Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Liga Desa dalam rangka perayaan Hari Desa Nasional menjadi harapan baru bagi banyak warga desa yang menggeluti sepak bola.

Salah satunya Haryanto, warga Desa Serenan Kabupaten Klaten yang juga merupakan pelatih sepak bola tersebut berhasil mengantarkan timnya meraih juara 3 dalam kompetisi Liga Desa.

Haryanto bersama timnya mampu menembus babak perebutan juara tiga dan berhasil mengalahkan tim dari desa Dawung Sari Kabupaten Kendal dengan skor meyakinkan 4-1 di lapangan Donohudan Kabupaten Boyolali, Selasa (13/1/2026).

Ditemui usai pertandingan, Haryanto menyebut bahwa Liga Desa bisa menjadi harapan baru bagi anak-anak muda di desanya untuk bisa dilirik klub profesional.

Baca juga: 15 Ucapan Hari Desa Nasional, Diperingati Setiap Tanggal 15 Januari

Meski baru pertama kali digelar, Haryanto menyebut bahwa kompetisi ini terbilang cukup sukses. Ia pun berharap dengan adanya Liga Desa tersebut bisa menjadi wadah anak asuhnya mengembangkan bakat.

Bukan tanpa alasan, Haryanto menyebut bahwa hampir semua warga desa Serenan sangat menggemari olah raga si kulit bundar tersebut.

Hal itu dibuktikan dengan beragamnya usia pemain yang mengikuti kompetisi ini dari 17 tahun hingga 45 tahun.

"Yang paling muda usia 17 tahun, yang paling senior ada 45 tahun dan dari semua profesi," ungkap Haryanto.

Haryanto melanjutkan, kompetisi ini setidaknya bisa menjadi wadah bibit muda untuk bisa masuk radar tim-tim profesional. Desa Serenan sendiri dikatakan Haryanto banyak menelurkan bakat-bakat muda di bidang sepak bola. Sampai saat ini setidaknya ada 7 warga desa yang berkompetisi di klub-klub profesional.

"Kita ada 7 warga yang saat ini bertanding di klub profesional. Dengan adanya liga ini kan bisa jadi wadah pemain muda di desa kami yang bisa tampil, syukur-syukur bisa dilirik klub profesional mengikuti jejak senior mereka," lanjut Haryanto.

Meski memiliki waktu persiapan yang tak lama sebelum mengikuti kompetisi Liga Desa, Haryanto mengaku tak khawatir. Hal itu tak lain memang karena di Desa Serenan, mereka memiliki klub amatir dimana setiap pekan selalu berlatih bersama.

"Persiapannya sendiri memang minim, tapi memang kita di desa memiliki klub sendiri. Dan sering latihan bareng setidaknya seminggu 3 kali," urai Haryanto.

"Memang minatnya cukup lumayan karena memang dari dulu kita memiliki SSB di tahun 2007 sampai sekarang dan pesertanya dari warga desa sendiri," imbuh dia.

Ia pun berharap kompetisi sepak bola seperti Liga Desa ini tak berhenti dan tetap di lanjutkan di tahun-tahun selanjutnya.

"Harapannya ya terus berlanjut biar para pemain bisa mengembangkan karier permainannya supaya bisa terekrut liga," pungkanya.

(*)

Baca Lebih Lanjut
Dana Desa Wunut Klaten Menurun Drastis, Proyek Pengembangan Kawasan Wisata Desa Terhambat
Pemangkasan Dana Desa, BLT Berkurang Drastis, Hanya 5 Warga Desa Wunut Klaten yang Terima di 2026
PSPS Pekanbaru Datangkan 2 Pemain Asing Jelang Akhir Kompetisi Championship, Ini Sosoknya
Semen Padang FC Pinjamkan Cornelius Stewart ke Klub Liga 2 PS Barito Putera
Balikpapan United Incar Prestasi di Liga 4 dengan Andalkan Pemain Muda Lokal
Pemain Telanjur Pindah ke Indonesia Termasuk Rumor ke Persib, Ternyata Liga India Tak Jadi Bubar
Klub Korea Selatan Perkenalkan Eks Pemain Persib Bandung kepada Publik
Mendes Yandri: Esports Desa Punya Potensi Besar Kembangkan Ekonomi Kreatif
Transfer Persija Jakarta: Rumor Kiper Asal Brasil Merapat, Ternyata Pernah Diasuh Mauricio Souza
PSS Sleman Panaskan Bursa Transfer, Rekrut Bek Anyar asal Brasil dan Dua Pemain Muda Persija