administrasi dan validasi, sementara kelulusan ditentukan oleh kombinasi nilai rapor, mata pelajaran pendukung, dan prestasi/portofolio.
Berdasarkan Buku Panduan SNPMB dan SMUB 2026, seleksi jalur SNBP didasarkan pada dua komponen utama dengan bobot persentase yang ditetapkan oleh masing-masing Perguruan Tinggi Negeri (PTN):
1. Komponen Pertama:
2. Komponen Kedua:
Baca juga: Unpad Tetapkan Nilai Rapor sebagai Penentu Kelulusan SNBP 2026, TKA Hanya Pertimbangan Tambahan
Penerimaan mahasiswa baru UB tahun 2026 terdiri dari tiga jalur: SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri UB.
UB memastikan bahwa total kuota mahasiswa baru masih berada pada kisaran 17 ribu orang.
Kepala Subdit Penerimaan Mahasiswa Aulia Nur Mustaqiman, menyampaikan bahwa UB membuka 85 program studi, termasuk dua prodi baru yaitu Bioinformatika untuk FMIPA dan Industri Peternakan Cerdas untuk FAPET yang masuk jalur SNBT.
Proporsi penerimaan diperkirakan tetap per jalur, yakni 20 persen SNBP, 30 persen SNBT, dan maksimal 50 persen Seleksi Mandiri.
(Tribunnews.com/Latifah)